Ibu, Jangan Suka Marah Sama Anak Yaa..

Ibu, Jangan Suka Marah Sama Anak Yaa..

Sedari dulu, ibu yang suka marah-marah pada anak akan menjadi ibu yang tak disayangi oleh keluarga. Ini sudah menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Betul gak? ^_^

Coba deh lihat sinetron-sinteron kita itu (walaupun sebenarnya saya menyarankan agar ibu-ibu mbok jangan terlalu banyak nonton sinetron deh…), pasti tokoh antagonis seorang ibu punya ciri khas satu hal: dikit-dikit marah.

Dikit-dikit main tangan sama anak. Dikit-dikit, membentak-bentak sampai keliatan urat lehernya. Dikit-dikit ngamuk-ngamuk.

Anak bandel dikit, langsung membentaknya. Anak gak mau makan, malah ibunya marah-marah. Duh, anaknya jadi tambah gak mau makan dong.. 😀

Padahal ada cara yang lebih baik lho kalau cuma mau buat anak lahap makan. Coba lihat di link ini aja caranya Agar Anak Lahap Makan

Bunda..

Coba deh, perhatikan juga kasus-kasus kekerasan yang marak terjadi saat ini. Mereka juga punya ciri yang sangat menonjol juga yaitu SUKA MARAH pada anak, walaupun anak itu masih balita.

Duh… yang sabar yaa Bund…

Menjadi seorang ibu memang tak mudah kok…. Semua wanita juga pasti setuju dengan hal itu. Banyak hal yang mesti dilakukan oleh seorang ibu, ada sekian tanggung jawab berada di pundak ibu. Ini yang menyebabkan seorang ibu kadangkala mendapatkan stres yang luar biasa.

Saking beratnya stres itu, seorang ibu, kadangkala kebablasan dengan memukul atau memarahi anak dengan kata-kata kasar. Hiks.. sedih rasanya…

Tahukah Bunda, bahwa menurut Matther McKay, Ph.D, seorang psikolog dari luar negeri, “Penelitian mengungkapkan bahwa orangtua yang terlalu banyak mengekspresikan kemarahan di depan anak, akan menyebabkan anaknya memiliki jiwa yang kurang empati. Anak akan menjadi lebih agresif dan tertekan, bersikap buruk di sekolah. Kemarahan orangtua akan merusak kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia.

McKay juga mengatakan bahwa marah sebenarnya wajar, namun yang terpenting adalah bagaimana cara agar anak bisa menangkap pelajaran penting dari kemarahan Ibu.

Lalu gimana caranya agar Ibu tak mudah marah sama anak yang kadang bandel..? Saya rangkumkan dari pendapat para ahli yaa Bu… Disimak dong… 😀

Pertama, Sandra P. Thomas, PhD, Professor dari University of Tennessee mengungkapkan, “Saat merasa marah, cobalah untuk memvisualisasikan anak-anak kembali menjadi bayi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa anak-anak (balita atau remaja) tidak lagi menggemaskan seperti bayi. Bahkan mereka cenderung bisa sangat menjengkelkan. Oleh karena itu, membayangkan anak-anak saat bayi bisa membuat emosi Ibu jadi reda dan berpikir lebih baik.

Kedua, Jangan mudah terpancing dengan kemarahan. Jika merasa kesal dengan anak-anak, ambillah waktu untuk beristirahat.

“Anda bisa mengambil waktu istirahat dan keluarlah dari ruangan itu. Bahkan walau hanya 1-2 menit saja,” papar psikolog, Laura J. Petracek, PhD, penulis The Anger Workbook for Women. Kuncinya adalah memberi jarak literal dari situasi penuh kemarahan dan memulihkan rasa tenang.

Ketiga, Kalau emosi sudah tak bisa terbendung lagi dan harus berakhir dengan kemarahan, maka jangan menyalahkan anak dan menjadikan mereka alasan sebagai pemicu emosi. Jangan ragu untuk meminta maaf setelah membentak mereka.

“Katakan saja bahwa Anda sangat kecewa dengan kecerobohan mereka, namun Anda tak seharusnya membentaknya seperti itu,” saran Sandra Thomas.

Tetapi, jangan berlebihan saat meminta maaf karena ini akan membuat anak merasa jadi korban Ibu. Ibu hanya perlu berjanji untuk mencoba yang terbaik dan tidak melakukannya lagi, asalkan si kecil juga tidak mengulang kesalahannya. Hibur anak secukupnya dan lanjutkan aktivitas.

Semoga cara diatas bisa membuat kita semua menjadi orang tua yang lebih baik yaa Bunda.. ^_^

.

.

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persembahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.