HomeTutur KamiJangan Ajari Anakmu Berbohong

Jangan Ajari Anakmu Berbohong

Tutur Kami

Seorang anak usianya masih dibawah tiga tahun terjatuh saat berlari-lari kecil. Ia menangis. Mamanya melihat hal itu lalu mendekatinya.

“Cup..cup.. sudah ya nangisnya,” kata Mamanya menenangkan.

Namun hal itu tidak mempan. Si anak masih saja menangis.

“Kalau gak nangis lagi, besok Mama belikan mainan.”

Mendengar tawaran itu si anak jadi tertarik. Wajahnya masih sesenggukan, tapi tawaran mainan baru dari Mamanya ternyata bisa mengalahkan rasa sakit akibat jatuhnya.tadi.

Besoknya, si anak itu menagih janji Mama. Tapi ternyata Mamanya hanya berkata bahwa mainannya masih banyak. Masih bagus-bagus. Ia tunjukkan mainan si kecil yang ada di kardus. Ia keluarkan satu per satu. Si anak lalu asyik dengan  mainannya. Lupa dengan janji mainan baru. Dan si Mama juga sengaja tak memenuhi dengan janjinya dengan alasan mainan si kecil sudah banyak.

Pernahkah Mama melakukannya?

Ya, kebanyakan orang tua biasanya suka menenangkan anak dengan janji-janji manis. Itu semua dilakukan agar anak yang masih kecil dan gampang lupa itu, mau menuruti permintaan orang tua.

Atau ada juga kondisi dimana seorang ibu menakut-nakuti anak dengan kebohongan. Misalnya saja, kalimat-kalimat “nanti kalau gak makan diculik setan lho” atau “gak boleh pergi kesana, ada setannya.”

Tapi tahukah Mama Papa, sadarkah Anda, bahwa sebenarnya yang Anda lakukan  itu sama dengan mengajarkan berbohong pada anak.

Ya, sebuah janji manis pada anak yang tak ditepati, maka anak akan meniru perilaku itu kelak saat mereka tumbuh dewasa.

Kami kutip dari sebuah artikel bahwa “Banyak faktor yang menyebabkan anak berbohong, diantaranya adalah lingkungan. Anak meniru lingkungan yang suka berbohong, baik dari teman-temannya maupun dari orang tuanya sendiri. Tak sadar kita sering kali berbohong kecil kepada anak, dengan menjanjikan sesuatu kepada anak dan tidak kita tepati, atau menakuti-nakuti sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Hal secara tidak langsung kita telah mengajari anak kita berbohong.”

Maka sebagai orang tua, yuk jangan ajarkan kebohongan pada anak. Agar kelak ia bisa tumbuh menjadi orang jujur.

Pertama, berikan contoh. Anak, apalagi usia dibawah tiga tahun, sebagian besar perilakunya adalah meniru. Karena itulah sangat penting untuk menjauhkan perilaku negative yang bisa ditiru anak. Dan sebagai orang tua, berikanlah contoh yang baik untuk anak.

Kedua, ajarkan anak tentang kejujuran. Bacakan cerita pada anak tentang tokoh yang jujur, jelaskan pada anak kenapa setiap orang harus jujur. Jangan gunakan kebohongan, walaupun kecil, untuk menenangkan anak ataupun membuat anak menuruti kemauan Mama dan Papa.

Ketiga, saat anak berkata jujur, walaupun itu saat ia melakukan sebuah kesalahan, berikan apresiasi terhadap kejujuran anak. Terapkan pujian dan hukuman dalam situasi dan kondisi yang tepat.

Keempat, jangan labeli anak sebagai pembohong. Sangat wajar bila anak sesekali melakukan sebuah kesalahan, jangan gunakan hal itu sebagai landasan itu melabeli anak. Tapi ingatkan anak dengan baik.

Itulah empat tips yang bisa Mama dan Papa terapkan. Semoga tips ini bermanfaat yaa Ma.

Silahkan baca juga tips; anak saat ini tidak cukup hanya cerdas tapi juga harus tangguh.

.

.

Oleh: Redaksi Tutur Mama, baca juga tulisan redaksi tutur mama di sini. 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *