5 Hal Ketidak Siapan Lekaki Menjadi Ayah Walaupun Sudah Punya Menantu

5 Hal Ketidak Siapan Lekaki Menjadi Ayah Walaupun Sudah Punya Menantu

seorang lelaki memang ditakdirkan sebagai seorang pemimpin dalam ruang yang lebih sempit yaitu ( rumah tangga)  dan ia akan menjadi nahkoda dari seorang perempuan yang di persuntingnya. lantas bagaimana watak  seorang lelaki itu yang tidak mempunyai karakter yang kuat menjadi seorang ayah walaupun sudah punya menantu ? hal itu kita bisa lihat dari pola pendidikan yang di ajarkan oleh orang tuannya dari sejak kecil samapai ia dewasa.

Terutama pada persoalan bagaimana orang tua-nya menjadikan ia sebagai lelaki yang seharusnya menjadi pemimpin bukan menjadi watak sebagai lelaki. hal ini penting untuk kita ketahui sebab pendidikan menjadi pemimpin rumah tangga berbeda dengan pendidikan yang menjadikan ia lelaki.

Hal ini saya merangkum dalam 5 penyebab seorang ayah tidak siap menjadi seorang ayah walaupun ia sudah punya menantu, sebab salah mendidik, yang seharusnya menjadi pemimpin justru hanya di arahkan pada naluri keangkuhan dan kekuatan yang melekat pada sosok lelaki. apa saja ?

Jenis Macam Mainan Waktu Kecil

terkadang ketika  seorang ayah dan bunda melahirkan anak laki-laki dengan senang ia banyak memberikan mainan yang itu lebih cenderung pada jeni gender, bukan pada persoalan yang lebih umum.

Semisala orang tua lebih cenderung membelikan anaknya robot Spiderman, helikopter, dan bola, ketimbang pada mainan yang lebih bersifat melambai, seperti bonek berby, alat masak seperti dan lain sebagainya. Karena ketakutan ia akan menyerupai seorang perempuan nantinya, sehingga ia ketika dewasa dan menjadi seorang ayah akan menjadi orang yang paling malas di dunia untuk membantu pekerjaan rumah tangganya, walaupun sudah punya cucu.

Membedakan Pekerjaan Rumah

Seperti yang saya singgung sedikit diatas, bahwa ia sebagai seorang lelaki sudah di bentuk karakternya dari sejak kecil hanya sebagai seorang lekaki semata. Tugasnya bukanlah sebagai seorang yang mempunyai tanggung jawab memasak maupun menyapu rumah, sebab dari sejak kecil ia hanya tau bahwa tugas itu semata hanya tugas seorang perempun.

Dengan tegas seorang ayah akan selalu berkata, bahwa tugasnya hanya mencari nafkah, “kerja keras, kerja keras, dan kerja keras, ” selebihnya tidur itu saja. Padahal ia seharusnya sebagai pemimpin rumah ia bertanggung jawab atas segalanya.

Tidak Akrab Dengan Anak Kecil

ia dari sejak kecil sampai  dewasa memang diajari menjadi watak seorang lelaki dengan prinsip di siplin dan mandiri. memang baik untuk hal bekerja, tapi buruknya ia  tidak peduli pada orang lain terutama pada anak keci. Sehingga ketika ia sudah mulai masuk pada usia menikah dan punyak anak sampai punya cucu, ia akan bingung tidak bisa memperlakukannya  dengan baik.

hal seperti ini perlu dipahami, nanti ketika punya anak lelaki agar supaya bisa di didik dengan pola yang sama dan memahami banyak hal, termasuk dekat dengan anak kecil, semisal ketika bundanya kembali melahirkan.

Tuntutan Untuk Menjadi Kuat

kekuatan seorang lelaki sudah di ajarkan dari sejak ia kecil, sebab ia akan melindungi kelurga dan menjaga istri dari berbagai bahaya itu yang menjadi tanggung jawabnya. Maka ia akan selalu akan bersikap tegas sampai ia punya anak dan cucu.

Kita tau bahwa sikap lembut juga hal penting yang di butuhkan seorang anak dari ayahnya dan seorang cucuh dari kakeknya.

Tidak di Biasakan Mempunyai Naluri Sebagai Seorang Ayah

hal yang sering terjadi mengenai seorang ayah adalah ia hanya bisa menjadi dirinya sendiri, ia tidak membantu istrinya. Sebab ia berpandangan pula jika keduanya adalah identitas yang sangat berbeda. Padahal kehidupan rumah tangga adalah kehidupan yang bisa di rangkum sebagai seorang ayah.

Artinya, ayah bisa memasak, bisa mencuci dan juga bisa segalah hal yang berkaitan dengan persoalan rumah tanggah. Jika seorang ayah hanya bekerja dan pemalas, hal itu kebiasaan dari sejak kecil memahami sebagai seorang lelaki pekerja mental nan keras, tidak bertanggung jawab pada yang lainnya.

Sehingga yang terjadi pada akhirnya adalah ia tidak mempunyai naluri sebagai seorang ayah yang baik buat keluarganya.

Comments

Close Menu