Penelitian: Di Hari Libur, Istri Bekerja Lebih Keras dari Suami

Penelitian: Di Hari Libur, Istri Bekerja Lebih Keras dari Suami

Pada hari libur, suami dan istri sama-sama tinggal di rumah dan tidak bekerja. Tetapi, meski tidak ada tuntutan pekerjaan dari kantor, keduanya masih sama-sama menanggung pekerjaan rumah. Hanya, siapakah yang mendapat pekerjaan lebih berat di rumah? Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa istri menanggung lebih banyak pekerjaan dari suami. Istri bekerja lebih keras.

Pada hari libur, suami dapat memiliki waktu bersantai sebayak 46%, sementara istri hanya 16%. Itu berasar sebuah penelitian yang meneliti 52 pasangan suami istri di eropa sana. Lalu bagaimana dengan kondisi rumah tangga di Indonesia.

Hmm, rasanya lebih banyak ya tugas istri di sini. Terkecuali memang suami yang sangat peka dan mau berbagi pekerjaan dengan istri. Suami mau turun tangan membereskan rumah dan ikut merawat anak.

Banyaknya beban istri terjadi karena minimnya kesadaran suami untuk ikut mengurus rumah. Pola pikir lama ini perlu segera dirombak agar istri ikut merasakan kebahagiaan. Terlalu banyak pekerjaan menyedikitkan waktu santai istri.

Perhatikan lagi apa yang terjadi saat suami dan istri sama-sama di rumah. Siapa yang lebih sibuk dan siapa yang selalu satai. Menurut penelitian ini suami memiliki waktu santai lebih banyak saat berada di rumah, sementara istri terus saja sibuk dari pagi sehingga tidak memiliki banyak waktu bersantai.

Padahal waktu santai sangatlah penting untuk menyegarkan pikiran. Memiliki waktu selama beberapa jam untuk duduk santai di rumah sambil menonton televisi atau membaca buku.

Me time ini menjadi cara terbaik untuk meraih akhir pekan berkualitas sehingga keesokan harinya dapat bekerja kembali dengan pikiran segar dan jernih. Untuk mendapatkan waktu santai yang lebih banyak, caranya adalah berbagi pekerjaan dengan merata.

Menggunakan akhir pekan untuk menikmati keheningan dan ketenangan dari kesibukan kantor yang begitu padat dan melelahkan. Jangan sampai istri malah tidak dapat jatah santai di waktu yang seharusnya menyenangkan.

Kalau istri terus bekerja sementara suami santai di hari libur, liburan justru terasa menyebalkan buat istri.

Hari libur seyogyanya menyenangkan bagi kedua belah pihak. Bukan cuman suami yang santai melainkan juga istri. Jadi, ya pasangan dapat menghabiskan waktu bersama-sama setelah beberapa jam kerja bareng di rumah.

Kalau bisa berdua kan jadi lebih bahagia dan santai. Jangan ada kata mentang-mentang suami kepala keluarga terus merasa berhak bersantai semaunya. Tidak. Kasihan dong istri. Dikiranya istri ini babu yang tugasnya beresin rumah seumur-umur.

Penelitian soal pembagian kerja pasangan ini menunjukkan kalau dalam rumah masih terjadi ketimpangan dalam berbagi kerja. Bagaimanapun, semua suami atau istri berhak menikmati liburan dengan baik.

Jalan berdua ke suatu tempat yang jauh atau menikmati hari tenang di dalam rumah tanpa gangguan. Duduk berdua di beranda sambil menyesap segelas susu hangat yang nikmat.

Dimulai dari keluarga sendiri, mari membagi pekerjaan rumah agar suam dan istri memiliki waktu santai yang sama, tidak timpang seperti data penelitian di atas. Suami santai istri juga santai, kalau suami beres-beres rumah, seharusya istri juga melakukan itu.

Comments

Close Menu