Kisah Rumah Tangga yang Hancur karena Suami Kebablasan Main Instagram

1
3625
istri galau

Cerita-cerita kehancuran rumah tangga kadang dimulai dari tindakan sederhana, suami/istri kebablasan bermain Facebook atau Istagram misalnya. Malam sudah turun ketika Sandra menemukan pesan dari wanita lain di hanphone suaminya. Sandra kaget membaca pesan itu, isinya adalah pesan mesra yang ditujukan kepada suaminya.

Sejak dua bulan lalu, Sandra merasa suaminya bersikap agak berbeda dari sebelumnya. Suaminya kini jarang ngobrol santai dengannya. Paling hanya bicara seperlunya, selebihnya lebih suka menyendiri sambil pegang handphone di kamar.

Awalnya Sandra menganggap hal ini biasa, mungkin suamiku butuh menyendiri, pikirnya. Namun satu mingu sudah berlalu dan tak ada perubahan berarti. Suaminya, Bambang, seakan enggan dekat-dekat lagi dengan istri sendiri.

Tentu saja Sandra akhrnya marah pada Bambang. Dua minggu setelah kebiasaan Bambang menyendiri bersama gadget tak kunjung berubah, Sandra mengamuk dengan suara memelas. Sandra bukan perempuan galak seperti ibu-ibu kebanyakan, ia tetap bicara dengan nada pelan.

“Kamu ngapain sih Mas sendiri terus kalo lagi di rumah,” kata Sandra mengeluh pada Bambang.

Suaminya hanya pura-pura tersenyum dan menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah. Ia hanya butuh waktu sendiri. Amukan Sandra mereda dan beralih kepada ketidakacuhan.

Kemarahan yang diabaikan akan berubah jadi ketidakpedulian. Sebab lelah dengan sikap Bambang, Sandra memilih untuk mengabaikan suaminya itu. Lebih baik mengurus anak semata wayangnya yang baru saja masuk TK.

“Anakku lebih membutuhkanku,” batin Sandra.

Bagaimanapun, anaknya, Tiara, adalah oase kesegaran di tengah rumah tangga yang begitu kering, tandus bak padang pasir. Kedua pasangan itu memng sah sebagai suami istri dan tinggal satu atap. Tapi meski bersama, tak ada lagi sapaan sayang atau perhatian mesra.

Bambang menjauh, lalu Sandra yang lelah memilih mengabaikannya. Kondisi ini berjalan dua bulan lamanya sampai Sandra menemukan pesan mesra dari wanita lain di handphone suaminya. Sandra masih mencintai suaminya. Membaca pesan itu membuat hatinya remuk dan hancur.

Saat itu Bambang tengah pergi ke luar rumah tanpa membawa handphone. Lupa sepertinya.

Soree ketika Bambang pulang, Sandra sudah siap bertengkar dan menerima segala macam resiko. Terjadilah pertengkaran dan Bambang tersudut. Nyali Bambang menciut, dipojokkan rasa bersalah dari pesan-pesan mesra yang diketahui istrinya. Malam itu jadi ajang pengakuan dosa.

Bambang bilang ia hanya chat dengan wanita lain di media sosial. Berawal dari kebiasaan bermain Instagram dan mengikuti teman-temannya sendiri. Ia beerkomentar, lalu bertukar pesan pribadi (DM), lalu terjadilah relasi yang tidak seharusnya.

“Kau masih mencintaiku?” tanya Sandra.

“Tentu saja,” Bambang menjawab dengan yakin.

Sandar hanya diam sambil menahan air mata. Bagaimanapun hal ini sangat menyakitkan. Laki-laki yang dipujanya sejak enam tahun lalu melakukan tindakan yang tidak pantas. Mengingat masa lalu, bendungan air mata Sandra jebol. Ia tidak kuasa menahan rasa sakit hati yang diam-diam bersarang di hatinya.

Sandra hanya tahu, rumah tangga yang dibangun dengan kerja nyata dirusak dunia maya. Kenapa suaminya bisa berlaku demikian. Bambang bilang ia tidak pernah bertemu dengan wanita itu dan Sandra memilih percaya.

Meski demikian, itu sudah menyakitkan. Pesan mesra dari wanita lain sudah cukup untuk meremukkan hati seorang istri. Suami yang tidak prehatian saja sudah menyakitkan, apalagi suami yang tidak perhatian dan mesra dengan wanita lain.

Semua hanya dimulai dari media sosial. Dunia maya yang merusak kehidupan nyata. Nampaknya cerita Sandra bisa jadi peringatan untuk pasangan suami istri agar berhati-hati main media sosial apa pun bentuknya.

Sudah banyak rumah tangga hancur karena penggunaan media sosial yang tak bijak. Maksudnya, banyak terjadi perselingkuhan dari media sosial itu. Bahaya sekali jika tidak digunakan dengan tepat dan baik.

Ingatkan suami, peringatkan, kalau nakal jitak aja. Jaga keutuhan rumah tangga Bunda ya, hindarkan dari serangan pihak luar.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here