Sudahkah Ibu Membelai dan Mencium Anak Hari Ini…?

Sudahkah Ibu Membelai dan Mencium Anak Hari Ini…?

Hampir menjelang fajar saat aku terbangun. Aku bangun dari tempat tidur. Pasti semalam hujan deras, masih terasa sisa-sisa rintiknya.

Aku lihat anakku masih tertidur pulas. Wajahnya damai. Tenang. Ada sedikit bentol merah di dahinya. Sepertinya ada nyamuk nakal yang semalam hinggap.

Ayahnya sudah bangun sejak tadi. Mungkin saat ini ia sedang sholat di masjid.

Aku bangun dari tempat tidur. Berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka dan wudhu. Ku ambil muken dan menggelar sajadah di kamar. Adzan subuh sudah berkumandang.

Setelah selesai sholat kembali aku melihat anakku yang belum terbangun dari tidurnya.

“Nyenyak sekali, kira-kira sedang mimpi apa dia,” pikirku.

“uhhhm.. uhhmmm… “ ku lihat si kecil mulai menggeliat.

Nah, ini nih tanda-tanda permulaan sebentar lagi ia akan terbangun. Dan benar saja, tak berapa lama kemudian matanya sudah melek. Lalu terdengar suara tangisnya.

Anakku memang saat bangun tidur masih suka menangis. Wajar. Harus pelan-pelan agar ia mengerti bahwa ia sedang menghadapi dunianya.

Kepalanya tengok kanan kiri. “Mamah manaa… mamah mana…” kalau aku bisa membaca pikiran, mungkin itulah yang dipikirkan si kecil. Tapi tanpa perlu membaca pikiran pun aku tahu maksudnya. Ia tentu belum bisa bicara lancar, karena itu ia hanya bisa menangis mencariku.

“Cup..cup.. Mamah disini, Nak… Sini,” kataku sambil mendekat padanya. Aku dudukkan dia, ku belai kepalanya dan ku cium keningnya. Pelan-pelan tangisnya reda.

“Assalamu’alaikum…” kataku sambil tersenyum.

Lalu apa inti cerita di atas..? Hehe. Bukan tentang anak yang bangun tidur ya. Aku cuma ingin mengatakan tentang membelai dan mencium anak.

Kenapa sebagai ibu kita mesti sering-sering membelai dan mencium anak?

Itu adalah bentuk kasih sayang. Membelai dan mencium anak adalah salah satu wujud kasih sayang paling sederhana. Membelai anak, saat ia menangis misalnya, bisa menenangkannya. Membuatnya merasa nyaman. Jangankan seorang anak balita, kita aja yang sudah dewasa juga pasti senang kok dibelai oleh pasangan kita. Benar kan?

Membelai, memeluk dan mencium anak menurut penelitian juga bisa membangun mental dan karakter anak. Membuatnya lebih percaya diri, lebih tangguh, dan lebih kuat ikatannya dengan orang tua.

Ini senada dengan hadits Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits sahiha an-Nasa’I dari Anas dijelaskan bahwa Rasulullah SAW suatu hari mengunjungi kaum Anshar. Lalu beliau SAW mengucapkan salam kepada anak-anak mereka lalu membelai kepala mereka.

Hadits di atas memberikan kita contoh agar kita tidak ragu membelai anak kita ketika mereka bangun tidur di pagi hari. Belailah dengan lembut ketika hendak kesekolah, ciumlah ketika mereka kembali ke rumah, peganglah pundaknya dan bangunlah dialog dengannya.

Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mencium Hasan bin Ali pada saat Aqra bin Habis at-Tamimi duduk bersama beliau. Aqra’ kemudian berkata, “Aku mempunyai sepuluh anak, tetapi aku belum pernah menciumnya satu pun, wahai Rasul.” Kemudian beliau memandangnya lalu berkata. “Tidak akan disayang orang yang tidak penyayang,” (Muttafaqun Alaih).

Mu’awiyah berkata, “Siapa yang memiliki anak, hendaknya ia mengambil hatinya.”

Beberapa orang Badui datang menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Apakah engkau mencium anak-anakmu waha Rasul?” beliau SAW menjawab, “Ya.” Mereka kembali berkata, “Demi Allah, kami tidak mencium mereka.” Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak bisa menjamin jika Allah mencabut rasa kasih sayang dari diri kalian.” (HR Ahmad).

Maka kembali ke pertanyaanku di judul atas, “Sudahkah Ibu membelai anak hari ini?”

Oh, iya.. bila butuh informasi tentang nutrisi yang baik untuk anak, silahkan bisa juga baca link ini yaa Nutrisi Anak Cerdas.

Happy parenting ya… ^_^

Oleh: Rini Kusuma, terinspirasi dari berbagai kejadian sehari2 dan berbagai referensi.

— –

Yuk, follow Line Tutur Mama yaa di Line@ Tutur Mama: Line Tutur Mama. 

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu