Anak Sulit Diatur Saat Bersama Bunda, Itu Tandanya Ia Merasa Aman dan Nyaman

0
735
mengatasi anak nakal

[ Curhat-Tutur Mama]

Tanya:

Curhat dong, Mah…

Anak saya yang kecil usianya baru 4,5 tahun. Nah, si kecil ini kok susah banget diatur ya Bunda? Kalau sama temennya, nurut-nurut saja. Disuruh ngapain juga dia mau, eh tapi kalau saya yang memanggil, duh susah banget nyahutnya.

Apalagi kalau dibilangin, si kecil suka ngeyel nih Bunda. Kalau anak lagi ada mau gitu, dia bakalan marah-marah kalau belum dipenuhi permintaannya. Gimana ya Bunda?

– Bunda Neni Sri

Jawab:

Dear, Mamah Neni Sri…

Sebelumnya saya ucapkan selamat kalau si kecil itu ceriwis, usil, banyak tingkah, dan aktif dan kadang bikin kesel Bunda. Selamat ya Bunda, itu artinya si kecil sudah menunjukkan tanda bahwa ia anak yang cerdas. Ya, karena menurut beberapa penelitian, salah satu ciri anak cerdas adalah; aktif bergerak, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kadang banyak tingkah. Tapi tingkahnya itu bukan bentuk kenakalan ya.

Nah, untuk pertanyaan Bunda, kalau anak dipanggil kok susah nyahutnya, sebelumnya kita perlu intropeksi diri terlebih dahulu. Apakah bunda sudah memanggil namanya dengan benar?

Jangan-jangan Bunda manggil nama suami, bukan nama anak. Wajar kalau anak tidak menyahut. Eh, maaf, bercanda ding. Gak lucu ya?

Okay, kembali ke laptop. Jadi, menurut teori parenting yang saya pelajari, bahwa anak pada usia balita memang punya karakteristik keinginan yang kuat. Istilahnya; pokoknya. Kalau dia sedang mau makan coklat, ya pokoknya diberi coklat. Gak mau yang lain.

Susah memang, karena anak usia balita belum bisa kita ajak diskusi dengan argumentasi yang ilmiah. Maka sebenarnya lebih mudah bukan mengubah sikap anak, tapi mengubah sikap kita selaku orang tuanya.

Maksudnya? Ya, kalau kadang tingkah anak membuat kita kesal, ya kita ubah sikap kita agar tidak kesal. Tidak jengkel dan tidak marah sama anak kita. Gitu…

Salah satu hal yang bisa kita jadikan “alasan” agar tidak gampang kesal dan marah sama anak adalah; anak-anak hanya bersikap “menyebalkan” saat ia berada di dekat orang yang dikenalnya. Yang membuat ia aman.

Artinya anak merasa “aman dan nyaman” bersikap usil saat di dekat Bunda, itu tanda bahwa Bunda sudah menjadi ibu yang bisa membuatnya nyaman. Jadi tidak perlu marah deh..

Selain itu, sesekali kita bisa membiarkan anak melakukan apa yang ia mau. Maksudnya?

Bunda sesekali perlu juga untuk tidak selalu mengatakan “tidak” atau “jangan” atau menyuruhnya mengikuti perintah Bunda. Biarkan ia mencoba hal-hal yang sebelumnya Bunda larang dan biarkan ia menghadapi akibatnya jika ia ngotot mengutamakan keinginannya ketimbang menurut.

Misalnya gini ya Bund, si kecil mencoba untuk mengenakan sepatu Ayahnya yang kebesaran, padahal Bunda sudah melarangnya. Nah, biarkan ia merasakan betapa susahnya berjalan pakai sepatu yang kebesaran. Kalau ia terjatuh pun, biarkan anak belajar menerima akibatnya. Secara tak langsung ia belajar bahwa ada alasan mengapa Bunda melarangnya.

Eits, tapi dengan catatan ya, hal-hal yang tidak berbahaya. Kalau si kecil mencoba hal yang membahayakan tentu Bunda harus melarangnya dan menjauhkannya.

Bunda juga bisa menghindarkan anak pada hal-hal yang kira-kira nantinya bakal sulit mengaturnya. Misalnya, anak itu kalau diajak ke mall pasti muring-muring dan sulit banget buat dikontrol. Nah, kalau gitu ya simpel aja, kalau memang Bunda perlu ke mall buat belanja dan penting, maka jangan ajak anak ke mall. Lain kali saja anak diajaknya, saat tujuan ke mall memang benar-benar buat jalan-jalan.

Dan yang pasti ya Bunda, jangan lupakan doa.

Ya, jangan lelah dan berhenti untuk berdoa demi kebaikan anak-anak kita. Sadarlah saat ini si kecil memang kadang suka bersikap menyebalkan, tapi yakinlah hal-hal itu hanya akan berlangsung sebentar saja.

Jika anak sudah tumbuh dewasa, kelak kita akan merindukan tingkah anak yang ngeyel dan nggemesin itu. Maka bersabarlah ya Bunda. Doakan, doa Bunda itu mujarab lho. Dan kita berharap kelak anak-anak kita menjadi anak-anak yang berbakti pada orang tuanya.

Terakhir, tanamkan selalu dalam pikiran kita bahwa segala tingkah laku anak adalah jalan agar kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik. Dan apabila ada yang baik dari ulasan saya diatas, silahkan bisa diambil. Yang kurang baik, mohon jangan diambil tapi justru di tambahkan.

Saya sendiri masih terus belajar untuk menjadi orang tua yang baik. Mari sama-sama saling berbagi dan belajar.

Oh, iya, tulisan serupa saya yang mengulas tentang anak sulit diatur, bisa juga dilihat disini ya, Menghadapi Anak yang Sulit Diatur.

Semoga bermanfaat yaa…

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here