10 Kesalahan Orang Tua Yang dianggap Pantas tapi Justru Merusak Anak

0
586

“Anda Tidak Sedang Membesarkan Anak, Akan Tetapi Anda Sedang Membesarkan Calon Orang Dewasa”

Kalimat ini menarik untuk saya kutip yang sekaligus menjadikanya Judul dari tulisan tips singkat saya ini. Kalimat ini mengandung banyak pengertian yang selama ini justru di salapahami oleh banyak orang dewasa, terutama bunda dan ayah ketika mendidik anak untut menjadikan ia jadi orang sukses di masa depan.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas berapa kesalahan yang kerap kali terjadi pada orang tua ketika yang membesarkan kita. Kerapkali ia akan memberi dua identitas dengan makna yang sama. semisal orang tua memperlakukan pekerjaan tertentu di samakan dengan dengan mendidik anak. seperti halnya menjadi tentara, ia memperlakukan anak sama halnya dengan menjadi pengaman negara.

Kesalahan pertama yang saya maksud disini kadar menjadi seorang tentara tidak boleh memberikan perlakuan yang sama pada anak, sebab anak bukanla sipil maupun serdadu lawan yang harus di perlakukan tegas, akan tetapi anak perlu pengayoman dan tutur bahasa yang bijak layaknya ayah pada umumnya.

Ini 10 kesalahan yang dianggap lasim oleh orang tua yang tidak disadari :

1. Kita Melarang Mereka Untuk Selalu Gagal

Kebiasaan yang sering terjadi di negara kita dari sejak usai di sudah bisa beraktifitas, orang tua kita selalu mengarakan pada anak agar supaya tidak boleh gagal. Ia di tuntut untuk selalu menjadi orang yang bisa sesuai dengan target dari apa yang ia akan capai, padahal hal demikian justru cara mendidik yang salah.

Sebab anak justru akan lebih baik ketika ia mengalami proses kegagalan, sebab tujuan dari hidup tidak melulu di ukur dari prestasi mengejar pialah, melainkan untuk menjadi orang dewasa.

2. Kita Selalu Berusaha Menjadikan Anak Kita Sama Dengan Kita

Kebiasaan yang tidak baik lainya adalah ketika kita sebagai orang tua, kita menuntut anak untuk menjadikan anak kita menjadi diri kita, baik prilaku maupun proses yang sama. Proses pendidikan seperti ini tidakla baik, sebab anak kita mempunyai mimpi dan proses yang akan di tuju sendiri sepaya ia akan menjadi orang menurut kehendaknya sendiri.

3. Selalu Memberikan Wacana Kebahagian

Memberikan wacana yang selalu mengarah pada kehidupan yang lebih pada prospek yang nyaman, justru mental anak akan terganggu, apalagi ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan mental.

4. Orang Tua Yang Selalu Tidak Konsisten

Banyak sekali orang tua kita yang selalu mengajarkan pada anak kita untuk selalu berbuat baik, berprilaku baik juga, semisal anak di suruh tutup aurat tapi ketika mengantar anaknya ke TPA ibunya pakai celana pendek, hal ini justru kontras antara perkataan dan kenyataan yang sebenarnya, sehingga anak merasa pusing.

5. Menjahui Konsekwensi

Memberikan proses pendidikan pada anak akan tetapi menghindari kemungkinan yang akan jauh dari konsekwensi atau menghadapi rintangan juga tidak baik, padahal proses tumbuh anak yang telah saya singgung diatas, orang tua tidak hanya menjadikan anak cerdas tapi dewasa.

6. Orang Tua Tidak Mau Jujur Pada Potensi Anak

Terkadang perilaku orang tua pada anak kerapkali tidak mau jujur pada potensinya, ia hanya bisa memuji pada apa yang ia capai tanpa harus ada kehendak untuk meningkatkan kapasitasnya lebih baik daripada sebelumnya.

7. Membatasi Bergaulan Anak

Pendidikan yang salah juga adalah memberikan pendidikan yang jauh dari lingkungan sosial, apabila anak hanya di proritaskan untuk belajar di rumah maupun di tempat yang jauh dari keramaian akan berakibat tidak baik pada masa kembang menjadi orang dewasa. Sebab anak tidak hanya di bentuk sebagai pribadi yang baik tapi juga sosial.

8. Tidak Usah Ikut Campur Pada Usaha Anak

Ikut campur pada keputusan anak dalam memilih sesuatu yang ia inginkan juga tidak baik di lakukan oleh seorang ayah, hal ini akan membuat anak justru tidak berkembang sebagai pribadi yang hebat, melainkan sebagai orang yang selalu ketergantungan pada orang tua.

9. Kita Memuji Hal-Hal Yang Keliru

Memberikan pujian yang tidak layak ia puji juga berdampak buruk pada kebiasaan anak, semisal ia jura di dalam permainan game dan kita memujinya berlebihan sehingga ia menjadi orang yang autis.

10. Kita Mempersiapkan Akses Pada Anak

Yang terkahir ini paling banyak terjadi di negara kita indonesia. Kita tidak perna percaya pada kapasitas dan keunggulan anak di bidangnya. Semisal menjadi PNS, Masuk sekolah, dan propesi yang lain melalu pintu belakang yang sebenarnya di larang. Hal itu akan mengurangi proses yang konpotetif dan kepekaan sosialnya.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here