Bagaimana Menyikapi Perbedaan Pola Asuh Dengan Nenek?

0
49

Siang itu Arjuna duduk di pangkuan ibu saya. Tangan mungilnya menggapai-gapai. “Aaa…aaa,” katanya.

Oh, ternyata Arjuna ingin meraih krupuk yang sedang dipegang oleh ibu. Waktu itu ibu saya memang sedang memakan krupuk.

Arjuna mencoba meraihnya. Sebelum ibu saya memberikan krupuk itu, saya langsung berkata “Jangan dikasih krupuk, Bu.”

“Tidak apa, kasihan ini lho.”

“Aaa….aaa…,” rengek Arjuna.

“Daripada nanti malah nangis,” lanjut ibu.

“Tidak boleh, Bu. Besok aja kalau udah gede” kata saya. Wajah Arjuna tampak memelas. Suara rengekannya makin kencang. Sebelum ia menangis saya gendong ia dari pangkuan ibu. Saya alihkan perhatiannya dari krupuk yang mengganggu itu.

Saat itu usia Arjunan baru sembilan bulan, dan saya memang punya pendapat bahwa pada usia segitu belum waktunya Arjuna makan krupuk.

Ma,

Mungkin diatara kita semua pasti pernah punya pengalaman yang hampir serupa. Saat kita menjauhkan suatu hal pada anak, eh ternyata Kakek dan Neneknya malah membolehkan hal itu. Mungkin benar juga kata ungkapan, bahwa orang tua cenderung mendisplinkan anak, namun kakek dan neneknya cenderung memanjakannya.

Karena saya masih tinggal bersama orang tua maka bisa jadi terjadi perbedaan dalam pengasuhan anak. Walaupun sebenarnya perbedaan ini juga bisa terjadi juga lho antara suami dan istri.

Lantas bagaimana Mama mesti bersikap menghadapi hal ini? Berdasarkan pengalaman saya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan lho, Ma.

Pertama, jangan fokus untuk menyalahkan kakek dan nenek. Percayalah bahwa kedua orang tua kita, hanya ingin menyayangi cucu-cucunya. Apalagi bila itu cucu pertama, wuih pasti bakalan disayang banget deh.

Nah, hindari juga untuk membentak apalagi berdebat dengan orang tua ya, Ma. Ingat, apa pun yang mereka lakukan untuk cucunya, itu adalah ungkapan kasih sayang mereka lho. Jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk marah pada orang tua.

Kedua, tidak ada yang lebih baik dari bicara baik-baik. Soal krupuk tadi, saya berkali-kali berkata pada ibu agar tidak memberi Arjuna kerupuk. Pokokmen ndak boleh. Titik. Nah, lambat laut ibu saya memahami.

Ketiga, seringkali saya berkata pada ibu tentang beberapa hal soal pengasuhan anak. Misalnya saja, soal apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Soal perawatan tubuh anak. Soal jam tidurnya, dan lainnya.

Sebisa mungkin bicarakan semua hal-hal yang berkaitan dengan anak. Termasuk bicarakan juga dengan suami ya. Selain itu, orang tua bisa kita jadikan tempat paling nyaman untuk curhat saat lelah mengasuh anak lho, Ma.

Nah, semoga bermanfaat ya Ma…

Punya pengalaman dan tips yang lain? Berbagilah dengan kami dengan menuliskannya di kolom komentar ya. Atau Mama juga bisa turut berbagi cerita lainnya dengan mengirimkan tulisannya di situs ini. Baca lengkapnya disini.

.

.

Oleh: Dewi, asal Yogya. Baca tulisan lain dari Mama Dewi disini. 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here