HomeTutur KamiBila Anak Dua Tahun Terlambat Bicara, Ini yang Harus Dilakukan

Bila Anak Dua Tahun Terlambat Bicara, Ini yang Harus Dilakukan

Tutur Kami Tutur Untuk Mama

Saya mendapatkan banyak sekali pertanyaan seputar anak yang terlambat bicara. Pertanyaan dari para bunda-bunda yang khawatir anaknya yang usianya sudah 2 atau 3 tahun namun belum bisa lancar bicara.

Pertanyaan itu datang dari media sosial saya, dari pesan masuk, dan lainnya. Saat saya sedang asyik berselancar di  lini masa, tiba-tiba saja ada pesan masuk. Saya orang yang sebisa mungkin ingin membalas sebuah pesan dengan sangat cepat.

Bagi saya, sebuah pesan yang masuk itu seperti sebuah panggilan. Bayangkan saja Bunda dipanggil oleh suami, misalnya. Lalu bunda tidak segera menjawabnya. Satu jam berikutnya baru menyahut, “eh, tadi Ayah manggil ya?”

Tentu sangat tidak mengenakkan. Bisa membuat hubungan antara suami istri renggang. Cekcok. Ibaratnya begitu pula di media sosial internet. Saat pesan itu masuk, saya langsung berhenti membaca sebuah artikel yang menarik. Tentang resep sebuah masakan.

“Bunda, kenapa yaa anak saya usianya 2 tahun tapi belum lancar bicaranya?” begitu pesannya.

Sambil membayangkan anak-anak yang wajahnya menggemaskan, saya merasakan juga kekuatiran para bunda. Apalagi bila melihat anak lain sudah mengeluarkan kata-kata.

Jangan kuatir ya Bunda… 🙂

Sebenarnya ya Bund, tidak perlu kuatir anak usia 2 tahun belum lancar bicara. Setiap anak punya perkembangan yang berbeda-beda kok Bund. Dan itu normal saja. Ada anak yang perkembangan fisiknya pesat, tapi verbalnya kurang. Ada juga yang sebaliknya.

Maka bila pada usia 2 tahun anak belum bisa bicara, nah bisa jadi si kecil lebih banyak berkembang di bidang lainnya, misalnya saja pada kemampuan fisik anak. Bahasa lebih lambat karena anak lebih berkonsentrasi dengan ketrampilan lainnya.

Di sisi lain, banyak kasus juga orang tua kurang memberikan stimulus untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak.

Orang tua jarang ngobrol dengan anak, lebih banyak membiarkan anak menonton televisi, misalnya.

Mengatasinya Bunda perlu mengecek terlebih dahulu apa yang terjadi pada si kecil. Istilahnya Bunda perlu mengidentifikasi, Bunda cari tahu, apa yang menjadi penyebab anak terlambat bicara. Ini penting, karena mengetahui penyebab adalah kunci untuk menentukan langkah selanjutnya.

Bunda bisa mencoba memberikan perintah atau pertanyaan sederhana pada anak. Misalnya saja begini, “Apakah adek lapar? Mau makan?” atau “Adek, ambil mainannya dan bawa kesini ya?”

Kalau si kecil memahaminya, berarti itu bukan tanda anak terlambat bicara ya Bunda.. 🙂

Kalau saya coba baca-baca di berbagai sumber tentang parenting, anak yang sudah mampu berkomunikasi secara nonverbal juga bukan berarti terlambat bicara. Anak yang menunjuk sesuatu untuk mengutarakan apa yang ingin diucapkan artinya sudah memiliki tanda siap bicara. Jika tidak mengalami tanda-tanda di atas, Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter. Terlambat bicara bisa disebabkan oleh gangguan pendengaran juga.

Lalu apa yang bisa Bunda lakukan?

Mudah saja sebenarnya; sering-seringlah ngobrol dengan anak. Ajarkan kosa kata pada anak. Ajarkan nama-nama benda. Bernyanyilah dengannya. Hal itu akan membuat anak mempelajari cara menyebutkan kata dan bicara. Dan yang lebih baik lagi; bacakan buku cerita pada anak. Itu akan merangsang kemampuan verbalnya.

Semudah itu bukan Bunda..? 🙂 Semoga bermanfaat yaaa..

Oh, iya… Bunda tahu gak bahwa membacakan buku cerita pada anak ternayata juga bisa merangsang kecerdasan anak lho.. Silahkan baca aja disini selengkapnya yaa.. 13 Tips Anak Cerdas Sejak Dini

Happy parenting yaa… ^_^

Comments

comments