Tips Agar Mama Muda Tidak Stres Mengasuh Anak

2
145

Adzan subuh belum juga berkumandang. Rasanya tidur nyenyak baru beberapa puluh menit yang lalu. Namun mata terpaksa harus terbangun. Mendengar si kecil, yang baru berusia 8 bulan, menangis.

Mata harus melek untuk menenangkan putra pertama yang rewel malam-malam begini. Menyusuinya hingga ia harus kembali tertidur.

Paginya.

Si kecil masih tertidur. Namun hal itu tidaklah membuat saya bisa bersantai. Tumpukan cucian pakaian anak, dan pakaian ayahnya harus segera dicuci. Kalau tidak, bakal makin menumpuk.

Tak berapa lama si kecil bangun. Tentu sambil menangis. Harus segera ditenangkan, walau cucian belum selesai. Jangan pernah membiarkan anak menangis terlalu lama, itu yang saya ketahui. Cucian terpaksa ditinggal.

Si kecil sudah tenang. Namun urusan pagi itu belum selesai. Ada sekian cek list yang mesti dikerjakan.

Mama pasti mengalami hal-hal seperti ini.

Rutinitas di pagi hari; menyiapkan perlengkapan mandi si kecil, mencuci pakaian, menyiapkan sarapan buat keluarga, menyiapkan baju ayah, menyiapkan baju si kecil, menenangkan dan bermain dengan si kecil saat ia rewel, dan sebagainya.

Mama bakal tidak sempat mandi. Tidak sempat berhias. Tidak sempat ganti baju.

Siangnya bukan berarti jam istrirahat. Sorenya tidak sama dengan berleha-leha. Malamnya pun belum bisa beristirahat dengan tenang sebelum si kecil tertidur pulas.

Betul kan, Ma?

Ya, kehidupan sebagai Mama muda memang berat, penuh tekanan, dan bisa menimbulkan stress lho. Tak sedikit Mama yang baru pertama kali mengasuh anak, akan mengalami guncangan psikologis yang tak ringan.

Nah, Ma… terapkan tips saya dibawah ini agar tak terlampau stres yaa.

Pertama: terimalah itu semua.

Kunci dari kelapangan hati dan kesabaran adalah menerima. Ya, Mama harus menerima bahwa memang sudah menjadi kewajiban sebagai seorang wanita dan dulu saat memutuskan untuk berumah tangga adalah sebuah janji untuk menjadi ibu yang baik bagi anak dan keluarga.

Kedua: turunkan standar Mama.

Maksudnya adalah Mama tidak perlu lagi berpikir rumah harus rapi seperti poster ataupun iklan di tv. Punya anak akan membawa dampak yang tak bisa dihindari; rumah berantakan. Mungkin ada pakaian bayi yang ditaruh di sembarang tempat. Mainan yang berserakan.

Dirapikan boleh, namun jangan selalu menuntut rumah mesti rapi terus. Karena harapan yang tak sesuai kenyataan hanya akan menimbulkan kekecewaan. Daripada kecewa rumah berantakan, lebih baik jangan berharap rumah rapi seperti iklan tv. Hehehe.

Ketiga: minta suami untuk membantu mengurus rumah dan mengasuh anak.

Rumah tangga itu dibangun oleh; suami dan istri. Ya, sesekali dibantu oleh pembantu rumah tangga. Namun inti keluarga adalah suami dan istri.

Nah, minta deh suami untuk turut serta berperan aktif dalam mengurus rumah dan mengasuh anak. Membuat anak memerlukan pria dan wanita, maka mengasuh anak juga harus melibatkan ayah dan ibunya. Tahu maksud saya kan, Ma?

Bicarakan dengan suami tentang visi dan tujuan membangun rumah tangga. Lalu bagi tugas antara suami dan istri. Misalnya, suami bertugas mengasuh anak pada jam sekian, jam sekian, jam sekian.

Keempat, ambil nafas dan bersantailah sejenak

Mama perlu dan butuh untuk bersantai. Ya, bersantailah sejenak. Melepaskan capek dan lelah. Pergilah ke salon, percantik diri Mama. Soal anak dan rumah? Serahkan dulu pada suami dan anggota keluarga yang lain –a.ka simbahnya.

Kelima, jangan lupa untuk bahagia.

Yup, jangan lupa untuk selalu bahagia. Tanamkan dalam diri Mama; bahwa semua ini akan berlalu, lalu semua hal yang dilewati ini akan menjadi kenangan indah di masa depan kelak. Anak tak selamanya imut dan menggemaskan, ia akan tumbuh dewasa seiring waktu. Dan saat anak sudah dewasa, Mama akan merindukan kembali masa-masa ketika ia masih kecil.

Maka saat-saat seperti ini, saat-saat mengasuh anak yang masih balita, adalah waktu yang paling berharga dalam kehidupan Mama sebagai orang tua. Nikmati. Dan jangan lupa untuk selalu bahagia.

Happy Parenting ya Ma…

.

.

Oleh: Farah, Asal Yogya

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here