Mainan Anak Itu Tidak Penting, yang Penting Main Bersama Orangtua

0
665

Ibu-ibu sekarang kerjanya pamer mainan mahal pada ibu-ibu yang lainya, sedangkan anaknya kurang kasih sayang dan perhatian, baik kesehatannya maupun karakternya. Memang, mampu membelikan apa saja sesuai dengan selera ibunya yang dianggap trending, sebab uang melimpah karena kerja keras.

Sepintas itu sangat menyenangkan di mata anak-anak, apalagi mainan yang dibelikan sesuai dengan kesukaanya. Dari saking mampunya semua jenis mainan ada. Dari mobil-mobilan, boneka, game, sampai mainan bertaraf internasional seperti robot Batman, Superman.

Bermain memang bisa membuat suasana lebih gembira buat anak-anak, apalagi tidak recokin ibunya dan ayahnya yang sedang kerja. Apakah pandangan seperti dianggap baik, baik jika kita sebagai orang tua bisa menempatkan waktu yang pas. Kapan ia sendiri dan tidak boleh diganggu, kapan ia harus selalu didampingi.

Jika alasan memberi mainan supaya tidak menggangu orangtua, jelas ini salah, dan sangat salah, itu pendapat saya!

Bagaimana dengan tumbuh kembangnya di situasi anak masih butuh pendampingan yang ketat, sedangkan ibu sibuk kerja dan tak mau diganggu anaknya? Pasti jawabnya,  Ah itu ma gampang, kan sekarang ada PAUD, TK, SD bahkan sampai perguruan tinggi, apalagi yang perlu di risaukan ?

“Tugas orangtua cuma satu, mencari duit, memberi duit terkait kebutuhannya.” Pasti ini menjadi kalimat pamungkas yang tak terbantahkan.

“Kan malu jika yang lain pada belikan baju baru, tetangga sebelah anaknya punya mainan baru, sedangkan anak saya tidak,” ungkapnya.

Ungkapan seperti diatas menjadi alasan ibu-ibu di generasi sekarang.  waduh kan gawat ini lebih berbahaya dari penyakit LGBT, masak anak disuruh cinta sama robot, cinta sama boneka, tidak sama orang tuanya.

Buat bunda mikir ya !!  hehe

Oleh karena itu, hal ini patut untuk kita pahami bersama terkait masa tumbuh kembang anak dengan pola main yang benar. Bagaimana sebenarnya memberikan mainan yang menarik dan benar pada anak sesuai dengan tumbuh kembangnya.

Pertama, mungkin yang paling benar adalah, boleh memberikan mainan anak semahal apapun, tapi tidak boleh dipamerin sama ibu-ibu yang lain. Jika pamer dijadikan pembelajaran pada anak, pasti yang terjadi kemudian anaknya juga ikut pamer pada teman-temanya.

Ingat bunda !! tidak semua orang tua mampu membelikan barang yang mahal pada anaknya. Yang terpenting dalam tumbuh kembang sama anak adalah bukan pamer kekayaan, melainkan di ajarkan tata nilai hidup yang baik. Semisal, tidak boleh pamer, sombong, dan hal lainya, selain di larang oleh norma dan agama juga termasuk sifat tercela.

Kedua, ajari anak mencintai  orang tuanya bukan pada mainananya. Pendidikan yang sangat salah kaprah adalah, ketika seoang ibu kalah merebut perhatian dari mainan yang dibelikannya. Seorang ibu seharusnya selalu menjadi orang yang selalu dirindukan, selalu menjadi orang yang bisa nyaman ketika disaat bersama, dan tak ada kata rindu sama Boneka Berbie yang adah di rumah.

Kan gawat jadinya jika seperti itu, dimasa anak-anak mungkin saja bisa di berikan toleransi, tapi jika dewasa, di minta tolong ia akan berpaling, dan tak pernah kerasan dirumah selain bermain. Seperti yang saya katakan diatas dari awal orang tua salah merebut hatinya.

Oleh sebab itu sebelum terlambat, rebutlah hatinya !!!

Ketiga, mendampingi anak saat bermain itu penting. Disini saya tidak ingin mengatakan jika bermain harus selalu di dampingi, tapi diwaktu tertentu wajib hukumnya bagi seorang ayah maupun ibunya bermain bersama anaknya.

Tujuanya membangun hubungan komunikasi sangat intim, bahwa ternyata bermain yang menyenangkan adalah juga bisa bersama ayah dan ibunya.  Dari situ pada akhirnya kesan yang sangat penting bahwa betapa bahagianya ia mempunyai ibu yang bisa diajak bermain.

Yang perlu di perhatikan disaat bermain bersama anak adalah, memberikan kebebasan sebebas-bebasnya untuk anak agar mengekspresikan apa yang ia mainkan, selama itu tidak membahayakan keselamatanya. tapi jika mainan yang ia mainkan berbahaya tegur atau berikan penjelasan dengan lembut supaya ia bisa mengerti.

Eempat, permainan yang menarik buat anak kita adalah mainan yang inspiratif. Perlu dicatat ya bunda, yang inspiratif bukan mainanya melainkan ibu dan ayahnya.semisal ketika seorang ayah memerankan sebagai superman sekalipun yang harus jadi superman adalah ayahnya.

Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan dalam cerita pendek saya adalah, tak ada yang bisa membuat anak bahagia di dunia ini selain bermain, dan tidak ada yang harus dibanggakan oleh anak selain kedua orang tuanya.

Artinya, mulailah bermain bersama anak supaya kita selalu di hatinya dan tak harus mahal untuk membuatnya bahagia, dan tidak haru go internasional, sepenting orang tua selalu ada waktu bermain bersamanya.  Insyallah anak akan tumbuh sebagai anak yang selalu di banggakan dan unggulan.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here