Anakku Ingin Bercita-Cita Besar Seperti Ibu Kartini

Anakku Ingin Bercita-Cita Besar Seperti Ibu Kartini

Anak saya, Aning, baru-baru ini baru sangat ketagihan membaca. Walaupun masih terbata-bata. Apa saja ia baca. Mulai dari majalah gambar, majalah yang ia beli di minimarket, bahkan buku-buku cerita yang biasanya saya bacakan untuknya.

Malam itu, bertepatan dengan tanggal 21 April, yang diperingati sebagai Hari Kartini ia membaca sepenggal lirik lagu Kartini.

Sambil menyanyi pelan-pelan ia mengeja lirik itu;

Ibu kita Kartini

Putri sejati

Putri Indonesia

Harum namanya

Ibu kita Kartini

Pendekar bangsa

Pendekar kaumnya

Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini

Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya

Bagi Indonesia

Tak berapa lama, Aning tiba-tiba menangis. Sesenggukan.

“Loh, kenapa kok nangis, Mbak Aning?” tanya suami saya yang saat itu berada di dekatnya.

“Hiks.. Hiks…”

“Ada apa?”

“Ini lho, Bi… Cita-citanya Ibu kita Kartini besar, cita-citanya Mbak Aning kok kecil,” katanya sambil tersedu-sedu.

“Emang cita-cita Mbak Aning apa?”

“Cita-citanya Mbak Aning jadi guru sama jadi koki, itu kan kecil.

“Kalau cita-cita besar yang seperti apa?”

“Jadi astronot, Mbak Aning mau cita-citanya besar biar kayak Ibu Kartini.”

Suami saya roaming. Bingung mau bilang apa lagi.

Hehehe.. Ma, kadang anak-anak memang lucu ya? Karena masalah sepele ini ia bisa saja bersedih hati. Namun menurut saya, apa yang anak saya alami itu cukup baik. Artinya ia mempunyai kesadaran agar mempunyai cita-cita yang besar.

Ia punya keinginan agar mampu menjadi tokoh besar, pahlawan.

Sebenarnya tak masalah anak kita mau menjadi apa. Toh, kadang kala cita-cita juga bisa berubah kan? Ingatkah, Ma apa yang kita cita-citakan dulu semenjak kecil? Nah, lambat laun cita-cita kita mengalami perubahan.

Yah, kalau kata orang sih, sambil bercanda, ada kan candaan itu, “waktu kecil cita-citaku adalah jadi dokter, namun setelah kuliah cita-citaku adalah: yang penting lulus.” Hehehe, nasib mahasiswa lama kuliah tuh.

Maka sebenarnya yang kita perlukan adalah memupuk cita-cita anak, menanamkan agar ia bekerja keras untuk mencapai cita-citanya.

Cita-cita anak jangan dibantah, tapi biarkan saja asalkan cita-citanya itu baik. Biarkan anak tumbuh dengan membawa semangat bahwa ia akan menjadi orang besar. Karena kadang kala hanya anak kecil yang mampu bermimpi besar, sedangkan orang dewasa terkadang sudah terlampau takut bermimpi.

Biarkan cita-cita anak terbang bebas, tugas kita sebagai orang tua adalah menjaga cita-cita itu agar tak pernah padam.

Happy parenting, Ma..

.

.

Oleh: Rini, asal Yogya

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu