HomeTutur Untuk PapaSederhana Saja, Beginilah Cara Menjadi Ayah yang Baik…

Sederhana Saja, Beginilah Cara Menjadi Ayah yang Baik…

Tutur Untuk Papa

Menjadi orang tua yang baik itu tugas siapa..? Ya, jelas tugas ayah ibu dong yaaa..

Masa’ cuma tugas ibu doang.. Lalu apakah Ayah dengan berbagai alasan tugas mencari nafkah tidak wajib menjadi ayah yang baik…

Hemmm.. kalau pikiran itu ada di dalam kepala Anda, sebaiknya segera buang jauh-jauh yaa… ^_^

Nah, sebenarnya menjadi ayah yang baik itu sangat mudah kok. Sangat sederhana. Tidak perlu rumit-rumit. Tidak perlu susah-susah. Kalau yang gampang-gampang ini bisa Ayah lakukan, maka itu sudah cukup. Nanti ditambah lagi dengan cara-cara yang lain yaa bisa… 🙂 Lebih baik..

Lalu, bagaimana caranya menjadi ayah yang baik?

Ayah yang baik itu yang mau menemani anak-anaknya bermain apa saja. Perhatikan, betapa banyak Ayah yang menganggap tidak penting bermain bersama anak-anaknya! Duh… Mereka menganggap bahwa anak bermain hanya perlu ditemani oleh ibunya saja. Permainan anak kecil tak layak buat Ayah. Gengsi.

Buang jauh-jauh pikiran itu.

Saat seorang Ayah menemani anaknya bermain, maka akan ada banyak manfaat di dalamnya. Akan ada ikatan yang dibangun antara Ayah dan anak. Kedekatan. Mungkin anak akan bertanya ini itu, dan Ayah bisa menjelaskannya dengan baik. Menambah wawasan anak. Dan yang lebih penting adalah; momen-momen itu akan dikenang anak selamanya.

Jangan salahkan anak bila kelak ia dewasa ia tak merasa dekat dengan Ayahnya. Ya, mungkin bisa jadi karena si Ayah tak meluangkan waktu untuk anak di masa kecilnya.

Bermain bersama anak adalah kegiatan sederhana dan mudah yang bisa setiap Ayah lakukan.

Ayah yang baik itu yang mau membacakan cerita pengantar tidur untuk anak-anaknya. Betapa banyak seorang Ayah yang pergi sebelum anaknya bangun tidur, dan pulang setelah anaknya tertidur.

Anak tak bisa melihat wajah Ayahnya.

Kalau untuk Ayah yang karena tuntutan pekerjaan, mungkin hal ini lain soal. Atau mungkin untuk Ayah yang pekerjaannya menuntut berpisah dengan keluarga dalam jangka waktu tertentu.

Tapi jangan sampai hal itu dijadikan dalih terus menerus. Bila ada kesempatan lakukan untuk membacakan cerita atau menemani anak sebelum ia tidur.

Sudah banyak ahli yang mengulas bahwa membacakan cerita atau dongeng sangat bagus untuk perkembangan kecerdasan anak, wawasan anak, dan makin mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Menguatkan “bonding.”

Kalau ingin tahu tentang tips mendidik anak cerdas, bisa dibaca lebih lanjut aja disini 13 tips Anak Cerdas

Ayah yang baik itu yang tahu tentang lingkungan anaknya tumbuh. Misalnya saja ia tahu siapa nama guru anaknya. Ia tahu nama teman-teman anaknya. Ia tahu perkembangan anaknya di sekolah.

Karena kadang kala faktor lingkungan anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang karakter anak. Maka bila seorang Ayah mengetahui kondisi lingkungan anak, maka ia bisa memilah dan memilih untuk mendidik anaknya dengan tepat dan baik.

Ayah yang baik itu yang bertanya pada anaknya, “Bagaiamana menurutmu Ayah, Nak? Apakah Ayah sudah menjadi ayah yang baik untukmu?”

Kadang kita menilai diri sendiri berdasarkan kaca mata pribadi. Tapi enggan melihat dari perspektif orang lain. Ini yang bahaya. Membuat diri kita menjadi egois.

Kita harus bertanya pada anak, “apa yang ia inginkan pada kedua orang tuanya.” Hal itu bisa kita jadikan refleksi dan renungan untuk terus memperbaiki diri. Dan yakinlah, bahwa keinginan anak itu sangat sederhana.

Anak tak meminta hal-hal mustahil pada orang tuanya. Anak tak meminta keajaiban pada orang tuanya. Mungkin anak hanya meminta agar orang tua tidak galak, tidak marah-marah mulu, punya waktu buat piknik bersama, dan hal-hal sederhana lainnya.

Begitulah..

Gampang bukan menjadi Ayah yang baik? Kalau hal-hal diatas bisa kita lakukan, tentu kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi untuk anak-anak kita.

Silahkan bila tulisan ini dirasa bermanfaat, share sebanyak-banyaknya. Tag saja akunnya, agar ia bisa mendapatkan inspirasi dan manfaat dari tulisan ini…

Happy parenting yaa.. ^_^

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *