Jangan Cuma Karena Ego Ibu yang Anti-Vaksin, Lalu Anak yang Jadi Korbannya

0
165
vaksin difteri

Ada kabar menakutkan akhir-akhir ini di dunia nyata maupun maya, yang membuat emak-emak terkejut. Terutama bagi bagi ibu yang mempunyai anak dibawah umur 5 tahun. Kabar buruk itu bernama difteri. Penyakit ini sangat berisiko pada kematian cepat pada penderita jika tidak di antisipasi.

Gambar-gambar dengan langgem dan rahang mulut yang bocor seperti borok, semakin membuat emak-emak merinding. Apalagi gambar-gambar itu diambil dengan wajah anak yang melas penuh tangis karena kesakitan.  

Melihat kejadian ini membuat pemerintah semakin menggalakkan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadahan pada ibu-ibu yang mempunyai anak, putu, maupun cucu, supaya bisa menjalani program pemerintah dengan vaksinasi.

Mendengar penyakit ini mematikan tentu sangat ngeriiii !!!

Sehingga Rasa khawatir ini juga dirasakan langsung oleh Nila F Moeloek, Menteri Kesehatan. Ia mengimbau supaya setiap ibu harus selalu waspada dan tidak takut dengan program imuniasai pada anak, supaya anak tidak terkena dampak difteri dan turunya antibody.

Dengan isu yang selalu menjadi halaman utama disetiap beranda medsos, membuat aku semakin penasaran akan kebenaran berita yang lagi viral ini. ya hanya memastikan saja apakah penyakit ini hanya hoax apa beneran. Akhirnya aku mencari data yang lebih terpercaya, akhirnya saya membaca hasil riset kementrian kesehatan.

Menurut data kementrian kesehatan, ada 11 profensi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri. Mulai dari ibu kota Jakarta, terus berlanjut pada tiga provinsi di jawa (Jawa Bara Jawa tengah dan jawa Timur), Riu, Banten, Kalimantan timur, sulawesi selatan, Aceh, sumatera selatan.

Hingga pada bulan November 2017, kasus KLB difteri terjadi di 95 kabupaten yang terletak di 20 provinsi di Indonesia. Tentu hal ini sangat membuat banyak para ibu waswas dan kawatir, terutama bagi ibu yang punya anak yang usianya dibawah 5 tahun.

Kebenaran ini saya kira sebagai sesama emak-emak yang menyangi anaknya, maka wajib hukumnya bagi saya untuk berbagi informasi ini supaya anak-anak kita bisa menjalani hidup sehat celalu dipangkuan ibunya.

Kenapa penyakit ini penting untuk bisa di pahami oleh banyak emak-emak, dan penting untuk saling berbagi, simak penjelasannya dibawah ini:

Karena difteri menurut para ahli merupakan infeksi menular yang di akibatkan oleh bakteri yang disebut Corynebacterium. Adapun gejelanya berupa sakit tenggorakan, demam, dan terbentuknya lapisan di tenggorakan, seperti amandel.

Dalam kasus yang lebih parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh yang lain. Sasaran yang pertama biasanya jantung, dan saraf. Oleh sebab itu Sebelum terlambat hubungi dokter untuk di imunisasi. Cuma imunisasi yang bisa menyebabkan anak bisa terhindar dari penyakit ini. jangan ragu, dan jangan takut sebab ini jalan yang terbaik.

Untuk menghilangkan kepanikan dan ketakutan yang berlebihan pada anak, maka penting bagi bunda-bunda tahu beberapa gejala yang sering terjadi dari penyakit difteri. jika sudah fix kriteria dibawa ini masuk, bersegeralah untuk pergi kerumah sakit, atau puskesmas terdekat.

Pertama, terjadi perubahan pada beberap titik organ tubuh anak, diantaranya terjadi perubahan pada selaput tebal berwarna abu-abu di tenggorokan, dan biasanya anak sudah tidak bisa berbicara, dan seringkali mengeluh sakit.

Kedua, pada akhirnya terjadi perubahan pada radang tenggorokan, yang disertai serak sesak pada anak. jelas anak tidak bisa bicara, selain tangis ia mengunakan tangan sebagai isyarat untuk mengeluh pada yang ia derita.

Sebab anak kita tidak bisa berbicara, dan akhirnya kita merasa bingung apa yang terjadi pada anak, langkah yang tepat yang harus dilakukan sebagai orang tua tidak lain adalah langsung cus ke dokter terdekat sebelum semuanya terlambat.

Ketiga, berikutnya jika bunda masih menunda berapa gejalah yang ada diatas, karena dianggap penyakit biasa, maka biasanya penyakit ini langsung berlanjut pada demam tinggi yang disertai cairan pada hidung, ngiler.

Demam ini tidak hanya panas dingin diwaktu tertentu seperti demam biasanya, melainkan ini sepanjang waktu akan dirasa oleh anak. adapun ngiler pada hidungnya disertai dengan cairan panas yang membuat anak benar-benar tidak nyaman.

Duh, duh, !! sebelum terlambat ayuk pergi ke dokter bunda, sayangi anak !!

Keempat, gejala tertinggi pada akhirnya yang akan terjadi pada anak yang di serang penyakit difteri mengakibatkan pandanganya terganggu. Anak akan kesusahan melihat, dan merasa buram seperti ia berjalan di tengah malam dalam keadaan tersesat.

Kelima, Setelah ia mengeluh pandangannya samar, berikutnya yang akan terjadi pada anak yang menderita penyikit difteri adalah omomongannya melantur. Ia ngomong apa saya yang ia inginkan, diajak ngobrol A, jawabnya B.

Kenapa demikian ada yang tau ? tak lain anak tersebut tidak kuat menerima beban penyakit yang ia derita.  Maka harapan saya sekali lagi buat para bunda untuk tidak segan-segan imunisasikan anak.

Atau setidaknya selalu konsultasikan pada dokter jika terjadi kelainan baik pada fisiknya maupun pada karakternya. Saya sependapat dengan selogan kesehatan modern, sebaik-sebaiknya obat adalah mencegahnya.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here