Ini Alasan Anak Membenci Orangtua, Jangan Sampai terjadi!

Ini Alasan Anak Membenci Orangtua, Jangan Sampai terjadi!

Pernah lihat anak yang tidak akur dengan orangtuanya sendiri? Ya, hal seperti itu kadang bisa saja terjadi. Memang tidak layak sebenarnya apabila anak berseteru dengan orangtua. Sebab idealnya anak dan orangtua hidup rukun bersama. Tapi beberapa sikap orangtua ini sanggup mengubah cinta anak jadi rasa benci pada orangtua. Hati-hati ya, Bunda.

Nyatanya rasa benci ini disebabkan sikap orangtua sendiri yang membuat anak  jadi jengah. Pola asuh yang dianggap benar padahal salah kerap menimbulkan rasa marah di hati anak.

Jangan sampai hal ini terjadi pada anak. Buah hati yang kita besarkan sepenuh hati malah berubah membenci karena kesalahan orangtua saat menyikap perkembangan si kecil. Dikutip dari berbagai sumber, ini beberapa alasan yang bisa bikin anak membenci orangtuanya:

  1. Orangtua otoriter yang maunya menang sendiri paling gampang bikin anak benci. Anak merasakan tidak enaknya dikekang dan dibelenggu kebebasannya.

Orangtua tidak selalu yang paling benar. Bisa saja pendapatnya tidak tepat diterapkan pada anak. Orangtua otoriter yang tak mau mendengar pendapat anak akan dibenci. Sebab anak juga punya pendapat yang ingin ia sampaikan.

Maka bersikaplah bijak. Biasakan untuk berdiskusi dan saling mendengarkan. Jika pendapat anak terus dikekang, tak ayal anak akan benci dengan rumah dan orangtua.

  1. Orangtua yang merasa dirinya selalu benar dan paling benar.

Orang yang merasa paling benar sendiri selalu tidak disukai. Termasuk orangtua yang selalu merasa paling benar. Sifat seperti ini sangat egois dan tidak bersimpati pada orang lain.

Meski anak masih kecil, jangan sekali-kali merasa paling tahu apa yang terbaik untuk anak. Apalagi sampai mengabaikan keinginan anak demi harapan orangtua sendiri.

Apa yang terlihat baik di mata orangtua belum tentu disukai anak. Jika anak merasa tak nyaman menjalani rencana orangtua, maka dapat dipastikan ia merasa jenuh dan benci dengan sikap orangtuanya.

Ketahui apa yang diinginkan dan disukai anak agar saat kita mengatur rencana untuk masa depan si kecil, kita tidak bersikap egois.

  1. Orangtua terlalu kaku dan tidak fleksibel

Anak-anak kita tumbuh di masa yang berbeda zaman. Pengetahuan dan wawasan mereka berbeda dengan apa yang kita alami di masa kecil dulu. Itu sebabnya, tidak pantas jika orangtua bersikap terlalu kaku pada anak-anak.

Jangan memaksakan pola asuh jaman dulu yang pernah Bunda rasakan. Mungkin dengan itu, kini Bunda berhasil meraih banyak hal. Tetapi bukan berarti jika anak Bunda akan mengulangi keberhasilan tersebut, harus merasakan pola asuh yang sama seperti yang bunda rasakan.

Tidak. Anak jaman sekarang butuh sesuatu yang fleksibel demi menyesuaikan jaman. Bunda harus siap bersikap terbuka dengan pikiran anak dan berpikir bijak mengenai hal itu.

  1. Adanya perbedaan pola pikir antara anak dengan orangtua

Perbedaan pola pikir menyangkut perbedaan jaman antara anak dengan orangtua. Juga tingkat pendidikan yang pernah dienyam. Ini agak sulit dihindari menyangkut jaman yang berbeda jauh.

Namun semua itu bisa dihindari asalkan orangtua mau terus update informasi. Satu lagi, mau berdialog dengan anak. Mendengarkan apa yang dikatakan anak itu sangat penting sepenting memberi nasihat baik buat anak. Ingat, tidak semua orang punya kemampuan mendengar dengan baik.

  1. Kelewat Protektif

Terlalu protektif atau over protektif hanya membuat anak benci pada orangtua. Tentu saja tujuan orangtua hanya ingin menjaga anak dari bahaya. Tetapi jika terlampau khawatir anak melakukan ini dan itu, anak merasa sebal sebab terlalu dibatasi.

Hilanglah kebebasan anak untuk berekspresi jika berada di dekat orangtua. Ia merasa bahagia apabila orangtua tak di rumah, atau jika ia sedang di luar rumah. Pendeknya, ia tidak suka berada dekat dengan orangtua.

Jangan kelewat protektif ya, Bunda. Bebaskan anak untuk berkreasi sesuka hati asalkan tidak berbahaya. Kalau hanya bikin piring pecah, berantakan, atau kotor, biarkan saja. Dengan itu anak justru banyak belajar. Kebebasan berekspresi di dalam rumah itu sangat penting lho.

  1. Adanya Pertengkaran Ayah dan Bunda di dalam rumah.

Ini faktor terakhir yang sungguh perlu diperhatikan. Pertengkaran kedua orangtua hanya akan membuat anak muak dengan orangtua. Bagaimanapun, anak ingin kedua orangtuanya akur dan hidup harmonis. Namun pertengkaran, apalagi dilakukan di hadapan mata anak, membuat mereka jengah.

Banyak kasus broken home dan kenakalan anak disebabkan orangtua yang selalu bertengkar. Mereka sibuk berseteru sampai lupa memperhatikan anak sendiri dan memberinya kasih sayang.

Yah, kita tidak ingin darah daging sendiri membenci kita. Namun kebencian seorang anak bukan saja disebabkan pergaulan anak yang buruk, melainkan juga sikap orangtua yang salah. Maka dari itu, seringlah intropeksi diri dan mendengarkan pendapat anak. Mengendalikan diri juga sama artinya dengan  melatih kesabaran, lakukan semua itu demi sang buah hati.

Comments

Close Menu