HomeTutur Untuk PapaWahai, Suami.. Lupakah Engkau Berterima Kasih Pada Istrimu?

Wahai, Suami.. Lupakah Engkau Berterima Kasih Pada Istrimu?

Tutur Untuk Papa

Yah, jangan berdalih sibuk mengejar karir, mengejar uang dengan dalih untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, lalu membuat kita lupa pada istri.

Seorang pria konon kabarnya memiliki gengsi yang tinggi. Saat dia berbuat salah, seorang pria cenderung memiliki berbagai alasan daripada langsung mengakui kesalahannya. Saat si istri membuatkan kopi hangat dan pisang goreng, seorang suami biasanya berkomentar “kopinya kebanyakan gula..” atau “pisangnya kurang manis..” daripada berterima kasih terlebih dahulu.

Benar gak tuh…?

Kalau tidak benar, ya Alhamdulillah… kalau benar, ya baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai terlebih dahulu.

Biar sadar Bro….!!!

Berapa usia pernikahan..? Mungkin baru satu bulan, satu tahun, dan seterusnya, dan sadarkah kita bahwa bukan hanya diri para suami saja yang mengalami perubahan. Bukan hanya perut yang makin membuncit daripada sewaktu masih jomblo saja yang berubah. Tapi lihat dong, istrimu, gadis pujaan satu sekolah dahulu, juga mengalami perubahan psikis dan fisik.

Nah, saat anakmu berusia satu tahun, satu tahun yg lalulah istrimu berjuang melahirkan dan merasakan nyeri senyeri-nyerinya yang tak pernah dirasakan sebelumnya bahkan nyaris dia di penghujung usianya.

Saat melahirkan itu istrimu bertaruh nyawa. Gak seperti kamu saat bertaruh bola, Bro. Yang kalau kalah cuma bisa misuh, “juaaaannnnnn….ccc….*sensor*…”

Saat anakmu berusia dua tahun, sudah dua tahun istrimu terbiasa kurang tidur karena menyusui, mengganti popok saat malam, menjaga anak yang tengah sakit. Bahkan lebih dari dua tahun, karena susah tidur itu menyertai saat hamil tua.

Saat anakmu berusia tiga tahun, sudah tiga tahun istrimu melupakan kesukaan dan hobinya. Kamu perhatikan tangan istrimu makin kasar karena pekerjaan rumah, wajahnya makin banyak garis menua.

Setelah itu, kamu heran, “Kok kamu banyak berubah sih, Sayang..??!!”

Oiii.. bangunnn oi.. dasar lelaki emang telmi…

Wahai para suami… Renungkanlah…

Dia adalah istrimu yang hidupnya banyak berubah setelah menikah denganmu dan makin berubah lagi setelah melahirkan anak-anak. Hari-harinya tak pernah sama lagi seperti dulu.

Jika ada uang lebih sisa belanja, ia memilih menabung untuk keperluan anak-anak dibanding perawatan wajah atau pelangsingan badan.

Bahkan seringkali, ia tak membeli keperluan dirinya, makanya bajunya hanya itu-itu saja agar bisa membelikan keperluan anak-anak, rumah dan dirimu.

Wahai para suami….

Berapa usia anakmu sekarang? Sudah berapa kali kalian memberi aneka hadiah untuk anakmu?

Tapi.. pernahkah kalian memberi ucapan kepada istri kalian “Makasih ya sayang, sudah melahirkan dan berjuang membesarkan anak kita hingga sekarang…”

Pernahkah memberi hadiah pada istri lagi?

Sudah berapa usia anakmu sekarang? Seusia itulah pula hari-hari istrimu berubah.

Ibu dan istri manapun akan dengan sangat ikhlas dan bahagia berkorban demi anak dan suaminya, mengurus rumah tangga meskipun mengenyampingkan kebutuhannya sendiri. .

Menahan selera demi anak dan suami, menahan keinginan untuk memanjakan diri dengan belanja barang kesukaan, baju yang diinginkan, semua rela ditahan demi anak dan suami.

Maka… manjakanlah istrimu dengan cinta, ucapan terima kasih, dan hadiah. Percayalah istrimu akan sangaaaat bahagia dan berterima kasih atas hadiah kecil darimu.

Semoga kita semua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah…

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *