Ibu, Sudah Tahu Empat Jenis Tangisan Anak Ini…?

Ibu, Sudah Tahu Empat Jenis Tangisan Anak Ini…?

Bagaimana suara anak yang menangis? Mungkin kalau ditulis cuma sekadar “ooeeekk… ooeeekkk… “ atau bisa juga ditulis “hikss… hiksss.. huuu… hikss…”

Tapi tulisan tidak mampu merangkum suara. Padahal tangisan anak itu sangat berbeda dan perbedaannya bisa dilihat dari suaranya lho..

Bagi sebagian orang, kalau anak menangis mungkin akan terdengar sama. Tapi aku rasa setiap ibu bisa membedakan suara tangis anak. Mana anak yang menangis karena ngompol, karena lapar atau karena sedang takut.

Dapatkah Bunda membedakan suara tangis anak?

Setidaknya tangisa anak, menurut Rosa Listyandari, penulis buku parenting, dapat dibedakan menjadi beberapa macam lho. Yaitu tangisan sedih, sakit, manja, pura-pura dan tangisan menjengkelkan.

Yuk, coba kita bahas satu per satu ya…

Pertama, tangisan sedih.

Bagaimana tangisan anak yang sedang sedih? Umumnya anak yang sedang sedih biasanya tangisannya sesenggukan dan sulit berhenti. Air matanya keluar. Semakin sedih anak, maka semakin deras pula air mata yang mengalir.

Lalu bagaimana cara meredakan tangisan sedih anak?

Bunda bisa membiarkan anak menangis sepuasnya, lalu peluklah dia. Pelan-pelan lalu Bunda bisa bertanya pada anak, apa yang membuatnya menangis. Hiburlah dan besarkan hati anak agar kesedihannya hilang.

Kedua, tangisan sakit.

Suara anak karena sakit biasanya akan menangis sambil memegang bagian yang sakit. Misalnya saja bila sakitnya karena bengkak, atau sebab lain. Bunda bisa memeriksa terlebih dahulu kondisi anak, apakah anak sedang demam atau tidak.

Untuk anak yang menangis karena sakit, Bunda harus memperhatikan dengan lebih serius. Kenapa? karena jangan sampai karena kurang perhatian, tangisan anak makin keras karena sakit yang tidak terhankan. Dan bisa jadi sakitnya bisa makin parah.

Ketiga, tangisan manja.

Menurut Rosa Listyandari, tangisan manja biasanya banyak jedanya dan anak kelihatan merengek-rengek. Bisa pula ada permintaan dan omelan-omelan. Air mata anak bisa jadi tidak keluar, tapi matanya berkaca-kaca.

Meredakan tangisan manja ini, Bunda perlu waspada. Perhatikan apa permintaan anak, ajari anak untuk tidak sedikit-sedikit menangis karena minta sesuatu. Jangan memenuhi semua permintaan anak, tapi saat anak menangis karena minta sesuatu yang itu menurut Bunda baik baginya, bisa sesekali di penuhi.

Keempat, tangisan pura-pura.

Tangisan ini membutuhkan pengamatan yang cermat dari Bunda. Bisa jadi anak yang pura-pura menangis terlihat persis menangis betul. Bisa jadi saat tak ada Bunda di dekatnya, anak malah berhenti menangis dan tertawa.

Mengtahui tangisan ini sulit diketahui. Perlu pengalaman dan jam terbang bagi Bunda untuk mengenali anak yang pura-pura menangis.

Kelima, tangisan menjengkelkan.

Ada satu waktu dimana anak menangis karena meminta barang milik orang lain. Di depan umum pula. Dan masih banyak kejadian lainnya. Hal ini tentu bisa menjengkelkan bagi sebagian para Ibu.

Jangan biarkan anak menangis dengan model begini. Berikan nasehat untuk anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Bisa juga menggunakan hukuman yang mendidik bagi anak.

Begitulah Bunda, kenali tangisan anak agar bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya yaa..

Oh, iya Bunda bisa juga baca tips mendidik anak cerdas sejak dini ini yaa.. 13 Tips Mendidik Anak Cerdas 

Semoga ulasan ini bermanfaat.. ^_^

.

.

Oleh: Rini Kusuma, asal Jogja.

— –

Yuk, follow LINE@ Tutur Mama. Silahkan klik aja disini yaa LINE@ : @TuturMama

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persembahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.