HomeTutur Untuk MamaSaya Bangga Jadi Ibu Rumah Tangga, Karena..

Saya Bangga Jadi Ibu Rumah Tangga, Karena..

Tutur Untuk Mama

Banyak bertebaran komentar, pun tak sedikit dengan nada nyinyir. Walaupun seolah-olah komentarnya perhatian, namun sesungguhnya itu adalah sindiran yang halus dan tajam.

“Kamu sih enak, jadi ibu rumah tangga. Di rumah aja. Semua udah dipenuhin sama suami.”

Ya, bagi mamah-mamah pembaca sekalian, yang memilih menjadi ibu rumah tangga pasti pernah tuh dengerin kalimat begitu. Gimana perasaannya?

Duh, kalau saya sih rasanya pengen bales, “Dipikirmu enak 24 jam sehari non-stop ngurusin kerjaan yang gak ada habisnya? Dipikirmu jadi ibu rumah tangga itu gak capek apah?! Dipikirmu jadi ibu rumah tangga gak stres?! Justru kamu itu yang enak, bisa jalan-jalan. Bisa istirahat dari pekerjaan rumah yang seabrekkk…”

“Tahu gak sih, Mah.. Ibu rumah tangga butuh piknik 10 kali lipat dibandingkan ibu yang bekerja. Bayangkan 24 jam dengan kekacauan dan cobaan anak kecil yang diam hanya saat tidur. Kewarasan pasti tinggal beberapa persen saja. Ibu bekerja masih bisa bertemu teman, masih bisa menghirup udara segar di luar rumah.”

Tapi kalimat itu hanya ada dalam pikiranku saja. Dan memang aku tidak ingin memperdebatkan antara menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja. Bagiku kedua hal itu tidak ada bedanya. Seorang ibu tetaplah seorang ibu. Apa pun pilihannya.

Aku menulis ini agar mamah-mamah muda yang memilih menjadi ibu rumah tangga tidak lagi merasa minder. Tidak lagi merasa baper karena nyinyiran di media sosial. Tidak lagi merasa rendah diri dan iri saat melihat teman-teman seusianya sudah sukses meniti karir.

Pengen tahu ribetnya jadi ibu rumah tangga?

Nih, ada yang curhat tentang aktivitasnya sehari-hari yang “di rumah seharian. “

Katanya, “Pagi bangun sudah mulai kerja. Cuci piring, masak, nyapu, ngepel. Pas anak bangun langsung dimandiin. Ajak nonton film kartun sambil disuapin. Anak saya dua, yang pertama baru berumur 4 tahun. Dan yang kedua 2,5 tahun. Dengan kondisi sekarang lagi hamil 9 bulan. Di saat suapi anak pagi, kadang yang satu makannya lahap, dan yang satu lagi rewel. Perlu kesabaran untuk merayu anak yang susah makan.

Selesai itu cuci baju. Alhamdulillah, belum pakai mesin cuci. Hehehe. Anak-anak bermain-main berdua. Setelah habis cuci baju, kebayang dong ruangan berantakan lagi karena ulah duo krucil. Beresin lagi. Sampai kadang jam 11 baru bisa duduk tenang. Jam 1 tidur siang sama anak-anak. Lalu angkat jemuran, setrika. Anak-anak bangun, disuapin makan siang. Lalu ajak main depan rumah sampai sore. Sambil nyiapin camilannya. Terus sorenya mandiin anak. Nyiapin makan malam, nyuapin lagi. Berantakan lagi ruangan. Beresin lagi. Gitu terus…”

Kebayang kan Mah? Atau jangan-jangan aktivitasnya sama nih?

Aku yakin banyak wanita yang menjadi ibu rumah tangga yang kadang mengalami sakit hati. Mereka yang selalu dipandang sebelah mata oleh para mertua #eh. Mereka yang selalu dianggap hanya santai-santai di rumah. Maka mari mulai detik ini kita semua bersatu. Kalau perlu mari kita bikin Persatuan Mamah-Mamah Rumah Tangga disingkat P.M.M.R.T.

Agar kita semua bisa berkata, “Saya BANGGA jadi Ibu Rumah Tangga..!!”

Eits, tapi jangan juga bangga berlebihan lalu menjadikan kita songong dan sombong yaa. Malah merendahkan yang lain.

Jangan menodai rasa bangga kita menjadi ibu rumah tangga, dengan menggunakannya untuk mengejek dan merendahkan dan nyinyirin ibu yang memilih bekerja atau berkarir di luar rumah. Tahu kan, bahwa setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, dan Allah-lah yang paling adil. Tidak tepat, tidak bagus, apabila kita menghakimi ibu bekerja.

Kan juga banyak kesulitan lho kalau semua wanita gak ada yang bekerja dan berkarir. Bayangin aja melahirkan dibantu dokter pria, guru-guru seluruhnya pria, mau perawatan kecantikan pun dibantu oleh pria, tentu saja hal seperti itu sesuatu yang tidak kita harapkan. Maka bersikaplah adil karena Allah telah mengatur dengan baik, yakni adanya wanita-wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga maupun wanita yang berprofesi lainnya.

Menjadi ibu rumah tangga, jalanilah dengan penuh rasa syukur. Dan jangan lupa bahagia.

Ditulis oleh: Rini Kusuma, redaksi Tutur Mama. Baca tulisan lain dari Redaksi disini. 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *