Bertaubatlah, Suami! Saat Kalian Keluyuran Malam-Malam, Istri Cuma Gigit Jari di Rumah

0
1982
suami harus sayang istri

Ini kisah yang bisa saja terjadi dalam setiap kehidupan rumah tangga. Ini kisah adalah kisah yang tidak hanya bagus untuk dijadikan script sinetron, tapi juga kisah yang benar-benar terjadi.

Sebut saja nama tokohnya adalah Erna dan Anton. Sepasang suami istri yang usia pernikahannya masih seumur jagung.

Jadi, begini awal mula kita langsung ke T.K.P!

Erna sangat kesal dengan kebiasaan suaminya keluar malam-malam. Suaminya, Anton, suka keluyuran selepas kerja. Pulangnya sampai tengah malam bikin Erna dongkol setengah mati. Rasanya kayak diduain sama suami sendiri.

Gimana enggak? Anton lebih suka ngobrol sama teman dari istri sendiri.

Malam itu, saat Anton pulang jam 23.30. Saat membuka pintu, Erna sudah menunggunya di ruang tamu.

“Kamu dari mana, Mas?” tanya Erna.

“Habis nongkrong sama temen, biasa,” jawab Anton menjawab santai. Itu ia lakukan agar istrinya tidak marah.

Tapi ternyata tak mempan. Erna yang tadinya berparas ayu nan lembut, tiba-tiba berubah jadi singa betina. Ia memarahi suaminya. Anton yang tahu tabiat istrinya saat marah ia tak bisa dibantah, hanya bisa diam dan menunduk. Pasrah.

Bukan hanya sekali Erna merasa kesal dengan kebiasaan suaminya ini. Ia memang tahu Anton suka nongkrong sejak masih muda dulu. Tapi dikiranya kebiasaan buruk ini akan hilang setelah menikah, ternyata ia salah.

Anton keluyuran selepas kerja. Pulang kantor, ia bersama teman-temannya menentukan titik bertemu untuk membicarakan banyak hal. Pekerjaan, hobi, sampai sepak bola.

Tentu saja Erna sudah berulangkali menasehati Anton. Tapi usahanya selalu sia-sia. Pada beberapa rumah tangga, masalah terbesar adalah kebiasaan nongkrong suaminya.

Lingkungan kerja yang padat dan jaringan pertemanan yang luas kerap membuat seseorang harus nongkrong sampai malam. Cara demikian mungkin dianggap lumrah bagi suami seperti Anton, padahal tentu saja tidak.

Begitulah cerita Erna. Apakah hal itu juga terjadi dalam rumah tangga Bunda?

Nasehat untuk para suami, setelah menikah, baiknya suami mementingkan istri daripada teman-temannya. Istri menunggu di rumah sendirian sambil menunggu kepastian kapan suaminya pulang ke rumah. Tapi mungkin suami enggak memikirkan istri yang sedang galau di rumah sendirian.

Banyak laki-laki yang meninggalkan kebiasaan nongkrongnya usai menikah. Awalnya mungkin karena dimarahi istri atau sudah ada berantem besar. Beberapa bertaubat karena ingin menemani istri sepanjang waktu.

Dari pagi sampai sore udah kerja, masak malem hari masih nongkrong di luar sama temen. Lah waktu buat nemenin istrinya kapan?

Perilaku keluar malam dapat meyakiti hati istri. Dalam kamus wanita, tidak ada hal paling menyakitkan selain diduakan. Dan nongkrong ini seperti menduakan istri lho.

Terkutuklah para suami yang milih nongkrong daripada nemenin istri. Tradisi nongkrong sampai malam harus mulai dihilangkan, diganti nongkrong sama istri.

Memang sih, nongkrong itu jadi kebutuhan kaum adam. Mereka juga sama kayak kaum ibu, butuh ngumpul sama temen-temennya buat ngobrol beerbagai hal. Kalau dilarang banget malah bikin dia enggak mood nanti.

Jadi yang diperlukan adalah menemukan jalan tengah buat suami dan istri. Misal hanya boleh nongkrong seminggu sekali atau mengundang teman-temannya ke rumah saja. Mending begitu, jadi istri juga bisa ngawasin suami.

Hal lain yang tak kalah penting adalah istri juga perlu keluar menemui teman-temannya. Ingat, nongkrong mungkin kebutuhan suami untuk bersosialisasi. Jika istri juga suka bersosialisasi, mungkin dia akan mengerti betapa pentingnya pertemuan itu.

 

Baca juga: Kalau Istri Suka Cemberut, Itu Tanda Dia belum Bahagia. Baca Tanda Istri Bahagia Lainnya…

Baca juga: Meski Ada Saja yang Nyinyir, Saya tetep Bangga Jadi Ibu Rumah Tangga

Potret keluarga bahagia itu terdiri dari seorang suami yang bekerja  di pagi hari, pulang sore hari, dan menghabiskan malam bersama istri di rumah sendiri.

Coba cek berapa jam sebenarnya para suami menghabiskan waktu bersama istrinya? Sebenarnya waktunya sangat singkat. Berangkat pagi, pulang sore, lalu saat malam paling pol mungkin cuma 3-4 jam. Sehabis itu tidur. Maka kebersamaan suami istri sebenarnya hanya singkat. Sangat singkat.

Suami adalah seorang laki-laki yang biasanya sulit mengatur waktu sendiri. Meski sudah tahu kerja pagi, tapi malemnya tetap begadang. Hasilnya, pagi-pagi dia ngantuk.

Buat para istri, anggap suami demikian, ya. Dia enggak pintar mengatur waktu,maka istri seharusnya berperan mengatur waktu suami, termasuk galak pada ketidakdisiplinannya. Kalau nongkrong sampai malem jangan lupa dikasih  tahu biar cepet pulang.

Baca juga: Ini Lho Baik-buruk Iming-Iming pada Anak

Selain itu, saat suami pulang malam sebaiknya memang hindari langsung ngomel dan marah-marah. Tapi -walau dengan hati jengkel- sambutlah suami dengan senyuman yang tulus dan kata-kata yang menyenangkan. Jangan membuka pembicaraan yang menyalahkan suami, karena bisa jadi suami sedang capek dan letih.

Setelah itu carilah waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Ingatkan tentang betapa bahagianya masa-masa awal-awal dulu. Sebisa mungkin buatlah jadwal kegiatan, kapan harus piknik bareng. Kapan harus melewatkan waktu bareng. Buatlah jadwal kegiatan yang simpel-simpel, misalnya nonton bareng atau sekadar jalan-jalan pagi.

Kalau hal itu sudah dilakukan, trust me! keharmonisan rumah tangga, Insya Allah, akan selalu terjaga dan makin romatis.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here