Kenapa Membelikan Anak Mainan Itu Penting?

Kenapa Membelikan Anak Mainan Itu Penting?

Sebuah kereta dengan panjang sekitar empat puluh senti adalah benda yang Raihan paling sayangi beberapa waktu lalu. Kereta itu terdiri dari lokomotif yang badannya berwarna merah dengan wajah Thomas yang sedang tersenyum. Mengekor di belakangnya tiga gerbong berwarna merah, biru dan kuning.

Kereta Thomas itu adalah benda yang harus ada di tangan Raihan dalam situasi apa pun dan bagaimana pun.

Saat ia mandi, maka kereta itu harus juga dimandikan. Saat ia makan -kereta itu tidak bisa diberi makan- mesti ada disampingnya. Saat pergi ke rumah eyangnya, kereta itu ia ajak serta. Bahkan saat ia tidur, kereta itu akan ia peluk layaknya sebuah guling.

Raihan dan keretanya sudah semacam sepasang kekasih saja. Dimana ada Raihan disitu ada kereta. Dimana ada kereta sudah pasti Raihanlah yang bermain dengannya. Mirip bunyi iklan, mereka lengket kaya perangko. Saya agak lebay ya? Hehe.

Tapi memang begitulah faktanya.

Saya tak pernah bisa melepaskan kereta Thomas itu dari Raihan. Pun sebenarnya saya tak ingin melakukannya. Biar sajalah Rey, begitu panggilannya, menikmati masa-masa bulan madu bersama si kereta. Sebelum akhirnya kereta itu rusak berantakan, tak bisa lagi dipakai, karena Rey lebih banyak “membantingnya” daripada “memainkannya.”

Anak seusianya memang punya momen-momen begitu; sangat “sayang” dengan mainan baru. Saya kira anak Mama juga begitu kan?

Lantas kenapa membelikan mainan anak itu penting?

Karena bermain adalah dunianya anak-anak, dan mainan adalah salah satu sarana yang penting.

Bermain dengan mainan dapat menyibukkan pikiran dan indra seorang anak sehingga dapat tumbuh sedikit demi sedikit. Dengannya perkembangan kognifitif, psikomotorik, maupun emosional dapat tumbuh dengan baik.

Kini kereta Thomas yang tadinya bergandengan gerbongnya hanya menyisakan lokomotifnya saja. Sisanya ngambek, dan pergi entah kemana sebagai bentuk protes atas keisengan dan keingintahuan Rey yang membongkar tapi tak bisa memasangnya lagi.

kereta mainan
Thomas yang malang

Begitulah dunia anak. Kadang saya jadi berpikir tak perlu membelikan Rey mainan yang mahal-mahal. Kenapa? Ya, karena saya tahu Rey belum mampu memainkannya dengan baik. Ujung-ujungnya cuma dibanting. Selain alasan biar hemat tentunya. Hehe.

Maka, Ma, belikanlah mainan untuk anakmu dan bermainlah dengannya.

.

.

Oleh: Ana Rosdiana, Mamanya Raihan dari Banyuwangi.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu