Menaklukkan Rasa Malas Usai Liburan

0
131
Student asleep in class

Percaya atau tidak, bukan hanya anak-anak yang merasakan kekhawatiran saat kembali masuk sekolah usai liburan. Orangtua pun merasakan malas saat akan kembali bekerja. Banyak orangtua yang mempersiapkan transisi dari liburan ke hari-hari masuk sekolah. Bila diistilahkan, ini disebut “Back to School Blues”.

Kekhawatiran dan rasa malas saat anak hendak kembali ke sekolah sangatlah wajar. Sebab liburan diisi dengan kegiatan santai tanpa jadwal kegiatan yang pasti. Sementara di ujung liburan, berbagai jadwal pelajaran, tugas sekolah, dan aktivitas di sekolah yang sangat padat sudah menunggu.

Sebenarnya, kembali bersekolah tidaklah terlalu menakutkan. Hanya terkadang orangtua yang merasakan kekhawatiran yang berlebihan.

Liburan juga tidak salah jika dianggap membuat anak merasa malas untuk kembali sekolah. Liburan sangat dibutuhkan agar ada jeda dari aktivitas padat selama satu tahun.

Berikut ini dilansir dari Huffington Post, kami sajikan tips sederhana yang berguna untuk menciptakan transisi yang baik sebelum anak kembali bergelut dengan aktivitasnya yang padat:

  • Berbenahlah, Buat Jadwal kegiatan

Jadikan awal masuk sekolah sebagai sebuah kesempatan untuk menyegarkan dan kembali mengisi energi. Hindari stres yang tidak diperlukan dengan mengubah mindset Anda. Ubahlah mindset santai selama liburan sebelumnya. Berbenahlah, isi hari-hari Anda dan anak-anak dengan berbagai kegiatan, apapun yang disukai.

Buat perencanaan terlebih dahulu. Jangan biarkan daftar pekerjaan Anda menumpuk dalam kepala, itu bisa membuat kacau dan frustasi. Tuliskan rencana yang akan dilakukan esok hari.

Buatlah jadwal yang terencana, tandai tanggal penting di kalender Anda. Itu akan berguna untuk membebaskan Anda dari stres dan rasa takut akan apa yang terjadi di hari esok.

Tujuan membuat perencanaan dan menuliskan daftar pekerjaan adalah  untuk membuat Anda bahagia. Dengan mengetahui kapan sesuatu harus dilakukan, Anda akan dapat menikmati waktu-waktu luang yang Anda miliki tanpa terganggu bayang-bayang deadline pekerjaan di hari esok. Jadi, rencana apa yang ingin Anda buat sekarang?

  • Bersikaplah Santai

Dapatkah Anda bersikap santai saat terlambat atau bahkan melewatkan suatu aktivitas? Mungkin Anda bisa mencobanya. Bukan berarti saya menyarankan Anda untuk mengabaikan kedisiplinan atau memberi contoh yang buruk bagi anak-anak.

Tetapi, sesekali Anda tidak perlu gugup dan marah jika Anda atau anak-anak ketinggalan latihan sepakbola maupun terlambat datang ke kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Bersikap santai akan menjadi obat alternatif yang dapat membuat tenang dan mengurangi stres.

Saya mencoba mempraktikkan hal itu pada diri sendiri. Dari apa yang telah saya jalani saya dapat satu pelajaran. Sesekali, kita perlu melepaskan dan meninggalkan beberapa kegiatan yang jika kita ikuti, justru membuat diri kita dan anak-anak merasa stres.

Seiring waktu berlalu, saya semakin menyadari batasan-batasan yang anak-anak saya miliki. Jaga anak-anak untuk tetap fokus melakukan kegiatan yang benar-benar penting baginya. Tinggalkan sesuatu yang tidak penting. Jangan terlalu banyak menuntut anak-anak untuk mengerjakan segala sesuatu sampai membuatnya frustasi sendiri. Bersikaplah santai.

  • Hindari Jadwal yang Terlalu Padat

Mungkin kita akan merasa bersalah saat membiarkan anak banyak berleha-leha. Sebab dari dalam hati terdalam, sebagai orang tua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak-anak.

Selama ini kita dibuat percaya, apabila anak-anak menjalani segudang aktivitas selama satu minggu, mereka memiliki masa depan yang sukses dan bahagia. Padahal itu salah. Jangan paksakan anak untuk mengikuti berbagai macam les atau latihan olahraga jika mereka tak menginginkannya. Itu tindakan yang tidak produktif.

Dengan jadwal yang terlalu padat, anak-anak akan tertekan oleh rasa terburu-buru dari satu aktivitas kepada aktivitas yang lain. Kegiatan yang terlalu padat akan membuat anak-anak merasakan stres yang tidak penting.

Anda juga akan sibuk memperhatikan jadwal kegiatan anak tanpa mendapat kesempatan untuk mengerti, apa yang sesungguhnya membahagiakan Anda dan anak-anak. Kurangi kesibukan anak-anak agar Anda tahu apa yang sesungguhnya penting bagi keluarga.

  • Sempatkanlah Waktu Bersenang-senang

Kita semua pasti mencari cara untuk meraih keberhasilan, baik bagi diri kita sendiri maupun anak-anak kita. Tetapi, apa artinya sebuah keberhasilan tanpa mengerti tujuan  dari keberhasilan itu sendiri.

Semua manusia pasti pernah merasa lelah dan stres, karenanya dibutuhkan pula waktu untuk bersenang-senang. Ciptakan quality time untuk diri Anda dan anak-anak. Ciptakan waktu agar keluarga Anda merasakan senang dan bebas tanpa tuntutan kerja.

Bisa seminggu sekali, meski itu hanya 20 menit. Lepaskan beban pekerjaan Anda, tanggung jawab Anda, dan semua batasan yang Anda terapkan pada diri sendiri selama enam hari sebelumnya. Lepaskan beban bersama anak-anak Anda yang lucu dan menggemaskan.

Waktu berkualitas bersama anak-anak akan membuat anda merasa segar dan memulihkan tenaga untuk kembali bertarung selama satu minggu ke depan. Kesenangan apa yang ingin Anda rasakan bersama anak-anak?

Saat kita akan kembali memulai aktivitas padat usai berlibur santai, jangan lupa, bawalah secuil kebahagiaan dari liburan itu. Itu akan bermanfaat agar kegiatan yang padat terasa menyenangkan.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here