Ninggalin Anjing di Mobil Ribut, Ninggalin Anak Tiap Hari Diem Aja

0
127
pentingnya kasih sayang anak

Baru-baru ini lagi ngehitz berita soal perempuan yang meninggalkan anjingnya di dalam mobil. Tak tanggung-tanggung, ia mengunci anjingnya di mobil selama 8 jam! Udah seperti jam kerja para kantoran saja.

Elishia, nama wanita itu, membantah tuduhan atas penyiksaan terhadap anjingnya, yang namanya Valent. (Lebih bagus mana sama namamu?) Sial baginya, karena ada yang kemudian protes terhadapnya, yaitu dari Garda Satwa.

“Nggak mungkin saya nelantarin,” kata Elishia.

Saat ditanya, Elishia tidak membantah meninggalkan anjingnya di dalam mobil di parkiran Mal Grand Indonesia pada Jumat (1/12) sekitar 8 jam. Dia awalnya berniat berada di mal sekitar beberapa jam, namun tak terasa malah molor jadi sekian jam. 

Duh, jaman now apa-apa saja mesti ribut ya. Biarlah soal itu diurusi oleh yang berwenang, kita mah sebagai barisan mamah muda sebaiknya nyuci dulu. Tuh, cucian si kecil udah numpuk lho.

Tapi memang kalau dipikir-pikir ya Mah, sebenarnya kejadian ini bisa jadi bahan renungan buat kita.

Renungan yang gimana?

Jadi gini, kalau ninggalin anjing saja heboh, lalu bagaimana dengan kita yang sering banget ninggalin anak-anak?

Ya, anak-anak yang sering kita tinggalkan di rumah. Mungkin memang tidak kita kunci pintunya, kita sediakan makanan bahkan mainan juga. Pun juga tidak kita tinggalkan ia sendirian, tapi tetap ada yang menjaga; entah nenek kakeknya atau baby sitter.

Anak-anak yang sering kita tinggalkan di rumah, kita titipkan pada orang lain. Sementara kita sibuk bekerja, mencari uang untuk kebutuhan keluarga.

Apakah hal itu salah? Tentu tidak salah. Jangan sensi dulu deh, Mah. Selow.

Saya juga tidak ingin membanding-bandingkan antara ibu yang full di rumah dengan ibu yang mesti bekerja. Tidak! Bukan itu maksud saya.

Saya hanya ingin mengajak untuk merenung. Bahwa kadang kita meributkan suatu hal yang sebenarnya kita juga terkadang melakukannya pada suatu yang lain.

Saya hanya ingin mengajak kita untuk tetap memelihara rasa rindu dan senang bersama anak-anak. Bersama keluarga.

Kalaupun memang terpaksa “meninggalkan anak” -dalam tanda kutip- untuk bekerja atau berkegiatan yang lain, tetaplah tumbuhkan rasa rindu untuk lekas bertemu anak-anak kita. Karena rasa rindu yang terus menyala itulah yang akan menjadi sumber energi untuk terus berbuat yang terbaik untuk anak-anak kita.

Tumbuhkan perasaan ingin cepat-cepat pulang. Ingin cepat-cepat mencium pipi anak yang kayak bakpao. Ingin cepat-cepat bermain cilukba dengannya. Ingin cepat-cepat bobo disampingnya.

Selalu tumbuhkan perasaan itu. Saya bilang tumbuhkan, karena agar perasaan itu tumbuh makin besar dan makin besar. Seperti sebuah pohon. Karena mengasuh anak bukanlah pekerjaan satu hari dua hari, tapi seumur hidup.

Parenting is a journey, dan perjalanan masih panjang.

Perjalanan panjang yang kadang terasa sangat cepat. Tahu-tahu nanti anak sudah beranjak dewasa, dan kita menyesal telah melewatkan waktu-waktu berharga bersamanya.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here