Kalau Tugas Suami Cuman Ngasih Uang, Mesin ATM Juga Bisa

0
423
suami atm

Alfa adalah seorang suami yang punya banyak uang hasil kerja kerasnya. Ia memberikan uang jajan kepada anaknya dan uang belanja kepada istrinya. Soal kebutuhan uang, istri dan anaknya sudah tercukupi. Alhamdulillah.

Sayangnya, kebutuhan kelurga tidak sesederhana suami memberi uang untuk belanja dan jajan. Kasih sayang dan kedekatan juga kebutuhan utama yang wajib dipenuhi. Dan Alfa jarang sekali menyempatkan dirinya memberi kasih sayang dan perhatian buat istri dan anaknya.

Kalau hanya memberi uang, Alfa tak ubahnya mesin ATM.

Apa seorang anak merasa bahagia apabila ayahnya bak mesin ATM saja? Tentu saja tidak. Anaknya, Kelvin, mungkin bisa membeli jajan dan mainan yang ia inginkan kapan pun. Tapi nahas, Kelvin tak bisa membeli kasih sayang ayahnya. Dia dibesarkan dengan banyak uang tetapi tidak untuk kasih sayang ayahnya.

Begitu pula dengan istrinya, Tatas, mendapat banyak uang untuk belanja baju dan kebutuhan rumah tangga. Tapi kebahagiaan istri bukan saja belanja ini dan itu, melainkan juga diperhatikan suai tercinta.

Tapi dunia tidak selalu indah, bukan? Kebutuhan fisik keluarga Alfa memang tercukupi, tapi tidak untuk kebutuhan kasih sayang. Dan sekali lagi, suami yang seperti ini tak ubahnya mesin ATM saja.

Dia sanggup memberikan uang demi kebutuhan keluarga, terus memberi sampai istri dan anaknya tidak kekurangan makanan dan pakaian sama sekali. Itu diidamkan banyak keluarga, memang. Tapi bagaimana perasaan terdalam Kelvin dan Tata. Tampaknya hati mereka gersang dan merindukan kehadiran sosok ayah.

Bayangkan saja, bagi Alfa, momen ngobrol dengan ayahnya hanya saat sarapan. Hanya sekitar 20 menit. Itu pun kadang berkurang sebab sang ayah sudah terburu-buru berangkat kantor. Alfa hanya sempat ditanya soal sekolah dan pelajaran baru yang didapatinya, tidak ada sesi Alfa curhat soal mainan dan pengalaman di rumah.

Tentu semua anak ingin berbagi banyak cerita dengan ayahnya, tidak hanya ibu. Walau Alfa bisa banyak bercerita dengan Tata, tapi ayah juga sangat penting. Bayangkan, Alfa adalah anak cerdas yang meraih banyak prestasi di sekolah. Tapi tak sekalipun ia bisa menceritakan prestasinya pada sanga ayah.

Semua anak butuh pengakuan dari ayahnya. Semua anak ingin tahu kalau kedua orangtuanya bangga pada dirinya. Ya, itu keinginan terdalam seorang anak. Jika selama hidup, ia tak pernah mendengarkan pengakuan bangga dari kedua orangtua, maka berkuranglah rasa cinta anak kepada ayah dan ibunya.

Dengan peran Alfa yang hanya sepereti mesin ATM, kecintaan Kelvin pada ayahnya tidak akan pernah bertambah, biasa saja. Padahal orangtua membutuhkan cinta dari anaknya, semakin besar setiap saat. Sebab kita tidak tahu bagaimana cara kita menghabiskan masa tua.

Saat tubuh sudah lemah tanpa tenaga, kita ingin ada anak yang membantu. Tapi jika tidak ada cinta di hati anak, mungkin dia akan pergi dan tidak membantu berdiri dari kursi. Betapa malang nasib orangtua yang sudah renta tetapi tidak mendapat bantuan dari anaknya. Itu banyak terjadi pada ayah yang terlampau sibuk bekerja hingga tidak memberikan kasih sayang pada anaknya.

Alfa adalah tipikal ayah yang terlampau sibuk bekerja sampai lupa memberi kasih sayang. DI mata istrinya, Alfa mungkin masih sosok hebat. Dia kecewa dengan kesibukan Alfa, tapi dia tahu untuk apa semua itu.

Berbeda dengan Kelvin yang masih kecil, di mata anak berusia 6 tahun ini, ayahnya tampak sebagai orang asing. Dia hanyalah pemberi uang yang baik, tapi uang hanyalah uang yang digunakan untuk jajan. Anak kecil tak memahami kalau uang yang diberikan adalah bentuk kasih sayang dan cinta.

Sadarilah, anak kecil hanya mebutuhkan uang sekadarnya untuk membeli permen dan mobil-mobilan. Ia tidak membutuhkan sebanyak orangtua membutuhkannya untuk membangun rumah dan membeli mobil. Tidak. Dibandingkan uang, anak kecil lebih membutuhkan kasih sayang, dan hal itu tak didapatkan anak sekecil Kelvin.

Kita ingin Kelvin merasakan curahan kasih sayang, tetapi entah kapan hal itu akan terjadi. Tata menceritakan semua ini dengan hati yang berat dan suara sedih, seakan kondisi ini tak akan pernah berubah selamanya.

Saya tak tahu berapa banyak keluarga yang mengalami permasalahan seperti ini, yaitu suami yang hanya berperan sebagai mesin ATM dan tidak memiliki kesadaran untuk mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada anak istri.

Tata tak merasa keberatan jika hal ini menimpa dirinya, tapi untuk Kelvin, dia merasa amat sedih. Sudah berulang kali Kelvin mengungkapkan keinginannya bermain dengan ayah tetapi hal itu tak pernah terjadi.

Tata merasa tak mampu menggantikan peran ayah untuk anak laki-lakinya. Bagaimanapun, anak laki-laki butuh bermain dengan sang ayah agar kemandirian serta keberaniannya tersalurkan. Para ahli mengatakan bahwa anak yang kerap bermain dengan sang ayah akan mampu mandiri lebih cepat daripada yang tidak.

Mungkin Kelvin akan tumbuh hanya dengan kasih sayang  ibunya. Suatu saat nanti, saat Alfa sudah tua dan ingin menebus waktu yang hilang bersama anaknya, Kelvin sudah berkeluarga dan tidak terlalu peduli dengan ayahnya.

Kelvin akan selalu mengingat sang ayah, tetapi merasa tak memiliki ikatan batin yang kuat dengannya. Hanya ada sang ibu di hatinya. Mungkin kehidupan masa depan dapat menjadi sekejam itu untuk keluarga Alfa, mungkin juga tidak jika Alfa segera berubah.

Jika saja Alfa mau mengurangi kerja dan memberi perhatian pada anaknya, mungkin masa depan akan berubah. Kita hanya bisa berdoa untuk kebaikan si kecil Kelvin dan ibunya, Tata.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here