Ibu Milenial Itu Bisa Dapat Uang di Waktu Luang Bukan Malah Ninggalin Utang

0
167
Ilustrasi
Ilustrasi

Banyak sekali orang bilang jika saya adalah istri beruntung yang bisa menjadi istri dari Mas Pram. Hidup di rumah dengan fasilitas rumah tangga yang berkecukupan, kerjaannya tinggal mengurus anak, itu saja. Tapi pasti masih ada saja tukang rumpi dari pinggir gedung yang ngomongin tentang saya dan bikin tidak enak didengar.

“Wajar saja jika mbak Ayu cantik, kulit bersih, sebab tidak pernah kena matahari, wong kerjaannya di rumah terus kok,” begitu beberapa kalimat yang kerap saya dengar, sebenarnya masih ada yang lainnya namun tak perlu disebutkan khawatir malah menyinggung nantinya. Jadi cukup ucapan saya cantik saja ya, he he..

Ampun deh bunda, betapa panasnya telinga saya, pas obrolan itu ditujukan untuk saya. Saya langsung sakit hati, saya hanya bisa mencurhatkan semuanya pada sang suami perihal gosip tetangga pada saya. Spontan saya minta kerja di luar saja dari pada harus mengurus rumah, walaupun sebenarnya hati saya tidak menghendaki itu.

Ceritanya begini, saya hidup di perumahan yang penghuninya semua pekerja keras di mana suami maupun istrinya berkarir. Walaupun sebenarnya saya juga demikian, tapi tetap ada bedanya. Saya lebih tahu perkembangan bisnis online yang bisa dikelola di rumah, sementara ibu-ibu lain di luar sana mungkin banyak yang masih terpaku dengan pekerjaan kantor dan lokasi kerja yang ditempuh melalui perjalanan.

Sebenarnya saya pun sudah mengalaminya. Tapi jujur saya jenuh dan bosan karena pulang  dan berangkat kerja harus tergesa-gesa, ditambah lagi dengan macetnya jalanan yang memaksa saya harus menghisap secara pelan-pelan polusi bus dan motor.

Alasan yang paling mendasar kenapa saya harus di rumah dan menghabiskan waktu luang, tidak lain karena saya hanya ingin menemani proses tumbuh kembang anak, sambil lalu menjadi blogger dan endorser sebagai bentuk tambahan pemasukan keluarga.

Hal yang paling saya sesalkan dari banyaknya gosip ibu-ibu zaman X ini karena mereka merasa sok tahu dengan kondisi sekarang. Inginnya bergaya hidup milenial, tapi hobi menggosip. Padahal harusnya ibu-ibu milenial itu lebih kreatif di mana waktu luangnya justru bisa menghasilkan uang. Bedanya dengan dengan beberapa ibu zaman X banyak waktu luang pasti banyak utang.

Ibu milenial menurut saya adalah tipikal istri dambaan masa depan, karena ia bisa menciptakan waktu senggang tanpa hutang, bisa mengurus anak dengan baik, dan menambah penghasilan keluarga. Namun itu dianggap masih kurang, sehingga hal inilah yang perlu menjadi penyebab obrolan tetangga tentang saya.

“Jangan hiraukan sayang,” kata suami sembari mendekap saya dengan hangat di sofa saat menonton televisi di ruang keluarga waktu itu.

“Tapi aku merasa tidak nyaman saja, padahal ya, aku tuh pengen anak kita bisa hidup teratur dan ibunya selalu bisa menemani setiap saat,” jawab saya.

“Iya papa tahu sayang, papa mengerti maksud mama, cuekin saja,” balasnya lagi.

“Karena papa tidak bisa merasakan sendiri sih, kan perempuan biasanya begitu semua yang dirasakan selalu dimasukkan ke hati,” kata saya sambil sedikit memonyongkan bibir.

“Mama harus tahu kenapa terkadang banyak orang selalu merasa iri pada orang lain? Karena ia merasa orang lain lebih baik daripada dirinya. Walaupun kita juga sama, sama-sama harus bekerja, memikirkan masa depan anak kita,” ujarnya lembut

Apa yang dikatakan mas Pram juga ada benarnya. Saya harusnya bisa bersikap biasa saja, saya harus lebih fokus merawat anak saya, konsisten setiap harinya memberikan susu dan mengontrol perawatannya setiap waktu.

Untungnya anak saya tidak terlalu rewel dari semenjak lahir. Di usianya yang menginjak lima tahun, saya memberikannya madu anak ikan sidat sejak umurnya setahun yang dibeli lewat media online. Sejak itulah ia menjadi anak yang tumbuh lahap makan dan lebih terampil dibanding anak lainnya.

Adapun kerjaan saya sendiri selain ibu rumah tangga, saya menjadi blogger rumahan yang selalu bercerita banyak hal tentang rumah.  Suami, anak, masak, dan tentang nyuci baju. Hal itu bisa malah bisa mendatangkan uang jutaan rupiah, lain lagi ketika ada endorse yang membutuhkan jasa si kecil dan saya diminta untuk buat ceritanya.

Bayangkan ya bunda, menjadi endorser hanya bermodal foto anak dan bisa dapat produk gratis, kadang juga ada yang mau bayar di IG. Jangan tanya blog saya, banyak sekali orang mau mengiklankan prouduk yang datang begitu saja tanpa harus diminta. Perbulan saja, bisa sampai Rp 5 juta, bahkan pernah sebulan Rp 10 juta jika banyak permintaan.

Semoga saya bisa terus menjadi bunda yang hebat dan milenial ya, daripada gosip lebih baik curhat saja di blog, insya Allah akan lebih bermanfaat.

 

Ibu Ayu-Jakarta

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here