Istri Itu Butuh Ngobrol Dengan Suami, Bukan Dengan Tiang Listrik

Istri Itu Butuh Ngobrol Dengan Suami, Bukan Dengan Tiang Listrik

Tahukah Anda? Bahwa konon katanya seorang wanita membutuhkan untuk mengucapkan 20.000 kata per hari! Sedangkan para pria cuma butuh kira-kira 12.000 kata per hari.

Kalau dibikin buku, kira-kira dapat berapa halaman ya itu?

Ya, stigma bahwa perempuan itu cerewis dan sering menggosip memang sudah ada di benak masyarakat. Walaupun sebenarnya ada juga wanita yang punya sifat pendiam. Sebenarnya sih tidak bener-bener amat penelitian itu.

Tapi, kita bisa mengambil sisi positifnya.

Wanita memang butuh ruang ngobrol. Ia butuh bicara, mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan perasannya. Karena ia butuh banyak bicara, maka ia juga butuh di dengarkan. Ia butuh ngobrol. Nah, celaka dua belas kalau suami jarang ngobrol sama istrinya.

Kalau istri udah bicara panjang lebar, penuh antusias eh si suami cuma diam aja kayak tiang listrik! Kesel banget deh rasanya.

Di Jepang ada pasangan suami istri yang enggak pernah ngobrol selama dua puluh tahun, padahal mereka tinggal di bawah satu atap yang sama. Mereka juga tidak sedang bertengkar hebat. 20 tahun sudah cukup menumbuhkan anak-anak sampai dewasa. Selama 20 tahun ketiga anak mereka terus tumbuh besar.

Namanya Otou Katayama, dan istrinya adalah Yumi.

Akibat merasa tidak nyaman dengan kondisi orangtuanya yang diam-diaman terus, ketiga anak itu meminta bantuan televisi untuk membuat kedua orangtua mereka ngobrol kembali.

Usut punya usut, suaminya ngambek gara-gara sang istri lebih memberi perhatian ke tiga anaknya. Si Suami merasa tak lagi diperhatikan dan memilih diam sampai 20 tahun.

“Saya agak … cemburu. Aku merajuk tentang hal itu,” kata dia dalam acara tersebut.

Jangan sebut kejadian diatas sebagai sesuatu yang konyol. Kita tidak bisa membayangkan bagaiamana mereka masih bisa hidup harmonis hanya bermodalkan gumaman dan anggukan.

Coba deh kalau Bunda yang digituin suami. Mana betah. Didiemin satu hari ngambek, kalo tiga hari pasti udah ngamuk. Wajar sih, ngobrol itu emang penting banget.

Ngobrol, kata Cahyadi Takariawan, adalah salah satu ciri sahabat adalah betah mengobrol berlama-lama, untuk tema dan urusan apa saja. 

“Ada rasa rindu apabila lama tidak mendengar suaranya, ada rasa kangen untuk mendengar suara tertawanya, atau candanya yang kadang kelewatan. Tapi justru itu menyenangkan dan membentuk kenangan.

Suami dan istri seharusnya menjadi sahabat yang betah mengobrol berlama-lama, tanpa peduli tema. Mereka tidak lagi meributkan akan berbicara tentang tema apa, karena tema yang paling penting adalah : mengobrol berdua,” katanya.

Nah, karena ngobrol sangat penting maka diperlukan tata cara untuk membuat obrolan tetap asik di antara keduanya. Asik buat suami dan asik buat istri, ya.

Pertama, jangan menyela saat ngobrol

Ketika pasangan sedang asik bicara, jangan sekali-kali menyela. Mood-nya akan rusak saat disela omongannya. Apapun yang diobrolkan, meski sudah pernah dikatakan sebelumnya, jangan dipotong.

Menyela omongan wajib dihindari pasangan suami istri yang ingin memiliki hubungan sehat dan harmonis.

Secara tidak sadar, kita menyela pembicaraan orang lain karena sudah tahu atau pernah mendengar. Tentu kamu sudah banyak mngetahui kondisi pasangan. Tetapi itu bukan berarti kamu boleh menyela obrolannya.

Biarkan pasanganmu bicara sampai selesai terlebih dahulu, baru kemudian ditanggapi. Ingat, jangan menyela sebelum pasangan selesai bicara. Tapi ya fleksibel aja deh, jangan seperti sesi seminar yang nunggu giliran bicara oleh moderator. 

Kedua, tatap matanya saat bicara

Tatap mata pasangan saat bicara. Sikap ini menunjukkan perhatianmu kepada pasangan. Ia  akan merasa sungguh diperhatikan dengan baik dan membuatnya merasa nyaman berada di dekatmu.

Jangan membuang muka ke arah lain saat dia bicara karena itu menyakitinyaa. Sedang asik ngobrol, eh, kamu malah memalingkan muka ke arah lain mebuat moodnya hilang dan hancur berantakan.

Ketiga, ngobrol sama pasangan jangan sambil pegang handphone, bikin tidak mesra

Secanggih apapun handphone, tetap tidak akan bisa menggantikan pasangan. Maka jangan pegang handphone terus. Letakkan di atas meja saat ngobrol berdua.

Ibu-ibu zaman now mengeluh kalau suaminya lebih sering pegang gadget dari pegang tangan strinya sendiri. Pasti kalau ngobrol ditinggal buka whatssap atau instagram. Siapa yang enggak kesel coba dengan sikap kayak gitu.

Tinggalkan handphone saat ngobrol berdua. Jangan sampai istri dikalahkan handphone. Bisa-bisa, hape suami dibanting gara-gara lebih sering menatap layar gadget daripada wajah istri.

Keempat, bersikaplah tenang saat ngobrol, jangan terlihat buru-buru atau sok sibuk

Sikap tenang membuat pasangan merasa santai dan nyaman ngobrol banyak. Anda terlihat sengaja meluangkan wkatu untuk mengobrol dengan dirinya.

Bayangkan jika kamu ngobrol tetapi lawan bicaranya terlihat tidak nyaman dan terburu-buru. Pasti Anda segera ingin mengakhiri obrolan dan ingin pergi darinya segeraa. Buat apa bicara panjang lebar tetapi sang pendengar ogah-ogahan.

Kelima, bicarakan hobi dan kesukaan bersama

Salah satu moment terbaik dalam hidup adalah membicarakan hobi yang sama dengan orang tercinta. Indah sekali. Kita bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk membicarakannya. Waktu mengalir tanpa terasa.

Jika kamu dan pasangan memiliki beberapa kesamaan, bicarakanlah sering-sering. Pasti menyenangkan.

Keenam, saat ngobrol, jangan bandingkan istri dengan orang lain

Tindakan kecil yang sering bikin istri tersinggung adalah membandingkannya denga orang lain. Istri sangat tidak suka dengan sikap seperti itu. Dia hanya ingin menjadi satu-satuna pusat perhatian suami, tanpa tandingan.

Jangan membandingkannya dengan orang lain sama sekali, apalagi sama mantan pacar. Sungguh, istrimu adalah pasangan yang dipilihkan Tuhan, bagaimanapun kondisinya. Maka dialah pasnagan terbaik.

Jangan bandingkan istri dengan orang lain sama sekali, yaaaa.

Ketujuh, jangan memaksanya berhenti ngobrol

Ini yang paling sulit dan hanya bisa dilakukan pasangan yang hebat, yaitu mau ngobrol dengan dirinya selama ia mau. Misal sedang ada bahan pembicaraan yang rumit, dia mau membantu.

Jangan menyuruh istri menghentikan obrolan. Ia membtuhkan itu dan seharusnya Anda siap mendengarkannya selama apapun itu. Bila perlu sampai dia kelelahan sendiri.

Selamat ngobrol, mari ngopi, mari bicara..

Comments