Waspadai 6 Hal yang Bisa Hambat Kecerdasan Anak

Waspadai 6 Hal yang Bisa Hambat Kecerdasan Anak
Smart young boy stood infront of a blackboard

Kita percaya bahwa setiap anak terlahir dengan kecerdasannya masing-masing. Pada dasarnya semua anak itu cerdas, tapi tak semua berhasil menunjukkan kecerdasannya saat sudah besar. Kasihan sekali kan? Ini disebabkan banyak faktor. Salah satunya kebiaasaan pola asuh yang menghambat kecerdasan anak.

Mungkin orangtua tak menyadari kesalahan tersebut. Padahal, kesalahan pola asuh bisa berakibat fatal bagi masa depan anak.

Untuk itu, sebaiknya Bunda menyadari kebiasaan apa saja yang dapat menghambat kecerdasan otak anak, berikut ulasannya:

  1. 1. Anak yang kurang tidur dapat terhambat kecerdasannya

Hasil gambar untuk anak kurang tidur


Tidur memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan otak agar tetap dapat bekerja secara maksimal. Kurang tidur dapat menghambat proses kreativitas otak. Hasilnya tingkat kecerdasan anak jadi kurang maksimal.

Apakah anak Bunda mulai sering sulit tidur di malam hari? Jika iya, maka jangan anggap sepele. Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat berdampak pada otak dan kecerdasan anak.

Tidur sesuai dengan kebutuhan adalah kunci anak cerdas. Umumnya anak membutuhkan waktu tidur 8-10 jam.

  1. 2. Anak jarang diajak berfikir, entah lewat pelajaran maupun permainan

Hasil gambar untuk anak membaca bersama ibu


Untuk menumbuhkan kecerdasan sejak dini, anak bisa sering diajak berpikir lewat permainan maupun bacaan. Berpikir tidak harus selalu serius. Permainan yang mendidik saja sudah cukup untuk merangsang otak anak agar kecerdasannya senantiasa bertambah.

Jika di dalam rumah orangtua sering membiarkan anak terlalu santai tanpa suka berpikir tentang hal baru, maka hal itu berarti membiarkan kecerdasan anak terkubur dalam-dalam.

Berpikir adalah proses inovasi untuk meningkatkan kecerdasan. Otak yang senantiasa digunakan untuk berpikir akan terlatih untuk menguasai hal-hal baru.

Sediakan permainan edukatif dalam rumah, buku bacaan yang menarik, dan buku gambar dengan crayon sehingga anak dapat terus berpikir. Ingat, berpikir tidak harus selalu serius. Ajak anak berpikir sambil bermain.

  1. 3. Anak yang kecanduan gawai sulit meningkatkan kecerdasan

Hasil gambar untuk anak main hp


Seharusnya anak bisa mengingat banyak hal dengan otaknya. Tapi dia lebih sering membuka ponselnya dan amat bergantung padanya. Akibat kecanduan gadget, tidak ada lagi waktu untuk membuka buku atau mau mengingat pelajaran yang sudah dihafalkan.

Saat mengerjakan PR misalnya, anak mencari jawaban dari Google bukan buku pelajaran. Ini jelas menghambat proses peningkatan kecerdasan otak anak.

  1. 4. Anak salah memilih tontonan tv

Hasil gambar untuk anak nonton tv


Kesalahan besar lainnya dari orangtua adalah membiarkan anaknya kecanduan sebuah acara televisi yang tak mendidik. Biasanya orangtua diam saja karena sudah senang melihat anak diam dan tidak rewel.

Padahal jika dibiarkan, anak yang salah pilih tontonan dapat berefek pada menurunnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Bukannya makin bertambah cerdas, anak malah makin sulit mencerna pelajaran di sekolah akibat terganggu dengan acara-acara tv yang tak mendidik.

  1. 5. Anak yang terlalu dikekang dalam rumah

Hasil gambar untuk anak dikekang di rumah


Anak yang dilarang keluar rumah usai sekolah justru memiliki potensi terhambat kecerdasannya. Ini disebabkan anak tidak memiliki waktu luang untuk melepaskan beban pikiran dari sekolah ke permainan bersama teman-temannya.

Otak anak harus diseimbangkan antara belajar di sekolah dengan bermain di luar. Keseimbangan ini akan membuat anak jadi cerdas.

Maka, jangan larang anak keluar rumah untuk bermain. Kalaupun anak belajar terus sepanjang waktu, tidak berarti kecerdasannya akan berkembang dengan maksimal.

  1. 6. Anak yang merasa stres

Gambar terkait

Foto-foto : Ilustrasi


Anak yang merasa stres sangat sulit untuk belajar. Potensi kecerdasan yang dimilikinya dapat terhambat jika anak dalam keadaan stres. Biasanya stres pada anak ditunjukkan dengan perubahan sikap jadi lebih pendiam, wajah tidak ekspresif, dan malas belajar.

Stres ditimbulkan dari banyaknya tekanan entah yang datang dari sekolah maupun dari dalam rumah sendiri. Terlalu banyak tekanan membuat anak tertekan hingga stres.

Fokus perhatian anak tidak lagi pada pelajaran, melainkan masalah yang dihadapinya. Ada baiknya Bunda membantu anak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapinya. Harapannya agar tidak terlanjur stres, satu lagi agar anak dapat kembali fokus dan memaksimalkan kecerdasan yang dimilikinya.

Comments