Ini Adalah Kesalahan Dalam Mendidik Anak, Tapi Sering Dianggap Wajar

Ini Adalah Kesalahan Dalam Mendidik Anak, Tapi Sering Dianggap Wajar

Halo, Bunda… ^_^ Semoga keluarga sehat selalu ya…

Bunda, menjadi orang tua memang tidak mudah. Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya. Dan menjadi orang tua adalah proses belajar secara terus menerus.

Selama kita memiliki anak, selama itu pula kita akan menjadi orang tua. Betul apa bener neh..? ^_^

Anak adalah anugerah, sekaligus titipand ari Tuhan yang mesti kita didik dengan sebaik-baiknya. Memang setiap anak akan membawa takdirnya masing-masing, namun pengasuhan orang tua membawa pengaruh yang sangat besar bagi anak di dunia dan di akhirat lho…

Jadi, walaupun ada orang yang berkata, “Ah, itu anaknya si A, Ayah Ibunya gak pernah mendidiknya dengan baik, kok bisa jadi anak yang sholeh dan sukses ya. Coba bila dibandingin tuh sama Si B. Orang tuanya berpendidikan tinggi, tapi kok anaknya malah bandel gitu ya..”

Hemm.. kita pasti pernah mendengar ucapan semacam itu. Memang ada benarnya sih, karena takdir anak juga tergantung pada Allah. Namun jangan lupa bahwa cara mengasuh anak juga menentukan masa depannya lho.

Karena itu, amat baik bila kita sebagai orang tua terus menerus belajar bagaimana cara mengasuh anak yang baik, lalu kita iringi dengan doa yang tak putus-putus demi kebaikan anak-anak kita. Ikhtiar manusiawi kita lakukan, dan ikhtiar doa juga kita lakukan.

Jangan cuma satu ajaa.. tapi juga harus dua-duanya yaa…

Nah, kali ini saya ingin berbagi sedikit informasi nih tentang mengasuh anak.

Ada beberapa hal yang dianggap sebagai sebuah kewajaran namun ternyata hal itu merupakan kesalahan dalam mendidik anak lho Ayah Bunda… Apa saja itu?

Pertama, Sering melarang anak dalam bermain.

Sering banget kan kita berteriak pada anak untuk melarang anak bermain. “Awas!! Jangan lari-lari, nanti jatuh.”

“Awas!! Jangan main tanah!!” atau bisa juga kalimat lainnnya yang intinya melarang anak yang ingin sekadar bermain.

Sebenarnya hal ini merupakan bentuk kekhawatiran kita terhadap anak, namun secara tidak langsung justru kita akan mengahambat perkembangan akal dan otak anak. Lalu apa yang harus dilakukan menghadapi permasalahan tersebut? Dampingi anak saat bermain, cari tempat yang aman agar anak bisa leluasa bermain, biarkan anak berkreasi dengan akalnya.

Kedua, sering menakut-nakuti anak.

“Ssst.. kalau kamu nakal, nanti diculik hantu lho…”

Masih suka menakut-nakuti anak? Duh, sebaiknya mulai saat ini ditinggalkan yaa… Kenapa? Karena menakut-nakuti anak itu malah tak ada gunanya. Anak yang tadinya tidak takut sama hantu, eh tiba-tiba saja jadi takut. Atau bisa juga kita menakut-nakuti anak dengan kata-kata “digigit kucing lho,” “digigit kecoa nanti..” padahal awalnya anak itu pemberani, namun karena seirng ditakut-takuti ia bisa tumbuh dengan kepercayaan diri yang rendah.

Ketiga, selalu menuruti keinginan anak

Kalau Bunda berbuat tersebut, maka BUnda akan mengajarkan anak untuk tidak mandiri. Kenapa begitu? Karena seringnya anda memanjakan anak, maka suatu saat kelak anak dewasa maka akan menjadi anak yang pemalas, tidak mau bekerja keras, dan lain-lain. Mulai sekarang, tururti permintaan anak sekiranya emang itu perlu dan penting buat anak.

Keempat, menasehati anak dengan membentak bahkan memukul

Hadeuuh…. ini juga seringkali dilakukan oleh orang tua. Termasuk kadang kala oleh saya. Duh..

Bunda, untuk anak usia balita, baiknya jangan membentak dan memukulnya. Termasuk juga jangan terbiasa mencubit anak yaa… Cara itu gak efektif untuk menasehati anak yaa.

Malah akan membuat tumbuh kembang anak jadi terganggu. Anak bisa tumbuh dengan rendah diri, takut, dan makin dimarahi bisa jadi kelak ia akan makin melawan.

Nasehati anak dengan kelembutan akan lebih baik, dan justru itu akan membuat anak mengerti apa yang ingin kita sampaikan kepada buah hati kita.

Nah, apakah Bunda masih melakukan hal-hal diatas..? yuk, mulai saat ini kita mulai biasakan untuk menghentikan kebiasaan buruk itu yaa… Sesuatu yang salah jangan dibiasakan.

Ini semua tentu agar anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan cerdas. Tumbuh menjadi orang yang berbakti pada orang tua, dan benar-benar menjadi “permata” di mata orang tua..

Setuju atau setuju nih…? 😀

Kalau setuju jangan lupa di share yaaa… agar makin banyak yang mendapatkan manfaat 🙂

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu