Jika Ingin Punya Anak Cerdas, Maka Jangan Lakukan Hal Ini…

Jika Ingin Punya Anak Cerdas, Maka Jangan Lakukan Hal Ini…

Siapa yang tidak ingin anaknya tumbuh cerdas? Rangking satu di sekolah, punya karakter dan akhlak yang baik. Mandiri dan berbakti.

Aku kira semua ibu punya keinginan dan impian untuk memiliki anak cerdas. Buktinya tak sedikit ibu-ibu yang kemudian meminta anak-anaknya untuk les ini itu. Memberikannya makanan dengan gizi terbaik. Dan lainnya.

Aku juga begitu. Aku ingin anak-anak tumbuh cerdas.

Sungguh tiada anak-anak yang ditakdirkan memiliki kebodohan. Tiap anak punya potensi untuk tumbuh cerdas sama dengan yang lain. Mereka dilahirkan dengan otak yang sama.

Tapi kadang kita sebagai orang tua, malah melakukan hal-hal yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Ini aku ketahui setelah baca-baca referensi tentang dunia parenting, ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang mungkin dilakukan oleh para orang tua yang bisa menyebabkan perkembangan otak tidak optimal.

Apa saja itu..?

Pertama, kebiasaan dibentak.

Mungkin ada diantara para bbunda yang menggunakan bentakan untuk mendisiplinkan dan membuat mereka patuh terhadap nasehat kita, atau mungkin kita pernah melakukannya tanpa sengaja saat mereka melakukan kesalahan yang membuat kita marah. Akan tetapi tahukah Bunda bahwa kebiasaan membentak pada mereka justru akan berakibat fatal.

Mereka tidak hanya akan tumbuh jadi anak pembangkang, tapi juga menyebabkan mereka mengalami kesulitan beradaptasi dengan baik di dalam lingkungan sosialnya, membuat mereka minder, penakut dan sering merasa bersalah. Sehingga lambat laun akan mempengaruhi rasa percaya dirinya.

Mungkin ada diantara para bunda yang tidak mengerti bahwa bentakan bisa menimbulkan akibat yang lebih fatal yaitu terputusnya sambungan neuron atau sel-sel di dalam otak. Hal ini disebabkan karena sistem kerja hormon kortisol yang secara alami berperan sebagai ëpenjagalí sel-sel otak mereka. Saat mereka takut, maka ëtukang jagalí inilah yang akan beraksi dengan brutal.

Anak yang tumbuh dengan bentakan pada awalnya dianggap biasa-biasa saja, tidak memiliki kelainan apa pun. Tapi berdasarkan apa yang penulis temukan di lapangan, anak-anak yang terbiasa dibentak dan dimarahi oleh orang tuanya malah memiliki kesulitan untuk menjelaskan pendapatnya, kurang bisa diajak berkomunikasi dan berinteraksi, kurang memiliki inisiatif, cengeng dan tidak bisa membuat keputusan sendiri.

Kedua, kurangnya memberikan rangsangan pada masa “golden ages.”

Golden ages atau usia emas, terjadi antara usia 0-6 tahun. Usia emas ini merupakan masa awal yang sangat menentukan kecerdasan mereka. Karena mereka di usia ini disebutkan bisa menyerap ratusan ribu kosakata dalam waktu singkat. Mereka juga bisa dikembangkan kemampuan seni dan logika matematikanya.

Oleh karena itulah, di usia ini mereka adalah raja-raja kecil yang harus senantiasa diperhatikan dan dimuliakan, dikembangkan rasa percaya dirinya, dipupuk pengetahuannya melalui kegiatan bermain dan belajar.

Ketiga, kurang diajak berkomunikasi. 

Pentingnya komunikasi yang dijalin dengan mereka akan menyebabkan mereka terbiasa untuk berfikir, memberikan respon untuk menanggapi, menyampaikan pendapat dan keinginannya, terbiasa mengambil keputusan, bisa memahami lingkungan sekitar dan lain sebagainya. Jangan biarkan mereka asik dengan tontonan kartun selama berjam-jam di depan televisi atau gadgetnya. Karena mereka kelak akan menjadi manusia masa depan yang juga akan terus berhadapan dengan manusia di sekelilingnya.

Keempat, kurang makanan bernutrisi. 

Asupan makanan bernutrisi tentu akan memberikan kebaikan pada tubuhnya baik daya tahan tubuh maupun perkembangannya. Utamakan makanan berupa sayuran, kacang-kacangan, protein hewani, telur, susu, kurma dan lain sebagainya. Ada baiknya Bunda menghindari makanan olahan yang mengandung banyak pengawet dan pewarna berbahaya.

Lalu bagaimana bila anak susah makan? Tentu ini akan menghalanginya dari menerima nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu segera atasi bila anak susah makan. Jangan dibiarkan terlalu lama. Semakin lama membiarkan anak susah makan, maka makin lama pula anak akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Jangan sampai terlambat.

Bisa dibaca disini saja, cara agar anak lahap makan. 

Kelima, kurangnya motivasi.

Pada akhirnya motivasi memegang peranan yang sangat penting, sebuah teori bernama n-Ach (need for Achievement) menyebutkan bahwa alasan seseorang berprestasi ataupun tidaknya ditentukan oleh dorongan atau motivasi. Karena itu, dorong prestasi anak-anak dan berikan motivasi dan dorongan positif.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat…

Happy parenting yaa… ^_^

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

Yuk, Ikuti juga LINE@ Tutur Mama. Klik aja disini yaa.. LINE@: @tuturmama

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu