Ini Alasan Kenapa Istri Lebih Mudah Terkena Stres Dibanding Suami

Ini Alasan Kenapa Istri Lebih Mudah Terkena Stres Dibanding Suami

Tahukah Anda bahwa di rumah, istri merupakan orang yang berpotensi terkena stres ringan daripada suami. Sebenarnya Ada beberapa hal yang perlu diketahui kenapa ibu lebih mudah stres dibanding ayah. Jadi, hal yang sangat wajar apabila seorang istri sangat cerewet atau sering marah-marah. Para suami sebaiknya perlu memahami hal ini dengan baik agar istri tidak selalu uring-uringan.

Misalnya, ketika suami dan istri pulang bekerja di sore hari dan melihat kondisi rumah berantakan. Tentu Sang istri yang akan marah melihat penampakan rumah demikian. Sementara suami biasanya santai saja menyikapinya. Hal yang dianggap penting oleh istri justru dipandang sebelah mata oleh suami.

Dalam pikiran istri, ada banyak sekali beban pekerjaan yang menumpuk dari soal pekerjaan sampai hal kecil seperti cucian piring dan lain sebagainya.

Jadilah istri yang kelelahan merasa stres akibat pekerjaan yang ia kerjakan tak kunjung selesai.

Lalu kenapa istri harus merasa lebih bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan? Berikut ini alasannya:

  1. Istri lebih memperhatikan detail

Dari jaman dahulu, kebanyakan pria tidak teliti. Dia sudah merasa puas saat sudah rampung menggarap pekerjaan pokoknya. Sementara pekerjaan kecil sering tak diingat dan kelupaan begitu saja. Suami tetap bisa tidur meski rumah berantakan.

Ini berbeda dengan istri. Tidak mungkin istri bisa tidur dengan tenang saat rumah masih berantakan, piring masih kotor, bahkan satu baju yang masih menggantung di jemuran pada sore hari.

Pekerjaan-pekerjaan kecil jadi duri yang mengganggu di pikiran. Kalau tidak selesai, istri mudah merasa stres.

  1. Perempuan butuh tidur lebih banyak. Setelah jadi istri, waktu tidurnya berkurang drastis. Kalau anak menangis tengah malam, istri jugalah yang bangun.

Istri memiliki waktu tidur paling sedikit terutama usai melahirkan. Ketika bayi belum memiliki jadwal tidur yang tetap dan minta ASI beberapa jam sekali. Mau tidak mau istri harus merusak jadwal tidurnya.

Orang yang kekurangan tidur sulit berkonsentrasi dan cenderung mudah emosi. Maka jangan heran kalau istri suka marah-marah saat itu.

  1. Istri sadar pekerjaan rumah sangat penting

Istri sangat sadar kalau rumah harus selalu rapi dan wangi. Jadi istri tidak mau melihat anak membuat ruang tamu kotor karena meninggalkan mainan di sana.

Rumah adalah cerminan kualitas istri. Dalam masyarakat, orang akan menilai perawatan rumah bergantung pada istri. Kalau rumah berantakan, maka orang akan bertanya siapa nyonya yang punya rumah.

Beban kebersihan dan kerapian rumah memang terletak di pundak istri. Jadi, suami, ikutlah bersih-bersih rumah. Atau istrimu akan marah-marah.

  1. Istri stres biasanya disebabkan kurangnya perhatian dari suami

Apa yang dibutuhkan istri dari suami adalah perhatian, empati, dan kasih sayang. Jika suami tak menunjukkan empati secara memadai maka istri bisa tambah merajuk. Makin memperlihatkan stres yang dimilikinya.

Tujuannya hanya agar suami mau memperhatikan. Marah adalah cara istri meminta perhatian yang tak diberi suami.

Ya, sesi mendengar curhatan istri tetap penting sampai kapanpun.

  1. Istri tidak akrab dengan mertua

Istri kerap dianggap sebagai musuh ibu mertua. Suami kadang terus membela ibunya sendiri sambil menyalahkan istri. Konflik menantu mertua ini amat sering terjadi dan jadi faktor perenggang hubungan menantu dengan mertua.

Tentu istri stres akibat yang tidak harmonis ini. Marah pada ibu mertua dan suami. Idealnya ibu mertua jadi ibu juga bagi menantunya, tetapi malah menambah masalah  serius baginya.

Comments