HomeTutur KamiCara Menggembirakan Hati Anak Dengan Mudah

Cara Menggembirakan Hati Anak Dengan Mudah

Tutur Kami

“Ciluk..ba..,” seorang Papa tampak menutup mukanya dengan kedua tangannya lalu membukanya lagi. Si bayi yang baru berusia tiga bulan tertawa menyaksikannya. Takjub. Bahwa wajah Papanya yang tiba-tiba hilang, muncul lagi sambil nyengir memperlihatkan barisan giginya.

“Ciluukk….baaaa…..,” ulang si Papa. Dan si bayi pun kembali tertawa sembari menggerakkan kedua tangan mungilnya.

Adegan ini banyak kita jumpai. Mungkin Mama dan Papa malah seringkali melakukannya. Permainan yang diturunkan turun temurun entah sejak kapan. Mungkin pula dulu sewaktu masih bayi kita mengalaminya juga.

Ma, Pa…

Saat ini makin banyak orang tua yang makin jarang bermain bersama anak-anaknya. Kesibukan mengurus pekerjaan dan tuntutan hidup menyita sebagian besar waktu Mama dan Papa muda. Pun kebanyakan orang tua lebih memilih membelikan gadget ataupun berbagai permainan canggih untuk anak.

Mereka membelikan mainan anaknya agar gembira, namun mereka tak bersama anak untuk memainkannya dan berbagi kegembiraan. Semoga kita semua dijauhkan dari itu.

Seberapa pentingkah orang tua memberikan kegembiraan pada anak?

“Kegembiraan memainkan peran yang cukup menakjubkan dalam jiwa anak dan memberi pengaruh yang cukup kuat,” kata DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dalam bukunya Prophetic Parenting. Anak sangat menyukai kegembiraan, bahkan seorang anak adalah sarana kegembiraan bagi orang dewasa,

Memberi kegembiraan pada anak tak mesti harus dengan biaya mahal. Ada perbedaan amat besar antara membelikan mainan dengan bermain bersama anak. Banyak orang tua terjebak hanya sekadar membelikan anak mainan-mainan mahal, padahal anak -katakanlah yang usianya dibawah tiga tahun- tidak bisa membedakan barang mahal dengan barang murah.

Yang lebih penting adalah bagaimana bermain bersama yang menyenangkan hatinya, bukan semata soal membelikannya mainan.

Rasulullah Saw, dikutip dari Prophetic Parenting, punya cara sederhana dan mudah untuk menggembirakan hati seorang anak. Tidak mahal. Tidak perlu keluar uang. Tidak perlu keluar banyak tenaga. Namun dijamin sudah pasti, bila dilakukan dapat menyenangkan hati anak.

Pertama, menyambut kedatangan mereka.

Siapa pun itu sangat suka bila kedatangannya disambut dengan kegembiraan. Begitu pula seorang anak, berapa pun usianya. Maka saat anak datang ke rumah, entah dari berpergian bersama orang lain, sambutlah ia dengan wajah senyum ceria. Jangan lupa, tanyakan apa saja aktvitas anak saat berpergian itu.

Kedua, mencium dan bercanda.

Hal ini pastilah dilakukan oleh setiap orang tua. Sering-seringlah mencium dan bercanda dengan anak.

Ketiga, mengusap kepala.

Kalau Mama dan Papa ingat beberapa puluh tahun lalu, saat usia masih kanak-kanak, tentu akan mengingat dengan baik bagaimana rasanya kepalanya diusap oleh orang tua. Sangat nyaman dan menenangkan serta bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak.

Ketiga, menggendong dan menimang

Jangan pernah lelah untuk menggendong dan menimang anak. Apalagi bila usianya masih dibawah satu tahun. Dengan menggendong anak, makan akan terbentuk ikatan batin yang kuat antara orang tua dan anaknya.

Keempat, memberikan makanan.

Anak-anak sangat suka makanan. Tiap anak pastilah menyukai jenis makanan tertentu, misalnya saja es krim. Nah, berikanlah anak-anak makanan kesukaan mereka. Tentu saja dengan memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan makanan.

Kelima, makan bersama mereka.

Tradisi makan bersama satu keluarga tampaknya mulai meredup di era modern ini. Makanlah bersama anak, sambil makan itu orang tua bisa bercerita ataupun mengetahui perkembangan anak. Makan bersama juga bisa membangun ikatan keluarga yang lebih kuat.

Mudah kan, Ma? Pa?

Yuk, gembirakan hati anak-anak kita.

.

.

Ditulis oleh Redaksi Tutur Mama.

Comments

comments

3 Comments

Jangan Bebani Anak, Tapi Semangati – Tutur Mama

[…] Maka sudah menjadi tugas setiap orang tua untuk membangkitkan semangat anak, bukan membebani dengan tuntutan-tuntutan yang membuat anak merasa seoalah dikejar anjing. Semangati anak-anak kita, dan jangan bebani dengan sesuatu di luar kesanggupannya. Bangkitkan dalam jiwa anak untuk tidak pantang menyerah, bangkitkan rasa empati dan kepedulian anak, bangkitkan rasa ingin tahu anak untuk selalu belajar. Berikan juga keceriaan pada anak.  […]

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *