Panggillah Anak Dengan Namanya

0
66

Bagi masyarakat bangsa dan negara Indonesia ini, nama mempunyai kedudukan teramat penting. Memberi nama untuk anak bukan perkara sepele. Sebagian orang tua bahkan menyiapkan nama anak jauh-jauh hari.

Tak sedikit yang berkonsultasi dengan berbagai pakar, mulai orang tua, kyai, guru, bahkan bisa jadi dukun. Semua itu dilakukan untuk memilih satu nama diantara jutaan nama-nama yang disediakan oleh kosa kata.

Setelah punya ide beberapa nama, itu pun masih harus melewati tahap akhir seleksi. Persetujuan pasangan serta keluarga besar. Yup, perkara memilih nama tak hanya urusan Mama Papa, tapi juga kakek nenek si anak itu.

Sebenarnya saya sudah punya keinginan nama. Kalau anak saya laki-laki, saya ingin menamainya Arjuna. Tokoh pewayangan yang dikenal sebagai kesatria nan tampan dan gagah. Sst, tapi inspirasi nama Arjuna ini juga saya dapatkan saat menonton acara masak yang dibawakan Chef Juna. Hehe. Bukan berarti saya ingin anak saya kelak jadi seorang chef, tidak seperti itu. Saya hanya ingin anak laki-laki yang tampan dan berjiwa kesatria.

Untuk nama tengahnya saya dan suami sempat bingung. Namun akhirnya memutuskan juga ditambahkan dengan Satria. Biar selaras dengan nama depannya. Untuk nama belakang, kami bersepakat untuk melekatkan nama ayahnya, yaitu Wicaksana.

Menjelang kelahiran Arjuna, keluarga sempat berdebat kecil apakah Wicaksana atau Wicaksono. Hehe, hanya beda satu huruf saja menimbulkan perdebatan ya? Tapi memang begitulah, nama seorang anak begitu penting sehingga walaupun artinya sama namun beda huruf dan beda melafalkannya, tetap saja harus dibahas tuntas.

Maka lengkapnya putra saya bernama Arjuna Satria Wicaksana.

Nama adalah doa. Nama adalah harapan kedua orang tua. Nama adalah cita-cita yang diwariskan pada sang anak. Nama adalah salah satu bentuk kasih sayang. Itulah mengapa orang tua wajib memberikan nama yang bagus untuk anaknya, dan dilarang memberi nama anak dengan nama-nama yang buruk. 

Mungkin seandainya Shaksephare itu orang Indonesia, dia tak akan pernah menyatakan, apalah arti sebuah nama. Karena bagi kita, bagi setiap orang tua, sebuah nama punya arti dan makna yang begitu mendalam.

Nah, karena sudah angel-angel mencari nama itulah maka saya sering sebal kepada Om-nya Arjuna, yaitu adik saya. Dia seringkali memanggil Arjuna sebagai “Junot.”

Saat di rumah, adik saya ini selalu memanggil, “Junot, sini Jun..sama Om.” Saya sebal mendengarnya.

Suatu waktu saat ia bertanya pada saya, “Junot mana, Mbak?”

Saya jawab sambil melotot, “Namaya Arjuna. Junat, Junot, Junat, Junot. Panggil sing bener! Panggil anak dengan namanya, bukan dengan nama ledekan begitu!”

Mendengar saya mendengus sebal itu, ia hanya cengengesan. Woalah, dasar!

Ma, punya cerita soal pemberian nama anak? Silahkan bisa di share di kolom komentar. 
.
.
Oleh: Dewi, Mamanya Arjuna asal Yogya

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here