Bantuin Dong Kalau Istri Lagi Ngurus Rumah, Jangan Cuman Diliatin

0
913
bantuin istri

[tuturma.ma] Seorang istri, sebut saja Nana, mengeluh kecapekan karena mengurus rumah sendirian. Rumahnya memang tidak sebesar istana, tapi rumah kecil saja sudah cukup membuat seorang istri merasa kelelahan dan depresi.

Nana tidak tinggal sendiri di rumah, ada suami dan dua anaknya yang masih kecil. Meski banyak orang, tapi ia merasa sendiri dan kesepian. Terkadang seorang istri yang lelah merasa bahwa orang lain tak mengerti dirinya, bahkan suami.

“Aku lelah, seperti sendirian di dunia ini,” kata Nana di statusnya.

Tentu Nana tak menyalahkan anak-anaknya. Mereka adalah anak-anak kecil yang tugasnya hanya bermain. Kalaupun Nana harus marah, maka ia marah pada suaminya.

Nana merasa suaminya tak memiliki perhatian dan pengertian. Ini mulai dirasakannya sejak anak keduanya lahir. Tanggung jawab mengasuh kedua anak yang masih kecil hanya ditanggungnya sendiri. Sementara suami selalu berdalih kerja, kerja, kerja.

“Apa pekerjaan rumah hanya ditanggung istri sendiri?,” tanya Nana pada diri sendiri berharap suaminya mengerti dan mau membantu dirinya di rumah.

Sejak pagi, Nana harus mengganti popok kedua anaknya, memandikan, menyiapkan sarapan, dan mengiyakan perkataan anak-anaknya. Di depan muka anaknya, Nana selalu menampilkan senyum bahagia, meski dalam hati, ia ditelan kesedihan.

Waktunya habis untuk mengurus anak-anaknya. Siang hari, saat si sulung pulag sekolah, ia mengajak Nana bermain. Anaknya sudah tidak mau lagi tidur siang seperti dulu. Hasilnya, ibunya tambah lelah, tidak memiliki waktu sendiri untuk bersantai dan memanjakan diri.

Nana menyadari betapa lelah jadi ibu. Tidak seindah bayangan yang ditampilkan sinetron atau majalah perempuan.

Sedihnya makin berlarut sebab suami jarang membantu dan mendengarkan cerita-ceritanya. Nana sudah pengin marah tetapi mengurungkan niatnya. Ia hanya tak ingin membuat suasana rumah tangga kacau karena ada pertengkaran. Apalagi ada anak-anak, ia sangat menghindari pertengkaran di hadapan anak-anaknya.

Jika suami di rumah, ia hanya bicara seadanya tanpa mengerti betul perasaan Nana. Suaminnya memang tak mengerti sama sekali apa yang Nana rasakan.

“Jahat banget dia, enggak ngertiin istri sama sekali,” kata Nana.

Nana berada di ambang depesi. Perasaannya bercampur baur tidak jelas apa yang diinginkannya. Mungkin hatinya akan bertambah sedih.

Bagaimanapun, peran suami sangat dibutuhkan. Nana tidak akan merasa galau kalau saja suaminya mau mengerti dan memberi perhatian, juga bantuan atas pekerjaan-pekerjaannya. Hidup boleh berat, tapi selama ada orang yang dicintai di samping kita, semua baik adanya.

Tapi tidak dengan suami Nana. Keinginan memiliki suami yang romantis dan mau membantu hanyalah angan belaka. Bahkan mencuci bajunya sendiri saja tidak mau, ini membuat Nana makin kesal.

Suatu hari, anak keduanya sakit demam. Badannya panas dan Nana tak bisa membawanya ke rumah sakit. Jaraknya terlalu jauh untuk ia tempuh sendirian. Nana tak tega melihat anaknya kesakitan. Matanya basah melihat wajah si kecil yang kesakitan.

Ia telpon suaminya namun tak diangkat sama sekali. Ia coba lagi hingga tujuh kali namun tak ada jawaban. Nana menyerah. Dalam kondisi genting, suami yang tidak mengangkat telpon istri sampai tujuh kali sudah cukup membuatnya sakit hati.

Nana meminta bantuan tetangga untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Beruntung sekali, sampai di sana si kecil langsung dirawat.

“Suamimu di mana?,” tanya tetangga sesampainya di rumah sakit.

Pertanyaan itu membuat hati Nana semakin sakit. Bagaimana mungkin dalam keadaan seperti ini sang suami masih sibuk dengan pekerjaan. Apa dia tidak sadar betapa gawatnya kondisi ini. Kalau sampai terjadi apa-apa, suaminya orang yang paling pantas disalahkan.

Seperti semua istri yang marah, Nana marah besar pada suami malam harinya. Ia tidak peduli lagi dengan dampak yang akan ditimbulkan setelahnya, yang ia tahu, suaminya sudah kelewat batas.

Hubungan Nana dengan suami makin merenggang. Kita hanya bisa berdoa agar keduanya kembali akur dan harmonis seperti sedia kala.

Baca juga: Mah, Mengurangi Muka Galak Itu Lebih Berharga dari Membelikan baju Mahal Buat Anak

Baca juga: Jangan Ngawur Boncengin Anak, Apalagi Kalau Seperti ini

 

Dari kisah di atas kita tahu, suami Nana adalah seorang yang egois dan tidak bertanggungjawab atas keluarga. Semua ini berawal dari masalah sehari-hari, yaitu suami yang tidak mau membantu pekerjaan istri di rumah.

Kalau saja suami Nana kerap berbagi pekerjaan, pastilah Nana merasa hidunya tidak sepi. Meski lelah, ia tahu ada seseorang yang selalu siap diminta bantuan. Ia mau mencurahkan tenaganya untuk mengurangi rasa letih Nana. Sayang, suaminya terlalu cuek pada Nana.

Terutama buat istri yang telah jadi ibu. Mngurus rumah dan anak setiap hari dari pagi sampai malam tentu sangat melelahkan. Tidak ada libur pula seperti pekerja kantoran. Pekerjaan ibu itu sepanjang waktu tanpa jeda.

Kalau suami mau menggantikannya sebentar, pasti ada waktu beristirahat buat Nana. Memang siapa yang enggak butuh istirahat?

Semua orang butuh istrahat termasuk ibu rumah tangga. Istrihata bukan berarti melalaikan beban rumah tangga, sebab istrahatnya istri ya ketika suami mau membantu.

Jadi, suami, jangan pernah cuek melihat istri yang sibuk di rumah. Bantulah dia sebisamu. Toh istri tidak akan menuntut yang aneh-aneh seperti bikin sambel tomat. Tidak. Paling minta dimasakin air atau bersihin lantai.

Lebih keren lagi kalau suami mau bantu ngurus anak, seperti memandikan, mengganti popok, menemani bermain, menemani sebelum tidur, dan menyuapinya. Tapi suami seperti itu, berapa banyak ya di dunia ini?

Kalau suami model Nana tadi, paling negliatin aja waktu istri lagi kerja. Istri ngepel ruang tamu, suami hanya duduk di kursi sambil minum kopi. Dikiranya istri pembantu? Bukanlah, istri adalah teman hidup, teman berbagi lelah dan tawa.

Karena istri adalah teman berbagi dan tertawa, maka seharusnya suami ikut membantu mengerjakan tugas rumah kalau istri sedang sibuk. Itu baru suami keren yang pantas disayang istri.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here