Bagaimana Cara Menjadi Istri dan Ibu yang Baik

Bagaimana Cara Menjadi Istri dan Ibu yang Baik

Saya sadar bahwa saya ini belum menjadi seorang wanita atau bahkan ibu yang baik. Aku ini siapa atuh, cuma remah-remah roti ajaah… hihihi.. ^_^

Tapi tentu kita mesti tahu dong, kriteria seorang ibu yang baik itu yang bagaimana. Tentu bukan untuk membanding-bandingkan dengan ibu lain, tapi lebih kepada intropeksi diri agar selalu menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari.

Betul bukan? Setuju?

Siapa sih yang gak ingin menjadi orang lebih baik dari hari ke hari. Bukankah dalam sebuah hadistnya Rasulullah juga mengatakan bahwa, “barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia menjadi orang celaka. Yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah orang rugi. Dan yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia adalah orang yang beruntung.”

Lantas bagaimana nih cara menjadi istri dan ibu yang baik?

Mudah kok Bunda.. 🙂 Saya temukan referensinya dari berbagai sumber nih Bund.. Semoga kita semua bisa melakukannya yaa..

Mencintai. Kalau bukan karena cinta, kan ga mungkin kita memulai suatu hubungan. Namun, tidak dipungkiri juga ada beberapa wanita yang melakukannya bukan karena cinta. Segeralah berubah! Cinta harus ada agar hubungan berjalan langgeng. Cinta akan menimbulkan hal positif seperti kesetiaan, rasa saling menghormati serta menghargai.

Tulus. Karena ketulusan akan membuat Bunda melakukan apapun yang menyenangkan satu sama lain tanpa mengharapkan balasan apaun. Tanpa pamrih. Setiap ketulusan akan berbalas lebih. Apalagi tulus pada keluarga, maka balasannya adalah kebahagiaan.

Punya peran. Setiap rumah dua insan yang bersatu punya peran masing-masing. Peran apa yang akan Bunda jalankan? Yang pasti tentu adalah peran sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Bunda bekerja di kantor dan meniti karir, Bunda tetaplah seorang ibu di rumah. Betul bukan?

Berempati. Dalam suatu pernikahan pasti cepat atau lambat akan timbul masalah. Untuk itu, persiapkan mental jika suatu saat Bunda mengalaminya. Bunda harus berempati. Bukan hanya perasaan Bunda yang harus diperhatikan, tapi juga perasaan suami. Dengan adanya empati, akan bisa saling mengerti sehingga masalah apapun bisa dihadapi, pernikahan pun akan terus berlanjut.

Mendengarkan. Kelihatan sepele ya, tapi ini paling susah dilakukan lho. Sudahkah kita menjadi orang yang setia mendengarkan setiap omongan suami dan anak? Atau kita hanya menjadi orang yang mau didengarkan saja?

Jadikan suami sebagai “sandaran.” Saat mengalami suatu kesulitan, mungkin punya keluhan, beritahukan kepada suami terlebih dahulu. Jadikan dia sebagai sandaran hidup Bunda. Suami akan merasa sangat senang ketika dia mengetahui bahwa Bunda membutuhkannya.

Lemah lembut. Sudah hakikatnya bagi wanita untuk selalu bersikap lembut, sebenarnya bukan hanya kepada suami saja. Perlihatkan rasa hormat. Dan jangan pernah mengejek atau merendahkan dia pada saat apapun, bahkan ketika dia tidak sesuai dengan apa yang Bunda harapkan.

Berbagi. Berbagi tidak hanya bermakna materi, namun juga dalam soal peran, waktu, perasaan. Saat berumah tangga tak ada lagi istilah “aku” dan “kamu” yang ada hanya “kita.”

Menjadi diri sendiri. Jadilah diri sendiri. Namun itu bukan alasan untuk tidak memperbaiki diri. Setiap orang adalah istimewa, dan perbaikilah diri kita terus menerus. Perbaikan pada sikap, tingkah laku, dan akhlak inilah yang akan menjadikan kita istimewa di mata keluarga.

Percayalah…

Terus perbaiki diri dengan belajar. Salah satunya bunda bisa belajar parenting. Tentang pengasuhan anak. Boleh dibaca ini, cara mendidik anak cerdas..  13 Tips Mendidik Anak Cerdas

Happy parenting yaa.. ^_^

.

.

.

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persembahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.