Ini Lho Komentar yang Bikin Mama Muda Sakit Hati. Jangan Diteruskan!

0
337
gossip mama muda

Perempuan, selain mahluk paling seksi kata Ahmad Dhani, juga mahluk paling lembut dan sensitif di muka bumi. Mahmud (Mamah Muda) jadi semakin sensitif kalau ada komentar-komentar tidak sedap dari orang lain. Biasalah, kehidupan mamah muda enggak lepas dari komentar orang.

Apalagi kalau ada komentar miring dari mulut orang yang disayang. Kita sudah sayang, eh, ada komentar miring dari mereka. Seperti biasa, hal paling menyakitkan justru datang dari orang yang dekat dengan kita. Wajah mama muda langsung suram, lalu diam.

Begitulah mama muda, perempuan yang mendadak jadi kehilangan mood sebab omongan orang lain. Beberapa omongan orang lain lebih tajam dari pisau dapur. Kalau tergores pisau waktu memotong sayur agak sakit, kena komentar orang lain sakitnya minta ampun.

Apalagi mamud suka bergosip, menyebar berita yang berlebihan dan isu yang terkadang membuat orang lain tersinggung. Meski suka ngegosip tapi enggak ada mamud yang ingin digosipkan. Memang aneh.

Bagaimanapun, ngegosip itu tidak baik. Ngomongin kejelekan orang di belakangnya itu menyakitkan hati. Kia tidak ingin dibicarakan kejelekannya, tapi suka sekali membicarakan kejelekan orang lain. Bertaubatlah.

Kembali ke tema soal komentar yang meyakiti hati perempuan, berikut ini komentar yang dapat menyakiiti hati istri. Hindari hal ini kalau ingin istri tenang dan tidak marah-marah.

Pertama, perempuan tidak mau dibandingkan dengan wanita lain. Ia hanya mau dinilai apa adanya, cantik, manis, atau bahkan biasa. Bagi perempuan, jujur itu lebih baik.

Membandingkan dirinya dengan orang lain membuatnya merasa tidak dihargai sebagai seorang perempuan. Ia hanya ingin suami menilai dirinya apa adanya, tidak usah bawa orang lain, apalagi membandingkan dengan mantan. Bikin perang saja.

Semisal, “Mama tuh harusnya pakai baju kuning dan kerudung hitam kayak mama sebelah itu lho.”

Bagi seorang perempuan, perkataan itu seperti didorong ke selokan yang penuh dengan lumpur. Membandingkan istri dengan perempuan lain hanya akan meninggalkan rasa sakit yang membekas di hati.

Kedua, jangan sekalipun bilang gendut pada perempuan. Entah berawal darimana sejarahnya, kata gendut bisa bikin perempuan marah seakan gendut adalah sebuah kekurangan. Bukankah perempuan gendut itu istimewa bagi suami maupun orangtua yang membesarkanya karena gendut berarti tidak kekurangan gizi.

Jangan sekalipun bilang gemuk di depan istri. Bilang gemuk saja salah, apalagi gembrot. Saya yakin, seorang perempuan akan langsung balik badan dengan mata melotot, “Apaaaaa kamu bilang?”

“Kamu gemukan, sayang.”

“Apa yang kamu katakan sama aku itu jahat!”

Bahkan, perempuan juga merasa sedih apabila kata ‘gendut’   terucap dari mulut teman dekat maupun orang tidak dekat. Untuk menjaga kesehatan mental perempuan, saya sarankan agar kata gendut diganti dengan  ‘berisi’.

 

Baca juga: Istri Itu Butuh Ngobrol Dengan Suami, Bukan Dengan Tiang listrik 

Baca juga: Anakku Galak Banget Sama Teman-Temannya, Padahal Usianya Baru 2 Tahun. Gimana Cara Mengatasinya?

 

“Sayang, kok kamu agak berisi ya sekarang?”

Dijamin jawabannya, “Karena aku senang hidup bersama kamu.”

Ketiga, jangan pernah menyinggung kelemahan tubuhnya. Pesan ini ditujukan kepada semua perempuan sedunia agar kehidupan bertetangga rukun dan sontosa. Setiap manusia pasti punyak kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kasus yang sering dibicarakan orang adalah proses kelahiran sampai mengasuhan anak. Biasanya, dua halitu sering dinilai orang lain hingga berujung pada obrolan di arisan. Hindari, ya.

Semisal kebiasaan mengomentari operasi caesar yang dilakukan bunda. Bunda yang operasi caesar dianggap tidak normal. Hal ini sangat menyakiti hati seorang perempuan, maka hindari gosip sebelum ‘baperisme’ merajalela.

Keempat, jangan pernah mengatakan, ibu yang memberikan susu formula pada anaknya adalah ibu yang tidak sehat. Saya yakin, setiap ibu pasti punya keinginan untuk memberikan susu ekslusif buat si kecil.

Percaya deh, setiap ibu ingin memberikan ASI ekslusif. Hanya saja, kondisinya kadang tak mendukung.

Itu komentar-komentar yang bikin istri sakit hati di lapangan. Manusia diberi mulut buat ngomong yang baik-baik, ya. Jangan bikin gosip yang aneh-aneh, apalagi ngomongin tetangga atau ngobrolin teman sendiri. Bikin sakit hati, tauk.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here