Kalau Anak Bunda Usil, Jangan Dipaksa Anteng, Nanti Kreativitas dan Kecerdasannya Hilang

0
384
anak usil anak juara

[tutur mama, rumpi] – Anak balita kadang dianggap usil oleh ibu-ibu tetangga. Mereka kerap menasehatiku untuk mendidik anak dengan lebih baik agar tidak usil lagi, seperti lebih sering mengaji atau mengajarkan tata krama. Seakan-akan anakku usil dan aku seorang ibu yang tidak bisa mendidik anak.

Di mata masyarakat umum, anak usil kerap dipandang sebelah mata sebagai produk gagal. Padahal itu enggak benar sama sekali.

Anak saya memang usil. Usil itu maksudnya aktif banget bergerak, suka ribet sendiri di waktu ibunya santai, dan berteriak terus sampai rumah enggak pernah sepi. Pokoknya, dia suka bikin rame di mana pun berada. Enggak cuman di rumah sendiri, tapi juga di rumah tetangga.

Kalau Alif lagi main ke rumah temannya, dia masih aja usil, enggak peduli walau di rumah orang. Namanya juga anak-anak. Tapi tidak untuk ibu-ibu tetangga. Menurut mereka, usilnya Alif adalah tanda dia akan jadi nakal nantinya.

Mana ada ibu yang terima kalau anaknya dikatain yang jelek-jelek. Saya punya pembelaan buat anak tercinta, Alif.

Anak usil itu bukan berarti nakal ya, Bunda. Anak usil itu kan sukanya aktif bergerak kemana-mana tanpa lelah. Enggak peduli tempat atau waktu, pokoknya gerak terus.

Kalau anak aktif bergerak, itu tandanya dia punya rasa ingin tahu yang besar. Dia selalu penasaran pada semua hal baru di dunia ini dan ingin mengetahuinya, tanpa terkecuali. Keusilannya mengantarkan Alif pada dunia baru setiap hari.

Dia selalu berusaha menemukan hal baru setiap hari agar semakin tahu. Saya percaya itu. Bukankah, makin banyak tahu makin bagus?

Kenapa masih nganggep anak usil sebagai anak nakal?

Saya percaya Alif begitu. Setiap malem sebelum tidur, dia akan menceritakan hal-hal baru yang ditemuinya, baik di rumah maupun di sekolah. Tadi dia cerita soal Badak, dia bilang kok ada hewan besar dengan tanduk di  atas hidung, bukan di atas kepala seperti kerbau dan sapi. Saya terekekeh mendengarnya dan tahu yang dimaksudkannya adalah badak bercula satu.

Gambar itu dia lihat di postere hewan di sekolahnya. Mungkin anak-anak lain belum memerhatikan gambar itu, tetapi Alif sudah. Semua itu karena keusilannya, tapi berkat usil, dia tahu lebih banyak dari teman-temannya.

Jadi, berhentilah menganggap Alif sebagai anak nakal.

Alif usil karena dia punya rasa ingin tahu yang tinggi dan itu sangat bagus buat perkembangan kecerdasannya. Saya percaya kalau Alif akan jadi anak cerdas di masa depan nanti. Dan itu justru bukti keberhasilan ibunya dalam mendidik anak.

Ibu-ibu yang anaknya usil tidak perlu merasa minder akibat penilaian orang lain. Memang anak usil selalu dianggap nakal dan tidak baik oleh orang lain, padahal itu salah. Mereka hanya belum tahu keunggulan anak usil. Di masa depan nanti, dialah yang akan menguasai banyak ilmu pengetahuan dan berhasil meraih kesuksesan. Percayalah, Bunda.

Kalau anak Bunda usil, jangan dimarahi dan disuruh jadi pendiem. Itu salah besar. Nanti dia kehilangan semangat ingin tahunya dan hilang kreativitasnya. Kita tahu mereka sangat kreatif. Alif juga kreatif. Suka berimajinasi yang aneh-aneh dan bikin gambar di luar kebiasaan.

Kalau anak biasa, paling gambar gunung sama pemandangan, dia udah gambar singa di hutan yang lagi makan kambing. Kayaknya gara-gara nonton acara National Geographic yang nyiarin soal kehidupan fauna di hutan. Alif memang mudah menangkap hal-hal baru, selalu.

Sebab itulah saya tidak rela memarahinya dan menyuruhnya jadi pendiam. Sedikit usil enggak papa, asalkan dia tidak menyakiti orang lain. Itu prinsipnya. Saya tahu dia adalah anak yang cerdas dan kreativ. Saya yakin itu.

Bunda juga harus yakin, jika anak usil, itu tandanya cerdas dan kreatif. Bunda harus bangga memiliki anak usil itu. Dia punya rasa ingin tahu yang tinggi, dia cerdas, dia akan jadi orang sukses nanti.

Biarkan tetangga menggosip, sebab apapun yang kita lakukan, selalu saja ada orang yang tak suka. Termasuk tidak suka dengan model pengasuhan kita.

Menurut penelitian di Universitas Michigan, anak yang waktu kecil usil dan banyak bergerak adalah anak cerdas. Memang dia sedikit merepokan Bunda sebab tidak pernah diam dan bikin rumah rame terus. Tapi biarkan saja.

Kalau Bunda ingin dia jadi anak cerdas saat dewasa, biarkan saja dia usil. Kecuali Bunda ingin menghilangkan potensi kecerdasannya ya, yaudah, suruh aja diem, marahin kalau perlu. Tapi akibatnya tanggung sendiri. Dijamin nyesel karena marahi anak bikin dia kehilangan kreativitas dan kecerdasannya.

Menyalurkan Aktivitas anak usil

Tapi disini saya juga ingin mengatakan bahwa Bunda bisa kok “menyalurkan keusilan anak” ke kegiatan yang lebih positif. Kegiatan usil yang mungkin hanya iseng belaka bisa diubah enjadi kegiatan yang positif.

Bagaimana caranya? Bunda bisa sediakan tempat dan peralatan yang layak untuk membantu si kecil menemukan kesukaan dan kesenangannya. Nah, jangan lupa ya Bunda, arahkan si kecil saat ingin menggunakan sesuatu. Misalnya saat memakai gunting, atau peralatan lain.

Bunda tidak perlu bingun saat anak sering usil dan menganggapnya sebagai anak nakal. Keusilannya bukan berarti ia selalu ingin diperhatikan, tetapi karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Bunda sebagai orang tua hanya perlu mendukungnya dan tidak membatasi kegiatannya. Pengarahan yang tepat dari Bunda dapat mencegah keusilan anak yang dapat mengganggu orang lain.

Sekali lagi saya tegaskan, anak yang usil adalah anak cerdas. Dia boleh usil seusil mungkin di masa kecil, tappi di saat tumbuh dewasa, dia akan jadi orang yang hebat yang sanggup meraih banyak prestasi dan kesuksesan.

Yuk, bangga sama anak sendiri.

gizidat

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here