Hanya Seorang Ibu yang Bisa Begini

0
173
Modern multi-tasking housewife with multiple hands

Masak sambil gendong bayi, sambil nyusuin, sambil updet status bbm…. bisaaaa. Telponan sambil main candy crush saga sambil nonton korea (sok-sokan drakor, asline uttaran)…..keciiiilll.

Rebus air buat mandi bayi, sementara nunggu air panas beresin tempat tidur yg abis dipake perang-perangan duo balita, sambil whatssapan ngomongin harga cabe, rio haryanto, sby vs jokowi hingga demo supir taksi…. sangguup.

Kadang fisiknya masih di depan kaca -sambil nyisir rambut yg dua hari udah gak disisir- tapi pikiran sudah jauh mengembara meninggalkan si raga….

Habis ini masak nasi, ngucekin popok mumpung bayi tidur, jangan lupa sms tukang galon buat anterin galon, beli pulsa listrik, jemur dan lipet cucian, benerin genteng bocor, nyari kayu bakar di hutan, zzzzz….. dst dst dst.

Saking banyaknya tab pikiran yang dibuka, banyak hal yang menjadi tak optimal. Pas masak nasi, lupa rice cooker gak dicetekin. Ketauannya waktu mau nyuapin bocah, buka magic com, dan menemukan beras yang belom berubah wujud.

Pas itu pula pas bayi udah bangun dari tidur setengah jamnya dan mulai owek2 manja . Diiringi backsound “mah udah laper banget nih”, si mama buru2 ke kamar buat ambil bayi sambil bilang “tunggu bentar lagi yaa”….

Karena buru-buru kaki tak sengaja kecocok printilan mainan yang terserak di lantai. Terpaksa berhenti sejenak buat….. marah-marah dulu. Wkwk

Dan Semua itu terjadi di satu waktu, bersatu padu. Menghasilkan orkestra yang sungguh syahdu *mode lebay diaktifkan…..

Itulah sebabnya ibu-ibu seharusnya minum aqua 2x lebih banyak dari bapak-bapak biar gak kaya si cinta yang gagal ngenalin rangga di bandara setelah 14 tahun penantian panjangnya karena lupa minum aqua (bukan iklan).

Kemultitaskingan ibu itu gawan bayi (dari sononya-terkait dengan struktur otak) dan merupakan salah satu kelebihan wanita. Hamdalah dikasih anugrah berupa kemampuan multitasking oleh Gusti Allah. Apa jadinya kalo ibu2 gak punya kemampuan itu? Niscaya 24 jam sehari takkan cukup untuk menyelesaikan kerjaan rumah tangga yang segambreng tanpa ujung pangkal itu.

Meski begitu, multitasking yang terus-terusan tanpa jeda rentan menghadirkan stress tingkat dewa. Komputer aja perlu direfresh, sama halnya dengan multitasking Ma, perlu direfresh juga biar gak gampang eror. Salah satu cara merefreshnya adalah dengan mengoptimalkan peran para bapak, selain piknik dan selfi tentu saja.

Bersabarlah wahai bapak saat malam tiba mendadak istrimu bete dan uring-uringan. Karena energinya sudah terkuras habis untuk hal-hal runsing seperti cerita di atas.

Tinggallah lelah yang tersisa. Cukup sediakan telinga untuk mendengar keluh kesahnya dengan sabar. Sediakan bahu lebarmu untuk bersandar. Berilah dia waktu jeda sesaat untuk rehat. Sekali2 kasih surprais istri dengan bikinin indomih telor pake cengek sama es milo, atau beri dia waktu meluruskan punggung sambil mbaca novel kesukaannya dengan tenang tanpa rengekan balita-balita itu.

Sungguh itu hadiah yang lebih berharga dibanding dikasih LM 5 gram (bo’ooong)

Buat bapak-bapak yg LDRan , cobalah jangan hanya nanyain kabar anak-anak tok, tanyakan juga kabar ibunya anak2, masih ‘waras’ kah Ma?

Ciptakanlah pembicaraan yang berkualitas setelah seharian ia hanya bisa ngobrol dengan balita.

Kalo pas pulang, sesekali gantikanlah tugasnya ngurus urusan rumah tangga. Sepiring nasi goreng dan segelas teh hangat bisa menjadikan harinya bersemangat. Biarkan ia tidur sedikit lebih lama, atau beri kesempatan dia untuk memainkan gitar berdebunya dan meluapkan emosinya melalui nyanyian sumbangnya. *eaaa curcol

Jadi para bapak, bantulah para ibu untuk bisa bermultitasking dengan sehat demi kesehatan jiwa istri, karena sungguh multitasking itu sangat menguras energi dan mengaduk-aduk emosi

.

.

.

Oleh: Mama Yoanita Astrid

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here