Dahsyatnya Efek Pelukan Bagi Anak, yang Tak Banyak Disadari Ibu…

Dahsyatnya Efek Pelukan Bagi Anak, yang Tak Banyak Disadari Ibu…

Berapa kali Bunda memeluk anak setiap harinya?

Satu kali? Setelah anak bangun tidur? Sebelum anak berangkat sekolah? Atau cuma saat anak rewel dan menangis?

Hemm.. yuk, lebih sering meluk anak yuk..

Kenapa? Ternyata memeluk anak banyak manfaat positifnya lho…

Tahukah Bunda bahwa kegiatan memeluk yang sederhana, mudah, gak bayar ini ternyata mampu memberikan efek dalam tumbuh kembang seorang anak. Dan efeknya gak main-main lho, pelukan ternyata berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak sejak dini.

Iyakah? Iya, Bunda. Betul. Saya kutip dari berita salah satu media terpercaya, bahwa pelukan yang diberikan kepada anak bukan sekadar bentuk ungkapan rasa sayang saja. Lebih dari itu, pelukan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh ternyata bisa ikut membentuk karakter anak sejak dini.

Pelukan lebih efektif dari pada pujian dan ucapan sayang karena anak merasa dicintai dan dihargai bukan karena mereka telah melakukan sesuatu, tetapi karena mereka apa adanya.

Penelitian klinis dan psikologis menunjukkan bahwa pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, merangsang produksi hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang dan bahagia.

Dan tidak hanya pelukan seorang ibu, pelukan seorang ayah juga tak bisa diabaikan. Umumnya kan yang sering meluk anak itu ibunya, kalau ayahnya kan lebih sering meluk ibunya tho.. eh. 😀

Nah, menurut psikolog, namanya Melly Puspita Sari, seorang ayah yang sering memeluk anaknya, tanpa disadari berarti ia telah mentransfer kemampuan kemandirian. Figur seorang ayah yang bertanggungjawab dan tangguh merupakan karakteristik yang bisa ‘menular’ juga pada anak.

“Karena laki-laki mentransfer aspek-aspek yang sifatnya berani terhadap figur otoritas di luar. Yang dekat dengan bapaknya, biasanya lebih tangguh di luar,” jelas Mbak Melly.

Sementara pelukan ibu, melanjutkan penjelasannya Mbak Melly, mengajarkan anak untuk jadi pribadi yang lebih lembut. Tidak selalu berarti menjadikan anak cenderung bertutur kata halus, bersuara pelan atau berperilaku lembut terhadap setiap orang. Tapi lebih kepada membentuknya jadi seseorang yang lebih peduli kepada orang lain.

Nah tahukah Bunda, bahwa ibu yang suka memeluk anak bisa mentransfer figur ibu yang penuh empati. Lembut.

Lalu, sebenarnya seberapa sering anak harus dipeluk? Hemm.. tidak ada jawaban pasti sih soal ini.

Namun menurut penelitian seperti yang tercantum dalam buku “The Hug Theraphy,” pelukan pada anak maupun orang dewasa idealnya diberikan 2-13 kali sehari. Tapi bagi Bunda, gak perlulah untuk menghitung jumlah pelukan itu. Karena yang penting jangan lupa untuk memeluk anak setiap hari.

Selain itu juga yang penting adalah kualitas pelukan itu, bukan sekadar kuantitas saja lho..

Berikan pelukan yang tulus saat Bunda dan anak sedang bersantai, mengobrol setelah ayah atau ibunya pulang kerja atau menjelang tidur. Pelukan erat dan hangat, sambil membelai rambut atau mengelus punggung juga bisa dicoba agar hasilnya lebih efektif.

Lalu, sudah tahu cara memeluk anak dengan baik dan benar?

Ya, memeluk anak juga ada tekniknya lho.

Pertama, berlutut ana menunduk sehingag tinggi Bunda sama dengan tinggi si kecil.

Lalu, dekap si kecil dengan kedua tangan menyelimuti seluruh tubuhnya, sehingga dadanya menyentuh dada orang tua. Dan lakukan selama 3-20 detik yaa… Jangan terlalu pendek, tapi juga jangan terlalu lama. Yang pas.

Sudahkah Bunda memeluk anak hari ini? Yuk, lakukan pelukan itu sekarang.. 🙂

Kalau pelukan mampu memberikan banyak manfaat bagi anak, vitamin ini juga bisa membuat anak makin lahap makan, makin sehat, dan gampang sakit lho. Baca aja disini kalau penasaran.

Cara Agar anak lahap makan.

Happy parenting yaa.. ^_^

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu