HomeTutur Untuk PapaSebagai Istri, Sudahkah Anda Bisa Memahami Suami?

Sebagai Istri, Sudahkah Anda Bisa Memahami Suami?

Tutur Untuk Papa

“Karena wanita ingin dimengerti

Lewat tutur lembut dan laku agung

Karena wanita ingin dimengerti

Manjakan dia… dengan kasih sayang…”

Yayaya… sudah cukup. Jangan langsung nyanyi lagu itu yaa. Cukup dibaca aja. Jangan sambil nyanyi. Fals ah.. Xixixixi..

Tapi memang lirik itu akan diamini oleh sebagian besar wanita, bahwa wanita itu maunya dimengerti. Walaupun dia sedang diam, pokoknya suaminya harus ngerti maunya istri.

Sayangnya suami kadang sulit mengerti dan memahami. Suami yang berasal dari Planet Mars, kata John Gray, berbeda karakter dengan wanita yang asalnya dari Planet Venus.

Venus adalah simbol perasaan, kelembutan, manja, dan ingin pasangannya bisa ngomong dengannya dengan bahasa hati. Berbeda dengan Mars, yang frontal, to the point, dan gak bisa ngomong pakai hati.

Ini yang seringkali menimbulkan salah paham antara suami dan istri.

Nah, beberapa hal dibawah ini nih yang seringkali menimbulkan salah paham bahkan tak jarang menimbulkan perselisihan. Coba kita cek sama-sama ya bahwa terkadang PRIA ITU bisa seperti ini:

Tak banyak bicara

Ketika melihat suaminya di rumah banyak diam, jarang bicara, ada kalanya istri menyangka bahwa suaminya tidak cinta kepadanya. Sebelum menikah, ia mengira suaminya nanti akan banyak bicara, menjadi teman curhat paling asyik baginya. Seperti teman-temannya sesama akhwat atau wanita.

Ketika ia telah menikah dan mendapati suaminya lebih banyak diam daripada bicara. Atau bicaranya hanya seperlunya, kadang ada istri yang bingung dan bertanya-tanya.

“Adakah yang salah dengan diriku? Atau jangan-jangan suamiku tidak cinta kepadaku?”

Kondisi ini perlu dipahami kedua belah pihak. Baik suami maupun istri. Istri perlu memahami bahwa kaum pria memang secara umum tak banyak bicara.

Jika wanita berbicara sekitar 20 ribu kata per hari. Pria hanya berbicara 7 ribu kata per hari. Penelitian Universitas Maryland yang dipublikasikan di Journal of Neuroscience dan dirilis Dailymail 21 Februari 2013 menemukan, hal itu dipengaruhi oleh kadar protein FOXP2 di dalam otak. Wanita memiliki protein FOXP2 30 persen lebih banyak daripada pria.

Pria juga umumnya bicara to the point . Apa maksudnya langsung disampaikan. Fokus pada ide, tidak memerlukan ilustrasi dan “bumbu-bumbu” kalimat.

Sedangkan suami, ia perlu memahami bahwa istrinya adalah makhluk yang sensitif perasaannya. Ia butuh lebih banyak waktu bicara, ia butuh lebih banyak waktu diskusi bersama. Jika masing-masing mau memahami kondisi ini dan saling menyesuaikan, alangkah indahnya pernikahan yang berbalut saling pengertian.

Tidak menyatakan cinta

Ada wanita yang sekian lama menunggu suaminya mengucapkan cinta, tetapi tak kunjung mendapatkannya.

Ia mengira suaminya tidak mencintainya padahal sang suami sangat mencintainya.

Hanya saja, memang ada tipe pria yang tidak mampu menyatakan cinta secara verbal. Cintanya ia wujudkan dalam kerja keras, memenuhi kebutuhan keluarga, mendidik anak-anaknya dan seterusnya.

Ada pula pria yang sebenarnya sangat ingin mengatakan “Aku cinta kamu” atau “I love You”, tetapi ia masih belum bisa. Para istri perlu memahami hal ini.

Sebaliknya, para suami juga perlu belajar agar ia tidak tabu mengucapkan cinta dan sayang. Sebab hal itu sangat ditunggu-tunggu oleh istrinya.

Tidak suka memuji

Diantara hal yang kadang disalahpahami istri adalah pujian suami. Hal itu bukan berarti suami tidak cinta.

Atau istri sudah memancing dengan pertanyaan, “bagaimana baju ini?” Lalu suami menjawab singkat “bagus.”

Ingat, Bukan berarti suami tidak cinta.

Di samping istri memahami bahwa suaminya adalah makhluk yang jarang suka memuji, suami perlu meningkatkan kepekaannya. Agar istrinya tahu bahwa ia mencintainya. Agar istrinya tahu bahwa usahanya tidak sia-sia.

Tak pandai merayu

Jika jumlah kata yang keluar dari lisan suami tak banyak, ia juga kurang bisa memuji, tentu ia lebih sulit lagi bila harus merayu. Kehadirannya di rumah, membersama istri dan anak-anak, menemani anak-anak bermain, adalah bukti cintanya.

Jangan bandingkan suami Anda dengan tokoh-tokoh dalam drama Korea yang pandai merayu istri atau kekasihnya.

Meski demikian, sangat baik jika seorang suami belajar merangkai kata dan sekali-kali merayu istrinya. Mungkin istri langsung merasa surprise dengan hadiah cinta luar biasa ini.

Tak ingat momen penting

Terkadang adapula istri yang ingin suaminya ingat moment-moment penting selama kebersamaan mereka.

Namun fakta yang didapati berbeda; suami tidak ingat semua itu, bukan berarti suami tidak cinta. Bisa jadi kesibukan aktifitasnya membuatnya terlupa banyak hal.

Bagi suami ada baiknya memasukkan tanggal moment-moment pentingnya dalam alarm di HP-nya; agar menjadi reminder baginya.

Lalu pesan yang harus diresapi oleh semua istri ialah; Belajarlah memahami suami, jangan sampai semua itu mengubah sikap padanya. Karena sejatinya, apa yang dia lakukan, semuanya adalah untukmu dan anak-anakmu. Belajarlah menggali ilmu dari setiap kali diamnya, dan jangan jadikan itu sebagai alasan dan penyebab durhaka pada suami.

Dan untuk para suami, mulai sekarang mulailah menuntut ilmu dan laku tirakat dengan serius dan penuh komitmen untuk mempelajari; membaca batin istri. Hehehe.

Selamat.. Semoga kita semua menjadi keluarga yang sakinah, ma waddah wa rahmah..

Oh, iya.. buat para Mamah yang lagi pusing anaknya susah makan dan gampang sakit, baca aja deh cara mengatasinya disini ya: Solusi Anak Susah Makan

Comments

comments

1 Comment

Percayalah Ma, Romantis Itu Sederhana | Tutur Mama

[…] Kadang kita terlalu muluk-muluk membayangkan wujud keromantisan itu hingga mengabaikan keromantisan-keromantisan kecil yang sederhana dan masuk akal. Romantis itu tak selalu harus yang semacam candle light dinner berdua, ngasih bunga, jalan-jalan keliling dunia, atau naik gondola di Venesia. Romantis bisa terwujud asalkan kita mampu memahami pasangan kok.  […]

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *