HomeTutur Untuk PapaHati-Hati Bahaya Selingkuh yang Paling Tak Disadari

Hati-Hati Bahaya Selingkuh yang Paling Tak Disadari

Tutur Untuk Papa

Bund…maaf nih mau nanya, tapi tolong dijawab jujur ya, betewe ada nggak yang pernah diomelin misoa gegara pas dirumah kita sedang asyik main gadget?
Jadi doi merasa sebel karena dicuekin, ditambah lagi koq pas kebetulan nemu sesuatu yang dirasa gk beres di rumah yang itu semestinya tanggung jawab kita, tapi kitanya malah asyik gadgetan. Trus biasanya dalam rangka pembelaan diri kita juga gak mau kalah begitu saja, balik protes…”Ah, ayah juga sama, biasanya kalau dirumah sering asyik main gadget sendiri, padahal ayah kan lebih jarang dirumah”….duaar

Percaya nggak Bund…ada lho yang karena hal sepele kayak gitu jadi heboh, dramatis, dan memicu perang dunia ketiga dalam rumah tangga. Bahkan ada juga yang cerita akhirnya bikin peraturan melarang kita para istri pegang gadget selama suami di rumah, dan apabila sampai kedapetan pegang gadget, maka langsung kena pasal “selingkuh”.

Wow..gawat kan Bund klo sampai gitu..

Mungkin terdengar lebay ya bund, tapi ini kisah nyata lho. Toh, sebenarnya kalau kita mau sedikit merenung, yaa…wajar juga lho kalau sampai segawat itu. Karena emang faktanya lama-lama keberadaan makhluk kecil bernama gadget ini semakin merenggut waktu dan kehidupan kita. Sekarang tanpa sadar bahkan kita dibikin ketagihan dan susah lepas darinya. Sepertinya sudah layak lho gadget ini ditambahkan dalam salah satu kebutuhan pokok selain sembako hehe…

Gimana coba…bangun tidur yang dicari pertama gadget, mau masak buka gadget dulu, pas sarapan foto dan update status, mau melepas suami berangkat kantor liat gadget, mau belanja lihat gadget nyari-nyari ide mau beli apa. Bahkan ngerumpi tetangga pun sekarang juga lebih asyik via group WA/line di gadget gak perlu nunggu abang sayur datang atau jadwal arisan. Makanya wajar kalau pas gadget ilang apalagi kita lupa naruh gadget, seharian kita bisa snewen bin mati gaya. Serasa ada yang hilang dan hambar dari diri kita…sudah gawat kan?

Jadi wajar ya bund, klo misoa atau bahkan anak kita sendiri sering merasa cemburu sama gadget. Karena cinta, waktu dan perhatian kita jadi berkurang. Jika sudah begitu rasanya kita sudah nggak bisa lagi mengelak bahwa itu semua layak jika menjadi sebab vonis “selingkuh” dengan gadget dijatuhkan…duaar..

Waspada Gejala Awal Selingkuh

Karena itulah bunda…emang kita wajib tahu tanda – tanda selingkuh itu semakin serius dan fatal. Setidaknya ada beberapa yang perlu diwaspadai, antara lain:

1. Komunikasi dengan pasangan mulai berkurang dan bahkan kadang lebih banyak berkirim pesan via pesan singkat daripada komunikasi langsung atau verbal. Jika ini sudah mulai terjadi maka kita harus cepat-cepat balik kanan dan bikin gerakan “mari bicara”.

2. Mulai ketagihan dgn group dan berbagai komunitas di dunia maya. Awalnya sih kita niatnya menjaga silaturahim, tapi koq lama kelamaan makin seru, asyik dan menikmati. Akhirnya tanpa sadar kita jadi ngrasa rugi kalau nggak ikut nimbrung apalagi ketinggalan update. Mungkin inilah saat dimana orang bijak bilang “gadget itu bisa mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat”. Bisa dibayangkan berapa group yang kita punyai dengan niat awal silaturahim, tapi akhirnya tak terkendali.

Group alumni SD-SMP-SMA-Kuliah, group alumni kelas/ kos-kosan, group keluarga besar/trah dari garis ayah-ibu-eyang-buyut dst, group ibu-ibu kampung, group komunitas pengajian, group hobiest kuliner, group teman kantor, group pengguna tas rajut, group orang tua murid, dan masih buanyaak lagi group yang mungkin kita ikuti .
3. Mulai sering kepo dengan gossip terhot dan informasi/ berita terbaru. Saat ini kita lebih sering update info via sosmed daripada televisi apalagi radio. Bahkan ada yang guyonan, sekarang Tuhan sudah punya dua saingan lho dalam hal maha tahu. Pertama, mbah Google yang serba tahu. Kedua, grup sebelah yang sering kita copas beritanya.
4. Mulai sering update status dan kepoin status teman-teman atau artis idola di FB, IG, twitter dll. Entah kenapa kita saat ini jadi begitu narsis dan kepo terhadap perkembangan apa saja, terutama orang-orang yang kita kenal.

Bisa dibayangkan kan Bund, jika seluruh aktivitas diatas kita lakukan setiap hari, semuanya butuh berapa jam? Jelas 4 jam saja nggak cukup. Bahkan konon ada riset yang menghitung waktu efektif di kantor bagi para pekerja saat ini hanya 2,8 jam sehari dari 8jam, sisanya sebagian besar untuk gadgetan dan ngrumpi. Jadi ya mau nggak mau kita harus tahu diri, bahwa emang waktu kita habis di depan gadget.

Kembalilah ke Jalan yang Benar

Saat gejala itu mulai melanda, maka kita harus mulai sadar diri dan kembali ke jalan yang benar. Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dicoba:

1. Bikin kesepakatan dan komitmen kapan saja waktu terlarang dan dibolehkan untuk pegang gadget. Soalnya, akan menjadi semakin rumit bila nggak ada yang mulai, nggak ada yang disepakati, nggak ada yang mau ngalah bahkan jangan-jangan malah sama-sama nggak tahu dimana letak kesalahan. Ada baiknya kita duluan yang mulai dan mengakui, jelas itu akan bikin misoa lebih nyaman sebagai laki-laki.

2. Jangan suka terlalu kepo, mulailah membatasi diri. Emang sih kepo itu sadar tidak sadar adalah naluri wanita. Kita demen banget kalau nemu info dan gossip terbaru yang bisa dijadikan bahan obrolan. Tapi Bund, ada baiknya kurangilah kepo pada hal-hal yang tak terlalu penting, sehingga semakin banyak yang bisa diobrolkan sama misoa.

3. Batasi keterlibatan di berbagai group/ komunitas. Ingaa…ingaaa…niat awal kita join group adalah untuk menjaga silaturahim. Menjaga itu tidak lantas bersilaturahim setiap saat tak kenal waktu.

4. Perbanyak quality time dengan orang dirumah. Bikin acara outing, camping, atau yang murah meriah saja di rumah seperti bersih-bersih atau masak bareng di rumah yang susah kalau dikerjakan sambil main gadget. Kita akui bahwa gadget tanpa sadar telah membuat waktu-waktu kita selama ini jadi kurang berkualitas dan banyak yang terbuang percuma.

So…kalaupun selama ini sudah terlanjur ada selingkuhan orang ketiga alias gadget yang tanpa sadar itu mengganggu keharmonisan keluarga kita, maka segeralah akui dan sadari. Segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, kembali pada pasangan karena yang dekat harus tetap dekat. Jangan sampai keharmonisan rumah tangga yang kita cintai rusak hanya karena direnggut oleh kotak kecil yang bernama gadget.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *