Lakukan Hal Ini Kalau Anak Bunda Susah Tidur dan Susah Makan. 100% Worked!

0
132

Hal paling sulit bagi ibu adalah membuat anak bisa tidur nyenyak. Hal ini saya rasakan saat melahirkan Davina, anak pertama saya. Saya selalu merasa panik melihat kondisi Davina, sebab banyak kejadian aneh pada saat ia lahir, pernah sehari semalam ia hanya tidur dua kali saja, kadang ia hanya diam, senyum manis, dan tak mau bersuara, kadang juga merengek seharian.

Tentu saya panik, takut, dan memiliki kegelisahan yang berlebihan. Maklum, ini pertama kali saya jadi ibu, jadi selalu dihantui kepanikan. Anak gini langsung panik, anak gitu langsung takut. Apalagi berurusan dengan bayi yang selalu menangis.

Baca juga: Simpel! Penghilang Lelah Ibu adalah Menatap Wajah Anaknya yang Sedang Tidur Pulas

Baca juga: Meski Ada yang Nyinyir, Saya Tetap Bangga Jadi Ibu Rumah Tangga

Meski selalu panik, pada akhirnya saya bisa melewati fase-fase itu dengan lebih tenang. Caranya sederhana sebenarnya, cukup menyuapi anak dengan banyak makanan, maka ia akan cepat lelap, sedikit dielus di bagian leher dan kepalanya.

Tapi kejadian itu menjadi berbeda ketika Davina sudah masuk usia aktif. Ia sekarang sudah kelas TK besar. Ia sudah bisa mengenal lingkungannya bersama teman-teman seusianya, ia juga bisa mengenal aneka permainan, baik yang bersifat berkelompok, maupun mainan yang membuatnya tidak kesepian saat tak bersama ibunya,  seperti boneka dan aneka mainan lainnya.

Akibat dari keaktifan dan kegemarannya bermain, anak saya susah sekali mengatur waktu tidur. Sehabis sekolah, ia selalu bermain hingga lupa makan. Terutama waktu tidur siang. Malam juga sama, sehabis belajar dia minta main game. Ia lebih banyak menggunakan waktu luang untuk bermain daripada belajar.

Jika tidak dituruti ia akan marah. Sebagai orangtua, saya berusaha untuk mengimbanginya. Biasanya, suami dan saya membujuknya agar berhenti bermain hingga mau belajar. Ya,walaupun keesokan harinya saya harus memberikannya hadiah.

Setelah belajar malam, biasanya ia baru minta makan, saya pun menurutinya. Tapi setelah itu, diam-diam dia mainan lagi di kamarnya. Hal ini seringkali saya dapati saat mengambil sesuatu di kamarnya, dan Davina belum tidur.

“Susahnya jadi ibu, itu baru satu anak, gimana kalau dua?,” pikirku, “Sabar.”

Saya tidak akan menyalahkannya bermain dengan satu catatan, proses belajarnya seimbang. Belajar juga butuh pendinginan agar tetap stabil. Saya berpesan padanya agar mengutamakan belajar. Tapi, masalah yang paling urgen adalah waktu istirahat yang tidak bisa diatur.

Sebagai ibu, saya harus tahu banyak cara untuk menghadapi anak yang sedang tumbuh. Memang harus ribet dan harus lebih tabah supaya permata hati ini tidak mudah jatuh sakit. Semua organ tubuh anak maupun orang dewasa juga butuh istirahat agar tetap sehat dan stabil menjalankan rutinitas setiap hari.

Tapi sulit sekali memang membujuk Davina tidur, saya harus mencari jalan keluarnya dan membujuknya agar nurut dengan ibunya. Saya yakin, sekeras-kerasnya batu, jika terus ditetesi air akan bolong juga.

Tahu enggak, akhir-akhir ini ia jarang sekali tidur siang, habis sekolah langsung bermain bersaa temannya. Kadang saya memarahinya sebab tidak mau tidur terlebih dahulu, hal ini juga di luar dugaan sebagai mama muda yang belum paham karakter anak.

“Sayang, bobok siang dulu, jangan main,” ajakku pada Davina yang baru saja habis datang dari sekolah.

“Engak mau, Ma,” Ungkapnya ketus sembari berlari ke kamarnya.

“Makan siang aja kalau gitu, Sayang,” bujukku kembali, siapa tahu dengan makan dia bisa dibujuk dengan halus untuk istirahat terlebih dahulu.

“Nanti saja, Davina sudah janjian sama Wati untuk buat pot-pot bunga di halaman rumahnya,” ia tetap saja tidak mau.

“ Makan dulu pokoknya,“ ucapku bernada agak tegas padanya.

“Enggak mau, mama, Davina masih kenyang,” ungkapnya lagi.

Pokonya rumit sekali jika anak sudah tidak bisa diajak kompromi, nadanya pengen marah-marah terus, wajar mama muda yang masih labil. Tapi aku selalu menjaga supaya tidak membentaknya. Akhirnya saya berpikir, apakah permainan yang menyebabkan anak susah tidur dan tidak mau lahap makan. Atau ada faktor lain yang bisa menyebabkan hal itu.

Saya menyadari, jika anak saya dalam kondisi tidak baik-baik saja akhir-akhir ini. Bagi saya, tidur adalah kunci utama agar anak tetap sehat. Akhirnya, kejadian yang saya alami begitu rumit pada akhirnya saya curhatkan pada suami saya, Mas Aldi.

“Mas, saya kok khawatir ya dengan kondisi anak kita. Ia susah tidur dan maunya main terus,” Curhatku padanya.

“Namanya aja anak-anak, Ma,” jawabnya dengan nada datar.

“Terus bagaimana, pa?”

“ Terus apa yang harus papa lakukan?” tanyanya kambili.

Pusing kepala beby!, ayahnya saja tidak memberikan solusi pada istrinya yang lagi bingung mengurus anaknya, malah bilang disuruh maklum.

Saya berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk anak saya agar mau tidur dengan segala cara. Semua itu demi agar menambah nafsu makannya. Segala cara saya lakukan tapi sia-sia. Saya mengajaknya jalan-jalan sampai memberi hadiah agar ia mau tidur. Tetap saja, ia lebih memilih bermain dan tidak tidur dengan teratur.

Ini sungguh rumit bagi saya.

Sehabis main, ia pasti membawa kuman, setelah itu mukanya pucat, dan kadang langsung tidur sembarangan tidak teratur, tanpa makan terlebih dahulu. Kebiasaan membuatku benar-benar takut.

Apalagi pola makanya disekolah, membuat saya harus geleng-geleng kepala. Sosis dan otak-otak menjadi makanan langganan yang tak terhindarkan di sekolah. Semakin hari semakin stres melihat tingkah laku anaknya yang bandel, tapi sekali lagi, saya tak ingin memarahinya, sebab itu bukan tipikal didikan keluarga kami dan ayahnya.

Akhirnya, saya konsultasi ke dokter, tapi masih saja sama. Saran dan obat tak mempan pada dirinya.

Pada akhirnya saya mengubah suplemennya. Saya membelinya jauh dari jawa, pada akhirnya persoalan yang pelik ini bisa menjadi teratasi pelan tapi pasti. Davina mau makan dan tidurnya jadi teratur. Sekarang saya tidak khawatir sama sekali atas apa yang ia lakukan. Solusi tidurnya hanya membuat tidurnya teratur dan tepat waktu dengan memberinya suplemen madu.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here