HomeTutur KamiMa, Jangan Cuma Menyalahkan Anak ya..

Ma, Jangan Cuma Menyalahkan Anak ya..

Tutur Kami

Pernah nonton film Good Dinosaur, Ma?

Film ini pernah diputar di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu. Sebuah film kartun yang di garap oleh Walt Disney Picture.

Film ini memang kartun tapi bukan berarti hanya baik untuk ditonton oleh anak-anak, namun juga baik untuk orang tua. Film ini memang imajinasi namun bukan berarti miskin arti. Film ini tidak hanya menghibur, tapi juga terselip makna dan pesan bagi Mama Papa.

Tokoh utama film ini adalah Arlo, seekor dinosaurus yang terlahir dengan badan kecil bila dibandingkan dengan kedua saudaranya. Karena itulah ia seringkali menjadi sasaran “godaan” a.ka bully kedua kakaknya.

Ia sering pula melakukan berbagai kesalahan yang membuatnya minder dan rendah diri.

Henry, Papa dinosaurus, yang melihat Arlo selalu merasa bersalah dan rendah diri menjadi khawatir. Padahal menurutnya Arlo mempunyai kelebihan yang belum ia sadari. Henry tahu, sebagai orang tua, ia hanya perlu menumbuhkan rasa percaya diri Arlo.

Henry suatu malam mengajak Arlo berjalan-jalan berdua. Di saat itulah Henry memberikan nasehat dengan penuh kasih sayang kepada Arlo. Tujuannya adalah agar Henry tumbuh kepercayaan dirinya, bahwa Arlo juga mampu berbuat sesuatu untuk keluarganya.

Saat Arlo gagal melakukan tugasnya dengan baik, Henry tak pernah menyalahkannya. Namun ia menunjukkan padanya bagaimana cara melakukannya dengan baik. Henry sadar bahwa bukan Arlo tidak mampu, tapi ia tidak tahu caranya dan terlalu “takut berbuat kesalahan.”

Itulah salah satu fragmen kecil dari seluruh kisah Arlo si Dinosaurus yang baik.

Namun sebenarnya disitulah kami ingin memberikan penekanan. Karena pada sepotong cerita itulah salah satu makna pengasuhan anak yang disampaikan film itu.

Ma, Pa …

Kebanyakan orang tua akan cenderung menyalahkan seorang anak saat anak itu melakukan kesalahan. Ada banyak kalimat-kalimat yang akrab di telinga kita, padahal sebenarnya pada kalimat seperti itu ada nada orang tua terlebih dahulu “menyalahkan” seorang anak.

Misalnya saja, saat anak jatuh. Kebanyakan Mama akan berkata, “Kok bisa jatuh sih? Tidak hati-hati sih.” (Loh, belum ditanya sebab jatuhnya kok anak sudah disebut “tidak hati-hati”)

Saat anak mendapatkan nilai jelek di sekolahnya, komentar orang tua kebanyakan, “Ini akibatnya kalau kamu malas belajar.” (Tidak ditanya dulu sebab dan alasan mendapat nilai jelek, tapi sudah dihakimi dengan “kamu malas belajar”)

Jangan cuma bisa menyalahkan anak, Ma, Pa.

Tapi tunjukkan juga caranya dan berikan motivasi dan dorongan pada anak. Bangunlah keakraban saat psikologi anak terpuruk akibat ia gagal melakukan sesuatu. Karena keakraban antara orang tua dan anak bisa menjadi sebab untuk menguatkan jiwa anak.

Jangan menjatuhkan semangat anak yang baru belajar dengan menyalahkannya saat ia tidak berhasil dalam usahanya. Jangan sibuk dengan kekurangan anak, tapi fokuslah pada kelebihan yang dimiliki oleh anak.

Maka saat menonton Good Dinosaur tak hanya sekadar sebagai sebuah hiburan bagi anak, tapi orang tua bisa mengambil arti dan pesan yang terkandung di dalam film itu. Untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Selalu belajar.

Happy parenting, Ma, Pa….

.

.

Oleh: Redaksi Tutur Mama, dipersembahkan untuk Mama Papa. 🙂

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *