Tiga Hal yang Perlu Dilakukan Suami Agar Terhindar Dari Bojo Galak

Tiga Hal yang Perlu Dilakukan Suami Agar Terhindar Dari Bojo Galak

Setiap harinya mungkin kita sebagai suami menjalani hari-hari yang sangat melelahkan. Tekanan pekerjaan di kantor, tekanan pergaulan, dan tekanan istri di rumah.

Alkisah, saat pulang kerja, dengan kondisi badan yang capek dan lelah, kaki diselonjorkan pada sofa, setelah itu kita menyalahkan TV menonton berita-berita yang mungkin dianggap menarik. Kita sebagai kaum adam hanya ingin istirahat lima menit saja.

Tapi sesuatu yang dianggap baik belum tentu dianggap baik bagi istri.

“Enak ya nonton tv terus!” katanya.

Duh, sindiran dari istri yang begitu bisa jadi lebih tajam dari silet, dan kalau tidak disikapi dengan bijak, sungguh perang dunia ketiga dalam rumah tangga tak akan bisa dihindari.

Kalau kata sebuah postingan fesbuk, Sebetulnya tidak ada istri yang galak, yang ada hanyalah istri yang stress dan berwatak keras. Tapi sekeras-kerasnya watak seorang istri, ia tetaplah wanita (feminim). Jiwanya tetap berhias kelembutan, dan penuh perasaan kasih sayang.

Jadi buat parah lelaki di seluruh jagat raya ini, jika antum-antum tidak siap dimaki, dan dimarahi istri, lebih baik menjomblo saja itu lebih baik. Nanti jika kamu marah balik sama istri bisa fatal akibatnya.

Secara kasat mata, mungkin lelaki bisa punya alasan yang kuat untuk “lebih galak” dari istri. Apalagi bila sang istri hanya sebagai ibu rumah tangga. Ngurusin rumah, anak dan masak itu saja. adapun lelaki harus mengarungi samudera kehidupan yang banyak sekali rintangan, hadangan dan cobaan demi menafkahi keluarga.

Ego seorang lelaki akan mengatakan bahwa, “Saya sudah bekerja keras buatmu, wahai, istriku.” Nah, bila istri juga hanya menuruti egonya, maka ia akan beralasan bahwa apa yang ia lakukan juga buat suami. Disinilah masing-masing hanya akan menonjolkan ego masing-masing.

Pandangan yang seperti ini sebenarnya menjadi problem jika salah satu diantara keduanya tidak saling memahami, dan saling mengerti tugasnya masing-masing. Jika itu tidak terjadi didalam rumah tangga, akan dipastikan keluarga anda tidak akan sehat dijamin setiap hari akan kemakan oleh bojo galak.

Tapi ingat bojo galak bukan takdir Tuhan hingga para istri itu sifatnya galak, tapi ada sebab kebutuhan lainya yang menyebabkan ia menjadi beringas dan emosian. Watak keras seorang istri memang produk dari pengasuhannya dan lingkungan saat ia masih kecil. Tapi baik buruknya seorang istri sangat ditentukan oleh suaminya.

Nah, sebelum protes kenapa bojo galak, sebaiknya para suami mencari tahu terlebih dahulu hal-hal yang bisa jadi menyebabkan istri jadi emosian. Diantaranya adalah;

Pertama yang menyebabkan istri menjadi galak, kurangnya perhatian suami pada istri. Suami tidak mengerti jika istri juga butuh refresing, butuh jalan-jalan ketempat yang baru, dan butuh kejutan dari suami supaya ia bisa bisa bahagia.

Menurut para sikolog ibu rumah tangga yang hanya kerja dirumah tingkat ke stresannya sangat tinggi. Karena itu ibu rumah tangga sebenarnya lebih banyak perlu perhatian dan piknik dari suaminya.

Kedua, suami harus terbuka terkait pekerjaan.

Seorang istri butuh tahu kegiatan suami diluar, atau kerjaan kantor. Hal ini selain bisa membangun intensitas komunikasi keluarga, manfaatnya supaya kedua pihak akan saling mengerti dan percaya.  suami capek, istripun capek, istri jenuh dan suami akan mencari jalan yang baik supaya istri tidak jenuh.

Dengan membiasakan terbuka dan komunikasi, insyallah setiap persoalan akan kita bisa diselesaikan dengan hati yang dingin. Tidak langsung mutungan, jutek, maupun acuh. Aku yakin istri akan lebih senang dan bahagia.

Berikutnya yang ketiga, penyebab istri menjadi galak tidak karu-karuan adalah, suami tidak pernah menepati janji. Maka alangkah lebih baiknya suami tidak berjanji pada yang namanya istri jika tidak mau ditepati.

Janji adalah hutang yang harus dibayar, jika tidak siap-siap suami akan berperang. Parahnya lagi ne,  satu sampai tiga tahun jika tidak ditepati pasti ia akan selalu diungkit-ungkit sampai darah penghabisan.

Sebagai saran saja, jangan pernah berjanji, tapi jika punya uang langsung ajak istri jalan, maupun ketempat yang nyaman.

Kesimpulanya. menjadikan istri untuk tidak galak itu sederhana. Berikan perhatian, pujilah walaupuan satu kalimat “Aku sayang, Mama” disetiap saat, serta berikan sesutau yang tak harus mahal, tapi romantis. Dijamin 100 % istri yang awalnya galak bisa menjadi bojo yang penyabar dan penuh pengertian.

Sebab perempuan hanya butuh cinta dan pengertian agar ia bisa bertahan dalam setiap tindakannya. Seperti sebuah ungkapan, “Anak hanya butuh kasih sayang dari ibu, dan ibu-nya butuh kasih sayang penuh dari suaminya, adapun suami akan disayang keduanya.” 

Jangan lupa juga untuk selalu bersyukur atas kondisi istri. Doakan selalu, karena ia sudah memutuskan untuk menerima suaminya. Sesekali saat istri sedang marah, perlulah kita nyanyi lagu itu, “…tak tompo nganggo tulus ing ati, tak trimo sliramu tekan saiki, mungkin wes dadi jodone, senajan kahanane koyo ngene..

Comments