Serba Pertama Pada Anak Pertama di Tahun Pertama

1
152

Tanggal 15 Maret ini Arjuna, anak saya, genap berusia satu tahun. Sungguh ternyata waktu tak terasa cepat berlalu. Masih hangat dalam ingatan saya, satu tahun yang lalu, saat saya harus bertaruh nyawa di meja operasi. Ya, Arjuna memang lahir lewat sebuah operasi sesar. Waktu itu ternyata ia agak bandel. Tidak mau lahir secara normal.

Tidak apa. Lahir sesar ataupun lahir normal tetap saja yang lahir itu adalah seorang anak. Tetaplah kita bisa membaca sebuah surat cinta yang ditulis untuk Mbak Rini kepada Mama Muda se-Indonesia Raya.

Untuk mensyukuri genapnya usia jagoan saya ini, tempo hari saya adakan acara kecil-kecilan. Mengundang sanak keluarga dan tetangga samping kanan-kiri-depan-belakang rumah. Mohon doanya juga dari pembaca sekalian yaaa.

Nah, bagi Mama yang sama dengan saya. Yang putra-putrinya genap baru berusia satu tahun, maka aka nada beberapa hal yang serba pertama bagi kita. Apa sajakah itu? Diantaranya berikut ini, Ma.

Pertama kali mendapatkan ompolan. Bahwa sudah sewajarnya anak yang masih sangat tergantung pada orang tua akan kencing sembarangan. Maka waktu yang sudah terlewati hingga kini sudah satu tahun, masih ingatkah kapan saat pertama anak mengompol? Masih ingatkah bau pesing pipisnya anak?

Pertama kali anak bisa mengoceh. Emm, mungkin kita harus bersabar menunggu saat anak bisa mengucap kata dengan jelas. Di usia satu tahun ini pun, anak saya belum bisa mengucap kata dengan jelas dan tepat. Yang bisa diucapkan baru sebatas ocehan-ocehan khas. “aaaaa…. Oooo….. buuuuu.. paaaaa…“ Namun tetap saja mengartikan kata “buuu…” sebagai panggilan kepada saya, ibunya, terasa sangat menyenangkan.

Pertama kali tumbuh gigi. Lucu ya. Sampai detik ini pun gigi anak saya belum tumbuh sempurna. Saya perhatikan giginya baru enam buah. Namun saat-saat pertama giginya muncul, yaitu dua buah gigi susu, wajah anak akan menjadi lebih lucu dan menggemaskan. Saat ia tertawa maka gigi putihnya bakal nongol.

Pertama kali anak merangkak. Perkembangan anak yang normal akan melalui tahapan merangkak. Ingatkah saat Mama memanggil anak “sini..sini…sini ke Mama..” Lalu perlahan tanpa terasa anak tiba-tiba saja sudah belajar berdiri.

Apa lagi Ma..?

Ya, kalau dipikir-pikir semua hal yang dilakukan oleh anak adalah sebuah pengalaman pertama ya. Karena itulah mari kembali kita mengingatnya, mengenang momen-momen itu agar setiap kelelahan saat mengasuh anak bisa terobati.

Tahun pertama anak bukanlah akhir, tapi sebuah awal. Karena setiap hari mengasuh anak memanglah sebuah awal. Anak adalah awal yang tanpa akhir. Karena seorang anak tetaplah seorang anak bagi orang tuanya.

Happy parenting, Ma…

.

.

Oleh: Dewi, Asal Yogya Mamanya Arjuna. Cari tahu tulisan Mama Dewi lainnya disini.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here