Ini Ketangguhan Istri yang Bisa Bikin Hati Suami Terenyuh

 Ini Ketangguhan Istri yang Bisa Bikin Hati Suami Terenyuh

Istri itu memang berhati lembut, berkata lembut, tapi memiliki hati yang tangguh. Berbagai tantangan sanggup ia hadapi. Mulai dari kemauan menemani suami sejak awal membangun rumah tangga, mengandung dan melahirkan anak, sampai menyiapkan sarapan setiap pagi.

Tidak ada lagi alasan bagi suami untuk tidak bangga dengan istrinya. Maka berbahagialah setiap suami sebab istri hadir sebagai sosok penyempurna kehidupanmu. Dia datang mendukung setiap langkah yang suami ambil. Istri jadi matahari pemberi sinar harapan untuk masa depan kehidupan rumah tangga.

Banyak suami yang sebelum menikah merupakan pemuda biasa yang tak bersemangat kerja. Untuk apa bekerja keras jika hidup hanya sendiri, lebih baik bermain bersama teman, begitu mungkin pikiran pemuda yang kini jadi suami Bunda. Tapi itu dulu sekali, saat kalian belum hidup satu atap.

Pernikahan memang ajaib. Kehadiran istri adalah sebuah keajaiban dalam kehidupan laki-laki yang mengubah segalanya. Sebab istri tangguh, sebab istri memancarkan aura kasih sayang yang bisa menguatkan tekad suami.

Maka berbanggalah dengan istri, jangan disia-siakan apalagi diabaikan. Ingat-ingat lagi segala kebaikan yang pernah ia lakukan. Perhatikan pula setiap kerja keras yang ia lakukan setiap hari namun tak kau sadari.

Sekilas, rutinitas istri mungkin terlihat membosankan. Padahal dalam rutinitas itu, terdapat usaha dan tenaga yang dikerahkan. Pernahkah suami berpikir, betapa lelah dan bosan seorang istri menjalankan rutinitasnya dari hari ke hari.

Pasti suami akan bosan jika mengerjakannya barang seminggu atau dua minggu saja. Tapi tidak dengan istri. Sebab dia sadar bahwa itulah tujuan kehadirannya. Rutinitas ini adalah bukti nyata betapa tangguh seorang istri. Sadarilah ketangguhan istri yang mungkin tak suami sadari.

  1. Istri menemani suami dari awal pernikahan, sejak gaji suami pas-pasan, sejak bangunan rumah masih apa adanya. Istri mau menemani suami berjuang.

Hal paling mengharukan adalah mengingat masa pertama rumah tangga. Ketika itu suami dan istri adalah pasangan baru. Hidup pas-pasan dan apa adanya. Istri setia dan menerima keadaan suami yang belum mapan. Meski begitu kehidupan tetap berjalan terus.

Istri tidak menuntut terlalu banyak pada suami. Ia hanya meminta apa yang mampu dikerjakan suami. Meski memang, kondisinya apa adanya.

Bersamaan dengan waktu yang terus berlalu, kehidupan rumah tangga beranjak menjadi lebih baik. Suami bisa menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dan anak-anak terlahir dengan sehat.

Maka bersyukurlah. Istri adalah lentera yang memberi cahaya di tengah kegelapan. Betapa tangguh istri yang sudah menemanimu sejak awal.

  1. Istri itu tangguh. Bekerja sambil mengasuh anak bisa ia jalani dengan bahagia.

Hidup ini melelahkan. Bekerja buat lelah, mengasuh anak juga buat lelah. Tapi keduanya dijalani dengan baik oleh istri. Ya, sesekali mengeluh pasti wajar. Tapi toh nyatanya isri tetap mengerjakan keduanya. Kurang tangguh apa lagi coba.

Setiap hari mustri bekerja dari pagi untuk ikut membantu suami. Tidak penting berapa uang yang ia dapat, sebab hal paling penting adalah usahanya. Usaha itu sendiri adalah kerja keras yang patut dihargai.

Meski bekerja, dia bukan seorang wanita karir yang melupakan anak dan keluarga. Setelah lelah bekerja seharian, dia akan mengurus anak-anak dengan senang hati. Jangan tanya apa istri tidak merasa lelah. Tentu saja dia merasa sangat lelah usai bekerja. Tapi mengurus anak merupakan kewajiban yang tak boleh diabaikan sama sekali.

Menjalani peran ganda bukan perkara sederhana. Butuh tenaga ekstra dan kemauan yang tidak pernah habis. Maka jangan heran saat suami melihat istri kelelahan dan terlihat mengantuk. Memastikan anak-anak terurus dengan baik itu melelahkan, apalagi ditambah segudang pekerjaan demi membantu suami mencari nafkah.

  1. Selalu Berusaha Tersenyum di Depan Suami Meski Tengah Sedih

Manusia pasti merasakan senang ataupun sedih. Maunya senang terus, tapi kita harus sadar, sedih adalah bagian kehidupan. Tak ada satu orang yang sanggup menyangkal datangnya perasaan sedih di hati. Begitu juga dengan istri.

Kadang anak bandel enggak ketulungan sampai bikin istri marah, atau baju yang dimiliki istri sudah lusuh dan tidak layak digunakan saat berkumpul bersama ibu-ibu tetangga. Tapi toh ia tetap sabar dan tersenyum.

Istri yang selalu tersenyum bukannya tidak pernah merasakan kesedihan. Dia hanya tak ingin suami ikut merasakan kesedihan itu. Pengorbanan yang sungguh luar biasa. Istri yang sanggup tersenyum meski tengah bersedih adalah istri terbaik yang layak diperjuangkan mati-matian.

Betapa tangguh kehadiran istri itu, ia sanggup menampilkan wajah bahagia meski hati tengah dirundung kesedihan.

  1. Istri konsisten mengerjakan semua tugasnya setiap hari. Bangun sejak pagi buta dan mempersiapkan kebutuhan.

Ketangguhan istri yang seringkali tak dilirik mata suami adalah keteguhan menjaga konsistensi. Dia menjalankan tugasnya setiap hari tanpa pernah meninggalkannya sama sekali. Tidak, menjaga konsistensi itu hal paling sulit di dunia ini.

Bangun sejak pagi buta, istri mulai mengerjakan tugas harian tanpa mengeluh. Masak setiap hari ya masak sampai tua nanti. Ngurus anak akan dijalani sampai anak tumbuh besar nanti. Terus saja begitu.

Demi keluarga, seorang istri siap mengorbankan keinginan-keinginannya. Dia akan merelakan jatah belanja baju baru demi seragam sekolah anak. Dia akan melepas keinginan jalan-jalan saat anak lebih membutuhkan uangnya.

Sikap istri konsisten dan tidak pernah berubah, mengerjakan segala hal demi kebaikan keluarga.

Istri itu, meski tubuhnya tak sekuat lelaki, hatinya lembut, tapi memiliki hati yang tangguh. Sanggup menyelami dalamnya kesedihan dan mengarungi arus rutinitas yang itu-itu saja. Tapi ia sanggup melakukan itu dan tetap tersenyum.

Tentu saja, setiap suami harus menghormati dan menghargai istrinya melebihi siapapun. Membahagiakan istri, meski tak setara dengan pengorbanannya, adalah usaha terbaik yang bisa dilakukan suami.

Comments

Close Menu