Betapa Bahagianya Memiliki Anak, Syukuri dan Jangan Sia-siakan Dirinya

Betapa Bahagianya Memiliki Anak, Syukuri dan Jangan Sia-siakan Dirinya

Bagaimanapun merepotkannya seorang anak, dia lebih banyak memberi dibanding meminta. Berkat kehadiran anak, pernikahan terasa lebih membahagiakan. Kini ada seorang bayi mungil yang membuat hari-hari terasa lebih indah dibandingkan sebelumnya. Berkat kehadiran si kecil, pernikahan menjadi sempurna.

Kita harus mensyukuri anugrah indah dari Tuhan ini. Tidak semua pasangan suami istri dikaruniai anak yang menggemaskan. Ada yang sudah menikah selama lima tahun dan belum memiliki anak. Ada juga yang tak memiliki anak sepanjang pernikahan. Bersyukurlah dan besarkan anak dengan sebaik-baiknya.

Jangan biarkan anak terabaikan karena alasan apapun. Anak terlalu berharga untuk diabaikan oleh orangtuanya.

Sungguh, mengabaikan anak adalah tindakan buruk yang tak patut dicontoh. Bagaimana mungkin, Ibu dan Ayahnya mengabaikan anak yang telah ditunggu kehadirannya sejak dulu.

Sementara banyak pasangan yang sudah berusaha sebisa mungkin untuk memiliki buah hati. Segala program kehamilan dijalankan, tetapi memang belum saatnya memiliki.

Ayah dan Bunda, jika kalian mulai tidak perhatian lagi pada anak, sadarilah, bahwa anak adalah sumber kebahagiaan. Kehadirannya bisa mengubah suasana rumah tangga jadi lebih hangat.

Memang terkadang anak bandel, nakal, banyak meminta ini itu, rewel, menangis, bikin capek, tapi itu semua lebih sedikit dari kebahagiaan yang ia berikan.

Pasangan yang memiliki anak memiliki motivasi tinggi untuk membuat masa depan lebih baik. Keduanya akan menua, tetapi anak adalah harapan masa depan. Dia harus jadi lebih baik dari kedua orangtuanya.

Setelah berusia empat puluhan, dunia ini tidak lagi terlalu penting. Kita tahu manusia tak dapat hidup selamanya. Kerja keras dibutuhkan, tetapi semua itu akan hilang bersama kematian.

Tapi pandangan itu berbeda jika memiliki anak. Kita tahu anak baru tumbuh besar. Dia membutuhkan banyak dukungan sampai dewasa kelak. Otangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan itu membutuhkan banyak pengorbanan.

Pasangan yang memiliki anak termotivasi untuk bekerja lebih giat demi anaknya. Setelah menjadi ayah dan ibu, mereka tahu tujuan utama dari bekerja. Bukan demi diri sendiri, melainkan demi penerus keluarga yang akan membuat nama kedua orangtuanya harum. Sebab anak berhasil.

Sejak punya anak, suasana rumah jadi ramai dan hangat

Coba ingat-ingat lagi, betapa berbeda suasana rumah usai si kecil lahir. Dulu hanya ada suami dan istri. Sesama orang dewasa tak bisa bermain mobil-mobilan dan tertawa lepas seperti bayi.

Setelah anak lahir, di rumah ada yang menangis, tertawa lucu, dan suasana rumah berubah jadi ramai. Sewaktu masih bayi, orangtua begitu senang mengamati setiap hal baru pada bayi. Mulai dari tumbuh gigi, bisa merangkak, bisa berjalan, dan mulai memanggil ayah dan ibu.

Setiap tahapan yang dilalui bayi adalah kebahagiaan tersendiri yang hanya dirasakan pasangan yang memiliki anak.

Bahagia itu saat melihat anak bisa melakukan hal-hal baru. Setiap tahap menimbulkan rasa bahagia. Anak membuat suasana rumah jadi ramai dan hangat. Rasanya, di rumah selalu ada hal baru yang membuat bahagia.

Karena kehadiran anak, ayah dan ibu jadi lebih semangat pulang ke rumah usai bekerja.

Hal paling menyenangkan adalah bersama anak. Bekerja sejauh apapun, terus saja memikirkan rumah. Pulang ke rumah terasa menyenangkan sebab sebentar lagi akan bertemu dengan anak tercinta.

Tidak sedetik pun terlewat tanpa memikirkan anak. Sedang apa di rumah? Sudah makan atau belum? Sudah mandi atau belum?

Berbagai pertanyaan tentang anak menggelayuti pikiran. Pulang ke rumah terasa membahagiakan. Ingin makan bersama anak, ingin menemani anak sebelum tidur. Ayah dan Ibu jadi lebih betah di rumah deh.

Setelah memiliki anak, pernikahan terasa sempurna. Lengkap sudah hidup ini. Menikah, lalu menjadi ayah atau ibu bagi anak-anak.

Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki penerus. Tidak lengkap rasanya sebuah pernikahan tanpa anak. Anak yang akan mewarisi kebaikan-kebaikan orangtuanya. Dialah penerus keluarga yang kelak akan mewarisi segalanya.

Semua usaha keras yang orangtua lakukan akan berujung pada muaranya. Anak akan melanjutkan. Pernikahan terasa sempurna.

Meski keadaan ekonomi masih sulit, adanya anak membuat keluarga terasa lengkap.

Anak membuat pernikahan menjadi sempurna. Sungguh, menjadi ayah dan ibu adalah sebuah pencapaian yang dinantikan semua pasangan suami istri. Indah sekali memiliki anak.

Maka syukurilah. Mari bahagiakan anak sebaik mungkin yang kita bisa.

Comments

Close Menu