HomeTutur KamiTiga Bahasa Cinta Sederhana Untuk Si Kecil

Tiga Bahasa Cinta Sederhana Untuk Si Kecil

Tutur Kami

Cinta punya banyak bahasa. Dengan cara sederhana, dengan cara yang seperti apa pun itu, kalau cinta pastilah akan terasa.

Apa yang datang dari hati, juga akan menuju ke hati.

Ma, Pa..

Cinta juga bisa dimengerti, dirasakan oleh seorang anak. Berapa pun usianya. Lihat saja, anak-anak itu akan tahu walaupun tanpa nada bentakan, ia akan tahu bahwa orang tuanya sedang marah.

Anak-anak itu akan tahu, walaupun Mama tak mengatakannya, ia akan merasakan cinta lewat pelukan Mama. Lewat belaian Papa pada kepalanya.

Ma, Pa…

Inilah beberapa bahasa cinta yang bisa Mama dan Papa lakukan pada anak.

Pertama, bila bahasa cinta si kecil berbentuk sentuhan fisik, maka saat Mama dan Papa bertemu dengannya, berikanlah ia pelukan hangat. Rendahkanlah tubuhmu, jangan sampai anak melihatmu seperti sesosok raksasa menakutkan. Jongkoklah dan peluk anak. Mama dan Papa juga bisa menggendongnya. Biar anak tahu betapa asyiknya melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Jangan lupa, saat anak hendak tertidur, peluk lagi dan ciumlah kening mereka. Itu menjadi bekal agar ia mampu mengarungi mimpi indah dengan damai dan nyaman.

Saat anak terluka, karena jatuh misalnya, tolong jangan langsung membentak anak. Tapi tolonglah anak. Pegang dan peluklah ia untuk memberikan kenyamanan dan meredakan rasa sakitnya. Setelahnya Mama dan Papa bisa memberikan nasihat padanya agar ia lebih berhati-hati.

Kedua, bila si kecil sudah memahami perkataan Mama dan Papa, gunakanlah bahasa cinta untuk mereka. Setiap kali si kecil melakukan sebuah hal sederhana, sebuah prestasi, jangan lupa untuk memujinya. Walaupun itu hanya hal kecil.

Mama dan Papa juga bisa mengatakan “Papa dan Mama sayang kamu, Nak.” Ingatlah bahwa dulu pasanganmu juga seringkali berkata begitu, dan Anda senang mendengarnya. Kalau Anda bahagia mendengarnya, anak Anda pun tentu lebih bahagia lagi bukan?

Ketiga, tak ada yang lebih berharga daripada memberikan waktu untuk orang lain, termasuk anak. Kenapa? Karena waktu tak bisa dibeli. Karena waktu tak bisa kembali. Mama dan Papa mungkin bisa mencari uang, namun uang itu tak akan bisa membeli waktu yang sudah berlalu.

Maka manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu bersama anak. Sebelum semuanya terlambat.

Ajaklah anak untuk bersama-sama mengerjakan pekerjaan rumah. Ajari ia cara menyapu lantai, mencuci piring, atau pekerjaan ringan lainnya sesuai usianya.

Saat anak dengan antusias bercerita pada Mama dan Papa, maka fokuslah padanya. Walaupun ceritanya ngalor ngidul tak karuan. Tapi tetaplah pandang wajahnya, simaklah kata-katanya. Bukan cuma di dengarkan sambil lalu.

Dan jangan lupa, Ma, Pa, bahwa bermain adalah dunia anak-anak. Maka janganlah malu untuk bermain bersama anak. Buang jauh-jauh rasa gengsi saat anak mengajak bermain kuda-kudaan. Jadilah kuda bagi anak. Biarkan anak naik ke punggung Papa, saat orang lain bisa jadi tak akan berani melakukannya.

Pikirlah, kapan lagi anak Anda akan dengan riang berani menaiki punggungmu? Karena saat dewasa tentu ia tak akan melakukannya, selain karena berat badan anak sudah terlampau berat. Hehe.

Ma, Pa…

Jadilah orang tua yang bahagia. Happy parenting ya Ma, Pa…

.

.

Oleh: Redaksi Tutur Mama, tulisan lainnya dari Redaksi bisa disimak disini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *