Tidak Perlu Ijazah Sarjana Pendidikan, Setiap Ibu Adalah Guru Pertama Bagi Anak-Anaknya

0
377

Kata siapa seorang perempuan itu lemah, kerjanya hanya mencari masalah, buat ribut, rempong hingga membosankan, menjadi pelakor rumah tangga orang lain, dan yang terkahir yang kita dengar minta duit untuk dihambur-hamburkan.

Kata-kata itu bagi saya sangat menyebalkan !!

Saya perempuan, saya tidak peduli dengan kata-kata itu. Selama ini tidak ada pendapat yang absah yang menjelaskan itu semua, selain hanya omongan yang semakin menyulut tak  pasti. Saya yakin dan seyakin-yakinya presepsi itu semua hanya obrolan basa-basi, menurunkan drajat baik emak-emak.

Tudingan itu tak baik di dengar oleh anak-anak, tentu Sebagai seorang ibu saya harus meluruskanya, supaya tidak tercipta pikiran buruk di pikiran anak-anak. kebayang tidak jika anak-anak punyak pikiran buruk pada ibunya, bisa jadi pada akhirnya ia menolak di lahirkan.

Dari sini saya akan mengatakan jika setiap perempuan itu guru, baik cinta maupun peradaban, dan mempunyai tugas yang pasti untuk kehidupan, diantaranya:

Sebagai seorang perempuan di dunia ini mempunyai tiga tugas yang tidak bisa dibandingkan dengan lelaki yang hanya kerja keras, dan memberi duit, dan ada duit selesai tanggung jawab. Tapi seorang perempuan mempunyai tiga fungsi pokok, ia sebagai seorang Ibu, seorang istri, dan seorang yang berguyub ditengah-tengah masyarakat.

Sebagai anggota masyarakat, ia menghadapai kegiatan sosial, seperti arisan,  kegiatan PKK, dan kegiatan tak terduga lainya bersama emak-emak lainya. hal itu pasti tidak akan bisa di pungkiri walaupun letih sehabis mengurus rumah, anak, dan cucian rumah, tapi mau bagaimana lagi hal itu menyangkut rukun bertetangga.

Berikutnya sebagai seorang istri, ia harus bisa menciptakan suasana yang harmonis, tampil bersih, memikat hati, menjadi orang yang selalu memberikan jalan terbaik disetiap masalah suami, dan di dorong pada hal yang sangat positif.

Yang terakhir adalah menjadi guru pada anak-anaknya. Layaknya guru tugusnya mendidik lebih baik dan mengarahkanya pada suatu hal yang positif.

Walaupun ia tidak bisa memberikan penghasilan secara finansial pada keluarganya, tapi kunci sukses mental dan tumbuh kembang ada ditanganya. Jangan sepelehkan, apalagi mencaci ibu. Sebab pekerjaan itu  tak mungkin bisa dilakukan oleh seorang ayah.

Contohnya, ketia ia lahir sebagai seorang perempuan maka seorang ibu di tuntut menjadikan anak perempunya menjadi istri dan calon istri yang hebat dan baik dimata suaminya. Mulai diajarkan memasak, merawat anak, dan cinta pada suaminya.

Ketika ia melahirkan anak laki-laki,  seorang ibu di tuntut bisa memberikan pendidikan yang baik. Baik menjadi ayah buat anak-anaknya, baik menjadi suami pada istrinya, dan baik menjadi lelaki yang kuat tempat berlindung bagi keluarganya kelak.

Keduanya tidak gampang di kerjakan, tapi yang pasti seorang ibu bisa mengerjakanya terbukti hari ini kita semua tumbuh sebagai manusia. Karena tuhan memang menakdirkan seorang perempuan sebaga guru pertama bagi keluarganya.

Bukanya sekarang ada sekolah, tempat ia belajar banyak ilmu, baik ahlak, sain, dan ilmu sosial lainya? bagi saya pendidikan sekolah hanya tempat bermain, dan belajar berkumpul antara sesama usia. Adapun ibu tetap guru pertama yang mengajarkan kita semua tentang cinta.

Diluar keluarga seorang ibu juga mempunyai tanggung jawab memperkenalkan anaknya pada lingkungan sosialnya. Mengharagai orang lain, membantu orang lain, dan aktivitas pergaulanya.Terutama jauh dari tindakan seperti anak sekolahan (tauran), miras dan Narkoba.

Apalagi zaman sekarang, setiap anak akan bisa berpotensi pada pergaualan yang bisa terjebak pada dunia hitam, tidak main sama perempuan, bisa sama sesama jenis kayak LGBT gitu. pokonya Sungguh rumit menjadi ibu.

Tuntutan lainya sebagai seorang ibu adalah, ia harus pandai bermain peran untuk melaksanakan tugasnya, sesuai dengan situasi yang di hadapinya. Peran itu pada akhirnya yang bisa menentukan karakter seorang anak.

Jadi tidak adil sekali jika pada akhirnya perempuan hanya dibilang sebagai ibu rumah tangga yang tak punyak peran apa-apa, bahkan nabi saja mengakaui jika kunci surga ada di telapak kaki ibu.

Intinya tindakan yang paling penting pula dari seorang ibu, ia harus menjadi orang yang sabar, bisa mendengarkan semua curahan atau ungkapan yang diceritan oleh anak. seperti menerima pendapatanya, bicara yang terbuka, mengembangkan perasaan dihargai, dan diakui kerberadaanya.

Sehingga pada akhirnya anak akan mengerti apa arti sebuah hubungan antara ibu, bapak orang lain. Dari situ pula pada akhirnya anak akan tau cara bagaimana mengharggai orang lain, tenggang rasa dan komunikasi, sehingga dalam kehidupan dewasanya dia tidak akan mengalami kesulitan dalam setiap pergaulan.

Mari jangan pernah berdusta diantara kita, bahwa ibu adalah guru pertama buat kita semua. kita harus bersyukur jika seandainya tidak ada ibu kita akan butah ilmu pengatahuan dan curahan kasih sayang.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here