HomeTutur Untuk MamaKenapa Anak Perlu Merasakan Cinta dari Orang Lain Juga…?

Kenapa Anak Perlu Merasakan Cinta dari Orang Lain Juga…?

Tutur Untuk Mama

Aku bersama si kecil sedang berada di depan rumah. Waktu itu sore hari. Sekitar jam lima. Suasana yang bagus untuk mengajak si kecil jalan-jalan ke luar. Walaupun hanya di halaman depan. Tapi si kecil bisa melihat mobil dan motor yang lewat.

Cuaca tidak mendung, dan tidak pula panas. Awan-awan yang berarak di langit nampak memberi keteduhan. Para tetangga terlihat pula tak ingin menghabiskan waktu yang teduh ini hanya di dalam rumah saja.

Di seberang jalan, tampak tetangga sedang membersihkan mobilnya. Di sampingnya ada wanita yang sedang menyiapkan warung pecel lelenya.

Tiap kali ada mobil yang lewat, si kecil berkata, “bil… bil…” sambil tangannya menunjuk-nunjuk.

“Iya, mobil,” kataku. “Ada berapa mobilnya? Satu.. dua… Yuk, dihitung bareng yaa…”

Tak berapa lama ada tetanggaku menghampiri.

“Bunda, anaknya lucu banget. Sini Tante peluk dulu ya. Oh, iya.. mau es krim? Tante belikan ya. Yuk, ke warung depan..”

Kata seorang tetangga yang akrab denganku. Si kecil, yaitu Arjuna, tentu senang mendengar tawaran es krim itu.  Lalu tak berapa lama, ia sudah menggandeng tangan Arjuna menyebrang jalan. Membeli es krim.

Mungkin kalimat itu akrab di telinga kita. Dan memang seorang anak kecil sepertinya punya daya tarik lebih. Anak kecil selalu menyenangkan.

Dan memang sebenarnya, menurut ilmu parenting yang dikatakan ahli, kita sebagai orang tua tidak boleh menaruh anak dalam “sangkar emas.”

Anak tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila ia tidak menengok dunia di sekitarnya. Ia akan jadi “burung yang tak mampu terbang bebas” bila dikurung dalam sebuah sangkar, walaupun itu sangkar yang terbuat dari emas.

Biarkan orang lain juga mencintai anak kita. Entah itu saudara, tetangga, atau teman-teman ayah ibunya. Anak-anak bisa mendapatkan curahan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Ia akan belajar bergaul, dan merasa dicintai.

Tapi, tetap saja ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Misalnya ceritaku di atas. Bila anak bunda memang belum cukup umur untuk mengkonsumi es krim, maka jangan biarkan orang lain memberinya. Walaupun itu saudara. Katakan kepada orang lain tentang apa yang tidak boleh untuk anak.

Selain itu, pertama, kita juga tidak boleh membiarkan mereka mencintai anak kita dengan memanjakannya secara berlebihan. Walaupun sebenarnya orang tua pun tidak boleh memanjakan anak dengan berlebihan pula.

Kedua, jangan membiarkan anak memperlakukan orang lain semaunya. Anak juga harus diajari agar ia tidak “nglunjak” pada orang lain. Ia harus dididik untuk sopan santun.

Ketiga, tetap membiasakan anak untuk akrab dengan kita. Anak boleh dicintai juga oleh orang lain, tapi kita juga mesti memastikan bahwa ibu atau ayahnya adalah orang yang paling dekat dengan anak.

Keempat, tetap meluangkan perhatian yang lebih ekstra daripada orang lain.

Kelima, walaupun anak dibawa oleh orang lain yang terpercaya, tapi tetaplah pantau dari kejauhan. Misalnya saat anak diajak main, pantaulah anak dari kejauhan.

Keenam, kita tetap meminta orang lain untuk tidak sungkan dan segan mengingatkan anak-anak kita jika ia berbuat kesalahan.

Ketujuh, bila ada yang memberikan kritik dan saran soal perawatan anak pada kita, maka kita mesti menerimanya dengan lapang dada.

Maka, Bunda.. kata ahli parenting Rosa Listyandari, “dengan membiarkan anak kita dicintai orang lain otomatis anak kita akan belajar mengenal norma bergaul. Dia akan belajar berpikir mengapa orang lain mengingatkna, menasehatinya saat ia berbuat salah.”

Anak akan merasa kehadirannya di dunia ini, ia punya orang tua, saudara dan orang lain yang mencintai dan menghargainya. Ia bisa lebih tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup kelak saat ia dewasa.

Biarkan anak dicinta orang lain…. Namun pastikan bahwa cinta ayah ibunya adalah cinta yang paling besar untuknya…

Setuju ..? Kalau setuju, tolong dong bagikan tulisan ini.. ^_^

Oh, iya lupa… bila Bunda ingin tahu cara mendidik anak cerdas sejak dini, silahkan bisa klik tautan ini yaaa…  13 Tips Anak Cerdas. 

Oleh: Rini Kusuma, asal Jogja.

—-

Yuk, follow Line Tutur Mama yaa di Line@ Tutur Mama: Line Tutur Mama.

Comments

comments