Anak Jatuh Jangan Dibentak

0
101

“Ayo, sini, Jun. Sini, ambil mobilnya,” kata saya sembari memegang dan melambaikannya pada Arjuna, putra saya, yang baru belajar merangkak.

Ibu saya yang berada disamping Arjuna ikut menyoraki, “Ambil mobilnya, Jun. Sana ketempat Mama.”

Awalnya ia cuma melihat wajah saya. Duduk sambil tersenyum. Belum juga beranjak dari tempatnya semula.

“Siniii, ngeenggg… ngeeengg…” rayu saya sambil memainkan mainan itu di lantai.

Ia mulai tertarik. Kedua tangannya ia letakkan. Ia condongkan tubuhnya ke depan. Mengambil posisi merangkak.

“Ayo, sini,” kata saya.

Satu tangan ia angkat. Masih ragu-ragu, ia letakkan kembali. Kembali saya panggil namanya. Tangannya mulai ia angkat lagi.

Pelan-pelan ia mulai bergerak. Tangan kanan maju ke depan, lalu tangan kiri. Ia terlihat agak kaku saat mengangkat lututnya.

Tak berapa lama akhirnya ia sampai ditempat mobil mainan itu saya letakkan. Ia ambil. Dan ia pegang dengan kedua tangannya.

“Horeee…..” kata saya sambil mengusap kepalanya. “Anak pinter.”

Ia tertawa. Terlihat menggemaskan dengan giginya yang baru tumbuh empat buah.

“Sebentar, ya Jun. Mama ambil minum dulu.”

Saya berdiri. Arjuna medongak melihat saya mau pergi. Saya tak tahu kalau ternyata ia ingin ikut sewaktu saya terlanjur melangkah menuju dapur.

Alon-alon Jun,” kata ibu.

Buk! Tangannya terpeleset. Dagunya mencium lantai.

Ngeyel tho diandani…!!” kata Ibu dengan sedikit “bentakan.”

Arjuna menangis. Keras.

Saya bergegas pangku dia dan saya periksa dagunya. Ternyata tak ada luka yang cukup serius. Bahkan tak sampai menimbulkan bekas.

***

Mungkin anak Anda juga pernah mengalaminya. Saat ia belajar merangkak atau bahkan berjalan, lalu ia terjatuh. Seringkali orang tua –atau dalam cerita saya diatas, adalah ibu saya- malah membentak anak. Memarahinya karena kurang berhati-hati. Menasehatinya dengan nada keras.

Duh, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan ya, Ma.

Saya pikir lebih banyak anak yang menangis bukan karena sakit saat ia terjatuh, tapi karena ia “dimarahi.” Karena ia mendengar “bentakan.”

Tentu anak dengan usia batita, anak tentara sekalipun, akan takut dengan bentakan. Membentak anak tidak akan menghentikan tangisannya, malah bisa jadi hal itu malah membuatnya makin keras menangis. Itulah ilmu mendidik anak yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

Ya, wajar kan, Ma, anak belum genap satu tahun saat ia jatuh lalu menangis. Ya, karena itulah cara anak untuk mengekspresikan diri.

Saat anak jatuh, jangan dibentak tapi ditolong. Bukan begitu, Ma?

.

.

Oleh: Dewi, Asal Yogya Mamanya Arjuna

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here